Namira berjalan menyusuri taman menuju bangku yang sudah diduduki seorang laki-laki yang melambaikan tangannya pada namira, Namira menghentak hentakan Kakinya dan berjalan malas kerah Aksan.
"ngapain lo ngajakin gue kesini" kesal namira
hari ini Namira ada bimbingan bersama dosennya tapi aksan menerornya subuh- subuh sekali dan menyuruhnya datang ketaman pagi ini. Namira duduk dibangku panjang dan menatap sebal laki-laki yang sedang tersenyum so manis di hadapannya.
"marah-marah mulu lo mir cepet ubanan entar.gue mau cerita mir"
Namira mendelik kan matanya,melihat Aksan duduk di sebelahnya.pasti masalah aksan yang ingin putus dengan pacarnya.Namira sudah sangat malas mendengarkan cerita aksan yang tidak pernah penting ini tapi bagaimanapun aksan dia adalah orang yang selalu ada untuk namira saat teman temannya yang lain tidak bisa menjadi tempat nya berkeluh kesah.
"ya apaan. lo mau putus sama si mega ? yaudah sih san lo putusin aja langsung gak usah ngomong sama gue, gue.." aksan meletakan telunjuknya di bibir tipis namira sambil mengedip-ngedipkan matanya genit.
"aksan....lo jorok banget itu tangan lo bekas apaan "jerit namira yang disambut tawa menggelegar aksan.
"ngupil " Namira melotot dan langsung memukul kepala aksan dengan buku tebal di tangannya
"aww mir ampun.. anjis mir sakitt..mirr " aksan menutupi kepalanya dan menjerit yang tidak di pedulikan namira dan makin gencar memukul kepala aksan.
namira menghentikan pukulannya dan menatap sekeliling taman.orang orang memperhatikan mereka dengan wajah melotot horor. namira tersenyum canggung dan membelai kepala aksan lembut.
"sakit mir lo gak kira kira pukul pala gue pake beginian kalau gue geger otak gimana" cerocos aksan sambil mengusap kepalanya yang berdenyut.
"lo sih jorok gue kan jijik san" namira mengusap kepala aksan dan meletakan di bahunya,samar samar namira mendengar isakan aksan di bahunya.
"lo nangis san, emang sakit banget ya. maafin gue san gue kan jijik makanya gue mukulin lo " namira mengusap kepala aksan, merasa bersalah karna sudah membuat aksan menangis.
namira terus mengusap kepala aksan, aksan sudah bisa menguasai tangisnya. Namira yakin masalah aksan kali ini bukan tentang wanita tapi lebih dari itu,namira dan aksan adalah sahabat sejak Sma, namira memang tidak mengetahui kehidupan aksan seperti apa akasan tidak pernah menceritakan masalah pribadi dan keluarganya. aksan hanya sering menceritakan masalah bagaimana cara memutuskan pacarnya jika aksan mulai bosan.
"mir ada yang mau gue omongin sama lo " aksan mengenggam tangan namira menatap wajah cantik namira,namira memicingkan matanya dan menatap aksan penuh minat.
"ngomong apaan ? " namira menatap mata hitam aksan, mata yang baru namira sadari sering menatap nya lembut.
"Gue mau lo jadi pacar gue mir" aksan menggenggam tangan namira dan berlutut di hadapan namira yang menatap aksan horor.
"gue gak tau sejak kapan tapi gue suka sama lo mir, lo selalu ngertiin gue, gue nyaman sama lo mir" kali ini mulut namira menganga lebar.
namira mengerjapkan matanya dan melotot kearah aksan menyelidik apakah aksan mengerjainya.
"lo becanda? " selidik namira
"gue tau ini konyol "
"emang" potong namira yang di balas tawa aksan.
"gue juga gak tau mir kenapa gue bisa suka sama lo tapi gue tau kalau frendzone itu nyata dan ada. sekuat apapun gue ngingkarin perasaan gue ke elo tapi gue gak bisa mengendalikan hatikan mir"
"kenapa gue san "
"karna lo orang yang selalu gue inget saat semua perasaan gue berkumpul, saat gue seneng dan sedih gue selalu inget sama lo mir.gue ngerasa kalau lo itu pusat hidup gue, lo itu tujuan gue mir" air mata aksan kembali menetes, namira menghapus air mata aksan dan memeluk sahabat terbaiknya yang baru saja membuatnya terkejut.
"Gue cinta lo mir " lirih aksan menyembunyikan kepalanya di rambut hitam namira.
"gue mau jadi pacar lo san" namira mengucapkan itu spontan. entah kenapa hatinya merasa sakit melihat aksan menangis. aksan adalah pria yang kuat , usil ,jail dan menyebalkan. namira tau ada sesuatu yang aksan sembunyikan. semoga dengan kehadirannya bisa membuat aksan menjadi lebih kuat.
manusia tidak bisa mengendalikan takdir bukan, seperti kata aksan hati itu bukan kita yang ngendaliin.dan namira selalu memilah milih pria yang cocok dengannya. bukan karna namira pernah gagal tapi dia pernah melakukan kesalahan patal hal yang membuat dia ketakutan untuk memilih pacar.dan semoga aksan adalah laki laki yang selama ini namira doa kan dalam sujudnya.
Bismilahirohmanirohim.cerita pertama.awalnya gak berani post dan semoga ada yang mau baca.
YOU ARE READING
Karma
RomanceNamira Vanya Dermawan pikir setelah kesalahannya dimasa lalu tidak akan mendapat balasan sepelik ini.tapi ternyata balasan yang ia dapat begitu rumit kesalahan patalnya dulu terbalaskan menjadikan hatinya hancur berkeping-keping. Aksan Rizkhy memili...
