Suara keyboard yang beradu dengan jari memenuhi ruang latihan siang itu. Mata tajam Beby sesekali melirik ke arah buku catatannya dan kembali fokus pada laptop di tangannya.
Menjadi mahasiswi psikologi dan idol pada waktu yang hampir bersamaan bukanlah hal yang mudah. Apalagi saat jadwal ujian semakin dekat sedangkan blocking theater yang terus menerus berubah membuatnya harus selalu mengikuti latihan. Memang berat, namun inilah yang dijalaninya sekarang.
"Wih, udah dateng aja, Beb."
Beby menoleh dan mendapati Ayana berjalan mendekatinya. Ia tersenyum dan menggeser posisi duduknya saat melihat Ayana memakai ransel dan membawa beberapa buku tipis ditangannya.
"Latihan mulai nanti sore kali, ini masih jam 2 lo udah disini aja." kata Ayana sambil mengeluarkan ponselnya dari saku.
"Tanggung, Ay. Selesai latihan nanti gue ada kelas lagi soalnya, ya dari pada bolak-balik mendingan gue disini dulu aja." jawab Beby.
"Emang tadi pagi lo ada kelas?" tanya Ayana. Beby mengangguk.
Melihat respon Beby, Ayana menghela napas, "Jadi mahasiswi ternyata ribet ya, Beb."
"Duh, mahasiswi semester satu udah ngeluh aja." ledek Beby sambil tertawa kecil.
"Ngeselin lo ya," Ayana menoyor Beby main-main, "Tapi serius deh, Beb. Rasanya pengen jadi anak sekolah lagi aja yang udah jelas masuk sama pulang sekolahnya jam berapa."
Beby terkekeh, "Ya, namanya hidup, Ay. Emangnya mau selamanya bakal jadi anak sekolah terus? Yakin ilmunya mau segitu aja?"
"Ya enggak gitu, Beb. Ah, terserah deh susah ngomong sama lo." Ayana menyenderkan tubuhnya pada dinding. Beby tersenyum samar dan kembali fokus mengetik.
"Shani udah sembilan belas aja ya." celetuk Ayana tiba-tiba. Ia kemudian mengetikkan beberapa kalimat yang Beby yakin sebagai ucapan ulang tahun kepada Shani di Twitter.
"Ayana udah dua puluh aja ya." balas Beby dengan nada gurauan yang kentara.
Ayana menghiraukan ledekan Beby dan lanjut berbicara, "Rasanya dulu gue baru masuk sini umur gue masih lima belas. Time flies so fast banget ya."
Beby lantas menghentikan kesibukannya dan menatap Ayana sebentar, lalu menatap sekeliling dengan tatapan menerawang.
"Iya ya, udah lima tahun kita ngelatih diri sebagai idol disini. Dari jaman masih latihan per-generasi sampe sekarang udah pada misah." kata Beby.
Ayana mengangguk spontan, "Terlalu banyak yang terjadi dalam lima tahun ya, Beb."
Awalnya Beby ingin menertawai kalimat Ayana yang terdengar sangat bijak untuk orang sepertinya, tapi kemudian ia terdiam saat sadar kalimat tersebut benar.
"Iya, banyak banget yang terjadi dalam waktu lima tahun ini."
***
Suasana kafe siang ini memang lumayan sepi, dan Shania sedang duduk disalah satu bangku kosong sambil melihat ke luar jendela.
"Ngapain sendirian disini sih? Kayak jomblo tau gak."
Kalimat tersebut sukses membuat Shania menoleh. Itu Kinal, yang datang dengan wajah tanpa dosanya.
Shania menatap Kinal dengan sinis, "Emang jomblo! Lo juga jomblo!"
Bibir Kinal lantas mengerucut sok imut, "Ih, gitu ya sekarang ngomongnya. Kasar."
YOU ARE READING
space between us ; bebnju
FanfictionJ formasi baru lebih berwarna, KIII formasi baru lebih menyenangkan. Shania sebagai kapten, Beby sebagai salah satu front-liner KIII. But even though we're having a good time, we can't help but to stop and think about how much we miss the old times.
