2008 awal yang baru

7 0 0
                                        


Aku adalah seorang gadis kecil biasa, hidup di lingkungan yang penuh tawa penuh kehangatan. rutinitasku setiap pulang sekolah adalah bermain bersama anak-anak yang lain, mungkin kalian akan kaget mendengar dengan siapa aku bermain atau mungkin juga kalian sudah terbiasa dengan hal ini, ya aku selalu bermain bersama dengan teman lelakiku, tidak banyak memang mungkin jika aku bergabung akan membentuk kelompok yang berjumlah 10 orang dan jangan salah bukan aku saja yang perempuan di dalam kelompok ini ada 2 anak lagi yang sama sepertiku, namun mereka juga sangat bertolak belakang denganku, yap mereka termasuk anak perempuan pendiam di kelasku dan aku tidak termasuk di dalamnya, lucu memang tapi begitulah adanya, kalian tahu kenapa anak kecil sepertiku mempunyai banyak teman lelaki?? menurutku berteman dengan anak lelaki adalah pilihan terbaik, itu menurutku, berteman dengan mereka sangat mudah, pergi bersama, bermain bersama, mereka tidak akan mengurusi semua urusanku sebelum aku memintanya, mereka tau apa itu privasi, mungkin kalian tidak percaya bagaimana anak kecil tau apa itu privasi, mereka akan mendengarkan semua ceritaku, meskipun aku yakin tidak ada yang akan mengingat cerita itu setelah aku selesai bercerita, mereka mau memelukku disaat aku sedih, menenangkanku saat aku menangis, merayakan hari ulang tahunku dengan meriah yang paling utama adalah mereka tidak merepotkan malah aku yang terkadang selalu merepotkan mereka, menjemputku ketika berangkat sekolah, mengantarkanku pulang, yah masih banyak lagi.  

Tapi sekarang berbeda, amat sangat berbeda dengan apa yang menjadi rutinitasku dulu, sekarang tidak ada yang mengenalku, tidak ada yang tahu siapa namaku, tidak ada teman-teman yang selalu bersamaku, karena disinilah tempat asing yang sangat aku impikan dulu, tempat asing yang sangat mengganggu pikiranku, tempat yang selalu ingin ku tinggali meskipun harus merelakan pergi dari hadapan teman-temanku yang hampir setiap hari bersama denganku, yah tempat ini dinamakan pondok pesantren.

flashback on

"mah yayu pengen pake jilbab kesekolah boleh gk?" tanyaku, "nanti aja ya, sekarang yayu masih kecil nanti kalau tiba-tiba yayu pengen lepas jilbab lagi kan malu sama orang masa buka tutup terus jilbabnya"jawab mamah dengan santai "tapi mah yayu pengen pake jilbab"ujarku lagi, "kan yayu kalau ke madrasah juga pake jilbab, sekarang pake jilbabnya kalau ke madrasah dulu aja ya, nanti kalau yayu udah SMP baru deh belajar pake jilbab ke sekolah" dengan sabar mamah memberikan penjelasan, " kan nanti kalau udah lulus SD yayu mau masuk pesantren mah."

"yayu beneran mau masuk ke pondok pesantren?" entah sudah berapa ratus kali mamah menanyakan hal yang sama kepadaku, "iya mah, yayu beneran mau masuk pesantren, lagian pesantrennya kan gk jauh sama rumah nenek tinggal naik mobil 2 jam sampe deh" jawabku masih dengan jawaban yang sama, "tapi yang dideket rumah juga ada pesantren bagus kok?? masuk pesantren di sana aja ya" mamah masih terus membujukku, " enggak mah, yayu pengennya masuk pesantren di jawa lagian kan abah udah kenal sama nyai nya, ada telepon juga,mamah bisa telepon yayu lewat ibu nyai" berusaha menyakinkan mamah yang masih cemas, " ya udah kalau itu yang yayu pengen" akhirnya mamah luluh juga.

flashback end

"udah ya yang mamah pulang dulu, lusa mamah sama adek mau pulang lagi kerumah kasian kak ayu sendirian di rumah, jangan nangis jaga kesehatan yayu, sekarang yayu jauh dari mamah, bingung mamah kalau tiba-tiba yayu sakit" mamah menangis di depanku, " iya mah, hati-hati dijalan, mamah juga jaga kesehatan, yayu seneng kok bisa masuk pesantren" tanpa sadar akupun ikut menangis. selama 12 tahun hidupku tidak pernah jauh dari mamah, mungkin kalau jauh dari papah aku sudah terbiasa tapi tidak dengan mamah, mamah yang selalu ada bersamaku, saat ini aku harus merelakan berjauhan dengan semua anggota keluargaku demi masuk sekolah islama dan hidup dalam lingkungan pesantren.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 13, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

MemoryWhere stories live. Discover now