Someone POV
'Tolong aku!', seruku dalam hati.
Aku terus berlari,tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Kalau nau bebas aku harus berjuang, entah apa alasan mereka membawaku kesini.
Aku terus berlari dan...
Bruuuk!!
Aku terjatuh, lututku berdarah. Aku sudah pasrah. Tuhan! Tolong kirim aku seorang penyelamat. Kumohon!
Doaku dalam hati sambil menangis.
Tiba-tiba tanganku di tarik seseorang ditengah lamunanku.
"Kau tidak apa?", tanyanya.
"Kau...siapa?".
"Kau terluka, sini aku bantu", tawarnya.
Kelihatannya dia bukan bagian dari mereka. Semoga!
Akupun membiarkan menggendongku di punggungnya.
"Lari!!",kataku padanya.
"Hn?", kelihatannya dia bingung.
"Kita dikejar,cepat!", seruku padanya. Diapun langsung berlari secepatnya. Dan kamipun nendengar suara...
"Aku menemukannya, cepat kejar anak itu!",seru seseorang.
"Kumohon cepat lari !", seruku lagi padanya.
Diapun langsung berlari. Dan tiba-tiba terdengarlah sirine polisi.
"Angkat tangan, Tangkap mereka!", seru seorang polisi kepada orang orang yang mengejar kami.
"Sialan! Si tua bangka itu melapor polisi!",umpat salah satu dari mereka
Merekapun ditangkap oleh polisi-polisi itu.
Akupun melihat papaku turun dari Lamborgini Venenonya.
"Sayang...", seru papa padaku .
"Hiks...hiks... papa", seruku dan meminta turun dari punggung dari anak itu dan berlari memeluk papa.
Aku sudah 2 hari disekap oleh orang orang jahat itu. Aku sempat mendengar mereka meminta tebusan berupa saham perusahaan keluarga kami. Tapi, ketika ada kesempatan akupun melarikan diri.
"Keyla", kataku mengenalkan diri kepada anak yang menyelamatkanku.
"Reynald, panggil Rey aja", katanya.
"Ohh...umur kamu berapa?", tanyaku.
"8 tahun. kamu?",tanyanya.
" Aku 7 tahun. berarti aku manggil kamu kakak ya?", tanyaku padanya.
"Boleh", katanya sambil tersenyum hangat.
" Dia siapa?", tanya papa padaku.
"Dia yang udah nolongin Key,papa", kataku pada papa.
"Makasih ya dah nolongin anak saya", kata papa pada Rey.
" iya sama-sama om, tadi kebetulan saya lewat", kata Rey.
Kemudian, ada suara dari seseorang.
"Tuan muda rupanya disini", kata orang itu.
"Ayo pulang tuan, Tuan sudah mencari anda, lain kali jangan main diluar tuan muda. Itu membuat nyonya resah.", kata orang itu.
"Hn. Aku pulang ya dah...jaga diri ya", katanya padaku.
"ya, sampai jumpa", kataku dan diapun berlalu dibawa oleh mobil buggati veyron hitam.
Aku berharap kami akan jumpa lagi. Dia itu...
Cinta pertamaku, pangeran berkuda putihku.
ŞİMDİ OKUDUĞUN
Painful Of Love
Hayran KurguSebesar apapun perasaanku, pengorbananku, aku tahu itu tidak akan mengubah perasaanmu padaku. 'Cintaku sederhana, tidak berharap lebih dan menjadi sahabatnya sudah cukup untuk membuatku bahagia' (Keyla Anderson).
