sebelum ini,
sepasang retinaku
tak mampu menangkap proyeksi
telingaku berhenti berfungsi
sebelum ini
kedua kakiku mendadak berhenti tangan-tanganku tak berguna lagi
jangan tanya soal hati
mati
keinginanku merepih sepi, digempur paksa oleh polah tingkah tak berhati sakit hati
luka hati
patah hati
sebelum ini aku tertidur
dalam mimpi
berbenah diri
menutup hati
untuk siapapun yg menghampiri
tak ingin aku luka lagi
kutilik pelan
dari tembok yg kubangun sendiri
di ujung jalan sunyi
sosokmu berdiri
menanti
terus menanti
derap langkahmu mendekat
mencoba mengeruk
sebata
demi sebata
dinding ini
aku bungkam
mencoba meyakini
ini bukan mimpi.
cahaya menyusup setitik
dua...
dan kemudian tiga titik
hingga tubuhmu bukan hanya siluet lagi kau di hadapanku kini.
kehadiranmu membawa pagi
yang membangunkan sakit ini
seperti menabur garam di atas lukaku perih
pedih
lewat rekah senyummu
terbisik asa baru
meyakini bahwa yg dulu tak akan terulangi
menjaga hati lebih baik lagi
dan dindingku runtuh
entah ramuan apa yg kau bawa
hingga aku memutuskan untuk yakin
pada barisan kata yg kau bilang janji
memudarlah ragu
ketika jemarimu menggenggam erat
ketika pelukanmu mendekap
langit yang jadi saksi.
aku memberimu satu lagi
hati ini tak utuh,
karna ada bekas luka di sana
yang dulu kau ciptakan sendiri
kumohon,
perbaiki.
sebelum ini, aku mati
mati suri
karna pada akhirnya aku hidup lagi
melihat lagi
mendengar
dan berjalan lagi
lewat bait ini aku berpuisi
menuangkan jeritan sanubari
karna sebelum ini, aku mati
setelah ini,
bersamamu aku berdiri.
YOU ARE READING
Puisi Malam
PoetryRank #1 PuisiMalam Kumpulan diksi yang terhubung menjadi puisi. Diambil dari perasaan-perasaan yang tetiba muncul usai membaca novel pinjam dari teman. Atau sekadar curahan hati sahabat sepulang sekolah. Teruntuk kamu yang mencari sajak, menggali ka...
