Egosentrum

36 3 0
                                        

"Teman - teman, minggu ini kita dapet full libur loh ! Jalan - jalan, mau ga ?", tanyaku, seorang siswa yang bersekolah di sekolah BPK 1. " Yah, boleh boleh aja sih. Asal semua anggota grup kita ikut yaa... ", balas Daniel, "Emang kita mau kemana ?", lanjutnya. "Gua sih kemaren malem abis googling, banyak sih tempat tempat yang menurut gw menarik. Tapi gw sih paling tertarik sama yang namanya... rahasia lah, biar surprise.." ujarku. "Pokoknya cocok lah sama kita yang suka sama hal hal aneh.", lanjutku. "Aneh aneh gimana maksudnyaaa."ujar cewe termesum sedunia, Hilda dengan nada nada sok imut dicampur dengan nada mesum. Setelah semua teman temannya setuju Anastasya dan juga Dipa, anak anak yang tergolong pendiam mengangguk angguk tanda setuju. Malamnya, aku langsung membooking tempat itu sehingga tempat itu menjadi tempat wisata pribadi. Maklum... orang kaya.

Keesokan harinya, aku, Dipa, dan Daniel sudah sampai di tempat pertemuan mereka. Setvelah menunggu sekitar satu setengah jam, akhirnya Hilda datang bersama dengan Anastasya. "Makannya kalo tidur jangan terlalu malem dong...", ujar Daniel dengan nada menyindir. Sontak, Hilda pun membela dirinya, "Eh, asal lu tau aja ya. Semua cewe itu sebelum pergi perlu mandi, dandan, cuci muka, keramas, sikat gigi, milih baju sama celana, selain itu kita juga perlu...", sebelum Hilda beres menjelaskan, Dipa memotongnya, "Cukuup! Kalo kamu terus terusan menjelaskan, kapan kita mau pergi ?".

Setelah menghabiskan waktu sekitar 10 menit, untuk mendengarkan Hilda menjelskan semua kebutuhan cewe, yang berakhir karena diputuskan oleh Dipa, akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya ke "Gua Egosentrum". Terdengar mistis tetapi kelihatan sku. Setelah sampai, aku merasa aneh dengan tempat itu, tempat itu sepi, mungkin ini adalah dampak negatif dari perbuatan yang dilakukan oleh ku kemarin malam. Tempat itu juga terlihat tidak terurus karena terlihat lembap dan kusam.

Disana mereka bertemu dengan seorang tour guide, namanya Jono, dia sering disebut Pak Jon, dialah orang yang akan membimbing mereka di Gua Egosentrum. Setelah masuk ke dalam gua, Pak Jon mulai bercerita mengenai sejarah dari gua tersebut. Dulunya tempat ini sangat indah, banyak orang dari berbagai negara berdatangan hanya untuk membersihkan dirinya di pemandian ini. Namun karena ada rumor bahwa seorang raja hilang disana, maka tempat itu lama kelamaan menjadi sepi. Ada rumor yang mengatakan bahwa, di tempat mandi yang digunakan oleh raja yang telah hilang tersebut terdapat sebuah portal yang memindahkan seseorang ke tempat lain.

"Pa, boleh ga kami jalan jalan sendiri ?" Tanya Daniel yang mulai bosan. "Oh tentu dek! Tapi ingat ya, jam 4 sore nanti kalian sudah berada di tempat tadi kita bertemu. Artinya, kamu harus memiliki jam dan juga saya akan memberikan peta gua ini kepada kalian.", jawab Pak Jon. Lalu rombongan Ku memulai perjalanannya di dalam gua tersebut. Pada suatu waktu aku yang berdiri dipaling belakang mendadak ketakutan dan mulai berbicara kepada teman temannya, "Teman teman, aduh gawat ! Aku tadi melihat sekelibat cahaya berwarna putih ! Aduh !". Segera Hilda berteriak dengan nada gatelnya, "Jangan jangan COGAN !!"

Setelah rombongan tersebut melanjutkan perjalannnya, mereka melihatnya lagi, cahaya itu ! sekarang mereka mulai takut bagaimana jika itu adalah hantu. Tapi mereka mengikuti cahya tersebut karena ingin tahu. Ternyata cahaya tersebut masuk kedalam suatu ambang pintu dan hilang. Mereka kaget. Bagaimana bisa ? akhirnya mereka memberanikan diri untuk masuk ke ambang pintu tersebut. Satu hal yang aku dengar sekarang hanyalah teriakan teman temanku. Aku merasa sangat mual, perutku seperti diperas. Saat aku membuka mata semua hal dari gua itu hilang. Yang ada hanyalah sebuah lapangan rumput yang hijau seperti permandani dan beberapa pohon dan semak semak. Aku merasa tempat ini mustahil ada di bumi.


"Bagaimana mungkin mereka ?", aku mendengar suara samar samar. Siapa itu?"Tanyaku penasaran.Bukan siapa siapa kok." Jawabnya singkat. Aku mengikuti suara tersebut. Akhirnya aku menemukan seorang remaja, mungkin berumur sekitar 17 tahun. "Oh tidak, dia menemukanku !", ujarnya berbisik. Aku membawanya kepada teman temanku. Sontak Hilda mengagetkan aku dengan berteriak, "COGANN !!". Memang sih untuk umurnya yang tergolong remaja dewasa, dia terlihat ganteng, rambutnya putih, ia menggunakan sepasang anting berwarna hitam yang kelihatannya terbuat dari batu. Ditangannya ia memegang suatu tongkat, berwarna hitam mungkin terbuat dari bahan dasar logam mulia.

