hanya detik jam yang berdengung nyata diantara langit langit kelas, kufikir ini bukanlah soal yang sulit ku masih saja menguap sebelumnya tidak ada yang memandangku aneh kecuali gadis berambut hitam legam menarik arah pandangku. dia menundukan wajahnya dengan mengambil sesuatu di laci. sejenak kulupakan dia tetap saja kupandangi gedung sekolah yang akan aku tempati dari kaca kelas ini. suara pintu nyaris membuyarkan ketenangan ku ,ternyata dia keluar membawa tisu ditangannya sedikit berlari. sudahlah bukan urusanku.
next day, panas masih saja menjadi alasan siang ini, halte bus yang ramai menambah sesak oksigen yang mencoba menyelinap masuk. aku memilih diluar halte ,aku tak bisa bayangkan bagaimana bila aku disana mungkin sudah seperti tukang asongan yang terhempet hempet ramainya kota. bis datang itu membuat halte kosong,okey kutunggu yang kedua. aku tetap memilih diluar halte kurasa ini sudah lebih teduh dari sebelumnya. dia duduk disana sendiri , kakinya terus saja dia mainkan ,ia membawa kotak susu dan roti sobek dari supermarket samping gedung sekolah. ia tak berhenti tersenyum,lalu dia berhenti ,matanya menatap ke langit menghela nafas dan memejamkan mata,senyumnya hilang.
Bagian1
YOU ARE READING
february
Romanceini tentangku yang menunggu untuk waktu menceritakan segala tentangmu -arii
