"Jaga dirimu baik-baik sayang, jangan nakal ndut, aku berjanji akan menjaga hatiku."
Hari itu, kalimat itu begitu menyesakkan dada Rindu. Berat ? Ya begitulah, terasa sangat berat melepas kepergian Rama saat itu. Rama pergi meninggalkan Rindu untuk melanjutkan sekolahnya ke Ibu Kota. Saat itu, Rindu tak meneteskan air mata sedikitpun, entah apa yang terjadi pada hatinya. Hatinya yang begitu merasa sakit kehilangan namun matanya enggan meneteskan satu tetes airpun. Ada apa Rindu ?
Hari demi hari Rindu lewati bersama jarak yang memisahkannya dengan Rama. Awalnya semua terasa baik-baik saja, komunikasipun masih berjalan lancar seperti biasanya. Kalimat cinta masih terucap seperti biasanya. Tak satupun perilaku Rama yang berubah, Rindu semakin yakin bahwa Rama sungguh-sungguh mencintainya dan tak akan berpaling.
Sebulan setelah hari itu perubahan mulai Rindu rasakan. Rama tak lagi seromantis dahulu. Kini Rama lebih sering menghilang, tanpa kabar, lalu datang hanya untuk memarahi Rindu tanpa alasan. Sikap Rama membuat Rindu terpuruk, merindu yang tak pernah memandangnya lagi. Hampir setiap malam Rindu menangis, mengingat janji yang Rama ucapkan. Rama menjadi topik utama yang Rindu keluhkan di setiap pertemuannya dengan Bulan dan Cahya. Ya, Bulan dan Cahya adalah sahabat Rindu.
"Aku sangat merindukannya, kira-kira dia lagi apa ya sekarang ?" -Rindu
"Ngapain lagi sih Rin mikirin dia toh dia aja gak mikirin kamu sedikitpun" -Bulan
"Iya Rin benar banget" -Cahya
"Hmm.. mungkin dia lagi sibuk di sana mengurus sekolahnya, aku yakin dia gak mungkin selingkuh" -Rindu
"Sumpah bodo kamu Rin" -Cahya
Ya begitulah, setiap harinya Bulan dan Cahya mengingatkan Rindu untuk berhenti mengharapkan Rama lagi. Bulan dan Cahya kasihan melihat sahabatnya.
Rindu, sampai kapan kau akan sekuat ini ?
YOU ARE READING
Tak Berjudul
RomanceSebuah kisah nyata. Tak berjudul ? Karena kisah ini terlalu rumit sehingga tak ada judul yang pas untuk kisah ini. Untukmu yang berharap, kurasa kisah ini tepat ☺️
