[1] Different Character.

9.7K 475 85
                                        

N/k Fredella Ulani. Remaja kelas 2 di SMA Netris, dari 1 sampai 10 tingkat, ia mendapat urutan terakhir dari setiap tingkat kepintaran siswa. Keistimewaannya hanyalah semangat yang membuat dirinya bertahan berada di sekolah itu.

"Gue naik dua peringkat, woi!" seru N/k yang membuat teman-teman nya melirik tajam seakan ingin menerkam dirinya.

"Tetep aja, posisi lo di urutan paling bawah," sahut Danis yang sedang menatap kertas yang berisi peringkatnya.

"Ya kan seenggaknya dari peringkat 195 jadi peringkat 193, daripada Dani, betah banget nempatin ke 200," N/k melirik kearah Dani yang memegangi kertas nya lalu menyobek tanpa ada ragu sedikitpun.

"Gue sih cukup bertawakal aja sama Tuhan, dikasih peringkat juga gue udah seneng, daripada nggak dianggep sama sekali," Dani menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Setiap hari kelas kita kosong nggak ada guru, dikasih tugas yang belum pernah diajarin, tiba-tiba disuruh ulangan dan hasilnya jelek, nggak tau kenapa, gue jadi pengen makan orang!" Namira mencoret-coret bukunya akibat merasa kesal.

"Asalkan Exciten nggak bubar, gue nggak apa-apa, deh." sahut Danis.

"Daaa-nisss," N/k mengeja dengan manja dan berniat memeluk sahabat kecilnya itu.

"Tiba-tiba perut gue mual," ledek Danis lalu berlari meninggalkan kelas.

"Danis, tungguin!" jawab N/k seraya mengejar Danis yang meninggalkan dirinya.

*bruk*

Danis dengan tidak sengaja telah menabrak siswa terpintar yang berada di tingkat 1.

"Maaf, gue nggak sengaja," ucap Danis datar dengan tatapan tajam yang terfokus pada orang yang ia tabrak.

"Seenggaknya tau diri, siapa yang lo tabrak sekarang,"

Muhammad Munggaran Meldrat. Laki-laki berkulit sawo matang, kelas 2 dengan tingkat kepintaran 1, dan peringkat yang selalu saja nomor 1.

"Nggak usah marah sama temen gue, lagian dia udah minta maaf," N/k mendorong bahu kanan Mungga.

"Eh peringkat bawah! Berani banget nyentuh dia yang jelas-jelas nggak level sama lo?!" sambung Diat. Laki-laki tinggi dengan jambul dirambutnya, salah satu murid yang berada di tingkat 1.

"Kita sama-sama makan nasi, terus kenapa harus nyari perbedaan orang?" N/k mendekatkan dirinya pada Diat.

"N/k, lo diapain sama mereka?" tanya Dani, yang menghampiri N/k dan Danis.

"Gue cuma mau ngasih tau gimana caranya ngehargain orang tanpa mandang kasta nya," N/k melirik tajam penuh dendam pada Mungga dan teman-temannya.

"Ayo pergi! Nggak baik buat kesehatan kalo kita terus-terusan disini," kedua tangan N/k, ia gunakan untuk menarik tangan Dani dan Danis.

"Mereka kampungan banget, sih!" Ara menggerutu seakan-seakan suraranya menggema di sepanjang lorong.

Onederful. Yang berisikan murid terpintar tingkat 1, penuh dengan percaya diri yang tinggi, obsesi yang tinggi, dan juga angkuh yang akut. Munggaran, Diat, Faizaldo, Ara, dan Vero.

Exciten. Kebalikan dari Onederful. Yang berisi murid dengan peringkat paling akhir, namun semangat dan juga setia-kawannya yang begitu kuat, membuat mereka semua menjadi sahabat. N/k, Danis, Dani, Namira, dan Renald.

***

@ Onederful's Room.

"Kenapa kelas mereka nggak dibubarin aja, sih?! Nyampah doang di sekolah kita," Vero memecah keheningan yang terjadi di kelas.

Retrouvaille ° munggaran [COMPLETED]Stories to obsess over. Discover now