Warning!!!
Typo dimana-mana..
.
.
.
.
" Gift, aku mau ituuuu.." Anak kecil yang berusia sekitar 5 tahun itu merengek sambil menggoyang-goyangkan tangan seseorang yang dipanggilnya Gift tadi. Tangan mungil satunya menunjuk pada seorang pedagang penjual kembang gula.
" Kamu makan itu terus nanti giginya bolong, ditambah giginya juga sakit. Mau?."
Orang itu mensejajarkan tingginya dengan anak yang masih menatap penuh harap padanya. Melihat itu, dengan refleks tangannya mengusap lembut rambut anak kecil bernama Zara itu.
" Enggak, Zara gak mau sakit gigi. Mama bilang sakit gigi itu gak enak." Jawabnya polos.
" Iya itu bener. Oh iya, kok gift gak pernah liat mama kamu sih?." Tanyanya heran.
Anak itu tersenyum memandangnya.
" Gift terlalu sibuk, makanya setiap Mama dateng jengukin aku ke sini, gift gak bisa ketemu mama.. makannya gak tau." Jawab Zara tiba-tiba wajahnya berubah cemberut.
" Gak usah cemberut gitu, maafin Gift ya, mending sekarang kamu ikut Gift mau gak."
" Kemana?."
" Kita jalan-jalan dong.."
" Beneran?."
" Iya sayang, sebagai gantinya karena Gift gak bolehin kamu makan kembang gula.."
" Wah, Zara seneng deh. Yeayy!." Anak itu meloncat-loncat kecil, terlihat lucu dengan tubuhnya yang mungil.
" Hahaha. Mau jalan sekarang?."
Zara mengangguk semangat. Matanya berbinar-binar. " Iya, ayoo Giftttt.." teriaknya, membuat Gift'nya tersenyum akan tingkahnya.
" Let's go!!."
.
.
Lidya menolehkan kepalanya pada Zara yang masih terlihat asik melihat-lihat keluar jendela lewat kaca mobilnya. Bahkan sesekali anak itu bertanya tentang hal apa saja yang bisa ia lihat.
Sebenarnya Zara sendiri adalah salah satu pasiennya, ya' Lidya adalah seorang dokter yang bekerja pada salah satu rumah sakit di Jakarta. Zara mengidap penyakit lemah jantung yang dimana mengharuskannya untuk dirawat inap di sana. Hal itu dilakukan karena beberapa waktu belakangan ini penyakitnya mulai kambuh. Sejauh ini kedekatan keduanya sudah sekitar 6 bulan lamanya. Sikapnya yang bisa mengimbangi anak-anak adalah kelebihan utamanya. Maka dari itu, tak heran jika Zara akan bersikap seolah sang dokter yang orang bilang memiliki wajah bak orang Korea itu adalah orangtuanya.
" Gift kita mau jalan-jalan kemana?."
" Kita ke Time Zone sayang." Jawabnya lalu mengalihkan pandangannya lagi pada jalan.
" Wahhhh!, Aku udah lama gak pergi ke sana. Aku nanti mau main tembakan dan bunuh semua Zombie jelek yang bakal nyerang aku.." Katanya semangat.
Lidya tertawa melihatnya.
" Kamu lucu banget sih, "
" Hehe."
" Kamu sayang gak sama gift?." Tanya Lidya iseng.
" Sayang dong." Jawabnya cepat.
" Kalo sayang, berarti kamu anggap Gift itu kaya apa?."
" Papa aku."
Mendengar nya membuat Lidya kembali melihat Zara yang masih tersenyum manis padanya.
![BEST OF ME [ Love ]](https://img.wattpad.com/cover/124121661-64-k643428.jpg)