"Aku datang dari kerajaan Rivindel , namaku adalah Jay, aku ditugaskan setiap hari untuk membawa orang orang yang dipilih.", ujar orang yang bernama Jay itu. Ia menuntun kami untuk bertemu dengan pemimpinnya. Sebelumnya aku dan teman temannku diwajibkan untuk berganti pakaian. Serelah berjalan kurang lebih selama 10 menit. Aku berfikir mengapa aku tidak menelepon orang tuaku dan meminta untuk menjeput aku. Tapi sayangnya handphone milikku mati. Aku bertanya kepada teman temanku yang lain apakah terjadi hal yang sama dengan handphone milik mereka. Mereka pun mengalami hal yang sama.


Setelah beberapa menit, aku akhirnya bertemu dengan seseorang yang bernama Magnus. Dia merupakan pemimpin dari kerajaan Rivindel. Dia mulai menjelaskan " Dahulu kala, Rivindel selau dicintai masyarakatnya karena di kerajaan ini semua akan 7 senang dikarenakan kami memiliki seorang penyihir bernama Lorax. Lorax lah yang selalu membantuku dalam mengurus kerajaan terutama masalah sosial. Aku dan Lorax telah menciptakan Rivindel, kerajaan yang sangat indah dan tentram. Tapi semuanya berubah ketika aku memungut seseorang bernama Kisanak. Aku menganggapnya pintar, srhingga aku mengangkatnya menjadi salah satu penjabat di kerajaanku. Namun, dia menghianatiku dia membunih Lorax didepan mataku sendiri. Dia beralasan bahwa jika Lorax sudah tidak memiliki sihir lagi. Dia berfikir bahwa mungkin saja, Rivindel yang sebenarnya tentram akan menjadi berbahya. Sebenarnya rakyatku tanpa sihir Lorax tetap bisa bahagia. Aku langsung menyerang Kisanak pada waktu itu juga. Sebagian dari rakyatku mulai meninggalkan Kisanak yang sebenarnya telah sekarat. Dia mendirilan sebuah kerajaan dibalik bukit bernama Egosentrum.". "Tahulah kalian, sebenarnya kalian adalah para pahlawan kami. Kalianlah yang akan membebaskan kami dari kejahatan yang ditimbulkan Kisanak.", lanjutnya dengan semangat.

"Tak usah berlama lama lagi, Aku yang akan mengantar kalian untuk melihat lihat keadaan kerajaan kami. Aku juga yang akan mempersipkan rencana untuk mengalahkan Kisanak. Ayo sekarang ikuti aku !", ujar Jay penuh semangat. Aku melihat suatu keadaan paling buruk yang bisa kalian bayangkan. Aku melihat semua rakyat tang hidup disini telah kehilangan tujuan hidup. Badan mereka berwarna hitam putih. Kata Jay mereka berarti telah menyesali hidupnya, mungkin mereka mwrasa bahwa memilih untuk tetap di Rivindel adalah kesalahan. Ada beberapa orang yang badannya masih berwarna. Itu berarti masih ada segelintir orang yang percaya bahwa mereka semua akan selamat. Aku dan teman temanku sekarang berangkat menuju ke istana kerajaan. Disana kami diberi armor yang akan kami gunakan saat berperang dengan raja Kisanak. Aku dan teman temanku diberi kebebasan untuk memilih senjata yang akan kami gunakan nanti. Aku memilih pedang sebagai senjataku. Daniel dan Dipa memilih panah sebagai senjata, sedangkan Hilda dan Anastasya memilih harpa ajaib yang bisa mengeluarkan sihir.

Malamnya, Jay dan kami mulai menyusun strategi yang akan kami gunakan dalam melawan Kisanak. Jay memberi tahu bahwa penyerangannya akan dimulai besok saat fajar tiba. Jay menjanjikan seluruh pasukan termasuk Magnus akan terlibat dalam "Pertarungan terakhir". Mungkin setelah sekitar satu atau dua jam akhirnya rapat pun selesai. Aku dan teman teman beristirahat di dalam suatu ruangan yang sangat indah.


Keesokan harinya, aku dan teman teman sudah siap. Aku langsung memanggil Jay. Setelah semuanya siap, kami berangkat menuju Egosentrum. Berbeda dengan di Rivindel tempat ini terlihat sangat mewah. Kami masuk ke dalam, semua pasukan kerajaan Rivindel membunuh semua pasukan Egosentrum. Akhirnya aku dan teman teman diberi jalan untuk langsung bertemu dengan Kisanak. Setelah melihatnya, aku dan teman teman sintak kaget, karena yang dimaksud kisanak adalah Raja Mataram yang sedang kami bicarakan di sekolah. Kisanak hanyalah nama samarannya. Aku pun mulai melawannya, sayangnya dia terlalu kuat sehingga aku mulai terdesak begitu juga dengan para teman temanku. Tapi keajaiban terjadi, Lorax hidup lagi ! Dia melawan Kisanak dengan sihirnya. Dan Kisanak menjadi bati dan hancur berkeping keping. "Hai anak anak ! Namaku Lorax ! Kalian kaget kan aku masih hidup ? Hahahaha ! Namanya juga penyihir.", ujarnya sambil tertawa tawa.


Semua berakhir bahagia, masyarakat Rivindel sudah mulai berwarna. Masyarakat Egosentrum pun kembali ke Rivindel. Terakhir Magnus memberi kami 3 permintaan. Pertama kami ingin kembali ke dunia kami. Kedua kami ingin ada portal kesini di setiap rumah kami. Ketiga kami ingin waktu dibalikan sebelum jam 4 sore. Semua permintaan kami dikabulkan. Kami kembali dan setiap minggu kami ke Rivindel untuk bertemu dengan Jay, Lorax, dan juga Magnus.


EgosentrumStories to obsess over. Discover now