Don Dona Madona Kekasihku

9 1 0
                                        

 “Don Dona Madona aku mecintaimu…” jreng…jreng… jreng… suara rambasan gitar antik berwarna cokelat yang dipadukan dengan warna kuning. Pemilik gitar itu seorang lelaki tampan berusia dua puluh empat tahun tahun. Badannya padat berisi sesuai dengan tingginya yang 170 cm. Ia keturunan campuran antara  suku Jawa dan Batak sehingga dia memiliki wajah yang eksotis. Lelaki tampan itu bernama Feri yang bekerja di perusahaan mebel milik keluarganya. Ia sering sekali menyanyikan lagu itu ketika seorang wanita yang ia sukai lewat di depan rumahnya. Wanita itu seorang gadis melayu yang berparas cantik, berbadan molek, hidung mancung, rambut panjang hitam terurai, dan berkulit putih. Kecantikannya membuat Feri sangat ingin memilikinya. Umur wanita itu lebih muda darinya yaitu 22 tahun dan tingginya 161 cm. Ketepatan rumah wanita itu tidak jauh dari rumahnya yang jaraknya hanya sekitar tujuh rumah.

            Sore harinya, seperti biasa Feri selalu duduk di depan teras rumahnya sambil memegang gitar. Ia terlihat menunggu seseorang.  Matanya yang liar selalu melirik kesana kemari seperti merindukan hujan yang tak kunjung turun. Tiba-tiba saja yang ditunggu-tunggunya muncul, dia langsung memainkan gitarnya. Tetapi sebelum menyanyikan sebuah lagu ternyata ia sudah meciptakan lagu khusus untuk wanita itu. Judul lagunya Don Dona Madona kekasih ku.

Jreng… jreng… jreng… intro yang di rambasnya mewakili permulaan bunyi gitar yang indah.

            “Don Dona Madona aku mencintaimu, ijinkanlah aku mejadi kekasih hatimu…”  melirik dengan tatapan penuh harap ada balasan. Ketika itu pula wanita cantik itu melirik kearah Feri dan melemparkan senyuman manis.

            “Don Dona Madona dengarlah suara hati ini yang sangat menginginkanmu. Jadilah dewi dalam hidupku. Kan ku sirami bunga-bunga cinta dalam hidupmu.” Berpindah tempat lebih dekat lagi dengan wanita itu. Dengan malu-malu wanita itu tersenyum sambil menutup mulut hingga menutup hidung dengan kedua tangannya sambil tersipu malu. Wanita itu memberhentikan langkahnya dan sebentar terdiam sambil melamun tersenyum-senyum di depan rumah Feri. Entah apa yang dilamunkan, Feri pun menepuk pundak wanita itu. Sontak ketika wanita itu kaget tidak karuan. Lelaki yang ia dengarkan lagunya tiba-tiba saja mengagetkannya.

            “Hei..! suaraku merdu yah sampai-sampai kamu melamun.” Tandasnya.

            “Eh… ah… tidak-tidak. Maaf saya buru-buru.” Berlari kecil menuju rumahnya.

Feri hanya bisa senyum-senyum melihat tingkah aneh wanita itu.

            “Aih kok malah lari sih. Aku bukan setan! Main kabur aja. Padahal aku mau kenalan denganmu.”  Teriaknya.

            Selama ini mereka belum pernah berkenalan secara langsung. Feri tahu nama wanita itu Madona ialah dari tetangga. Ceritanya saat itu Feri sedang membeli rokok di warung dekat rumah Madona. Ada salah seorang wanita tua menggosip mengenai wanita itu, ia mengatakan bahwa Madona adalah anak yang sangat berbakti kepada orangtuanya,  suka menolong, ramah, dan tidak sombong. Meskipun kehidupannya sangat mewah ia tetap saja berperilaku baik kepada setiap orang. Tidak seperti kebanyakan anak sekarang yang baru memiliki kehidupan setengah mewah sudah bagaikan anak seorang raja. Malahan tidak pernah memandang orang kecil seperti peminta-minta di jalan. Saat itulah Feri penasaran dengan sosok gadis yang di gosipkan itu. Perlahan-lahan Ia mencaritahu. Karena, selama ini ia tinggal di luar kota selama 2 tahun sedangkan Madona Baru setengah tahun tinggal di kompleks yang sama dengan rumah Feri. Jadi wajar saja bahwa Ia tidak mengenal siapa itu Madona sesungguhnya.

            Malam menjelang pagi, Feri berolahraga di depan rumahnya. Kali ini dia tanpa gitar antiknya. Ia seolah-olah tahu kapan saja jadwal wanita itu akan keluar untuk bekerja. Tetapi disayangkan wanita yang memiliki nama Madona itu tidak kunjung muncul hingga pukul 10.00 WIB. Terlihat murung wajah tampan lelaki itu. Ia duduk tersungkur di kursi sofa miliknya sambil meneguk segelas air putih yang sudah disuguhkan oleh pembantunya. Setelah meneguk habis air putih dia pun masuk kerumah dengan harapan yang kosong. Harapan bertemu dengannya di pagi hari tidaklah berjalan sesuai mestinya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 27, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Don Dona Madona KekasihkuStories to obsess over. Discover now