PROLOG

29 4 7
                                        

Alunan musik dari earphone ini berputar dari beberapa menit yang lalu sejak aku duduk di café ini. Café yang berada tidak jauh di sekolahku. Duduk di dekat jendela yang menampilkan pemandangan orang-orang yang berlalu lalang di luar sana sambil meminum segelas coklat dingin. Aku menikmati suasana ini, kesunyian dan ketenangan. Tubuhku memang di sini, tapi tidak dengan pikiranku yang entah berkhayal kemana-mana. Merenungi apa saja yang tidak pernah ku bayangkan sebelumnya.

Aku sudah berada di kelas terakhir di masa SMA ini

Masa gemilang untuk berprestasi. "Kelas 12"

Dan aku belum siap menghadapi berbagai macam ujian

Aku juga harus punya masa depan cerah

Aku juga mau membahagiakan orangtua ku

Dan aku juga mau menjadi orang sukses

Tanpa perlu diremehkan lagi.

Ya.. Aku harus bisa

Aku pasti bisa mewujudkan itu semua

Aku memang cewe yang gak pintar dalam hal pelajaran. Yang sulit untuk mengerti. Tapi usahaku akan membuktikan bahwa aku juga bisa mendapatkan nilai yang lebih baik. Dan bikin bangga kedua orangtuaku, dan orang-orang terdekatku, termasuk kamu. Kamu.. orang yang selama ini ku tunggu-tunggu untuk merubah hidup aku. Kamu yang selalu menjadi matahari dalam hidup aku. Dan kamu yang sukses buat semua impianku kelak menjadi nyata.

Perjuanganku bukan hanya dalam pelajaran. Tapi juga dalam percintaan. Perjuangan cinta yang kulakukan ku harap tidak akan mengecewakan.

Kita dipertemukan bukan tanpa alasan atau tidak disengaja, tapi kita dipertemukan karna takdir. Bagiku, kamu bukan hanya sebagai guru yang dengan setia membantuku untuk belajar dan memahami semua pelajaran. Tapi, kamu juga menempati kedudukan spesial dalam hati aku. Kamu begitu berharga.

Tapi apa mungkin aku dan kamu akan selalu bersama? Apa mungkin kisah kita akan berkhir bahagia? Yang ku harap adalah kebahagiaan. Tapi kita juga tidak bisa menentang takdir yang mengharuskan kita bersama dalam banyaknya masalah yang ingin memisahkan. Namun, bagaimana dengan perjuangan? Dengan perjuangan kita bisa setidaknya berusaha untuk mendapatkan kebahagiaan. Dan itu pula yang ku inginkan darimu untuk mendapatkan apa yang ku inginkan bersamamu.

"Aku yakin aku bisa. Semangat Anisa!!" ujar Anisa menyemangati dirinya sendiri. Dan beranjak dari kursi tempat ia duduk di café itu


KamuWhere stories live. Discover now