winter love-sehun yoojung

272 27 5
                                        

Winter love
Author: hanyEddera96
Chast: oh sehun, yoojung
Genre: romance, sad

Disclaimer:
Ff ini berasal dari imajinasi hany sendiri dan terinspirasi dari lagu milik the one yang berjudul 'winter love'. Maaf kalau alurnya berantakan.

Summary:
"Karena kita sama-sama pernah terluka, aku harap kita bisa mengukir bahagia bersama..."

Happy reading....

<Winter 2017

Satu tahun berlalu, sehun dan yoojung sudah sangat dekat. Karena mengalami rasa sakit yang sama mereka mampu saling memahami.

Yoojung percaya jika sehun adalah takdirnya dan sehun percaya bahwa Tuhan mengirim yoojung untuknya.
Namun takdir tak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Saat keduaya benar-benar saling menyayangi, takdir lain membentengi mereka. Ada dinding yang membatasi kebebasan untuk mereka berasama.

Yoojung menatap lurus namja yang terbaring dengan berbagai alat batu hidup. Namja yang sangat ia sayangi.
Leukimia stadium akhir. Itulah dinding pembatas mereka. Namun setidaknya  beruntung masih bisa melihatnya hari ini.

"Yoojung-ah!"
Merasakan sentuhan lembut dipundaknya, yoojung menoleh dan mendapati seorang wanita paruh baya berdiri dibelakangnya.

"Jangan menahannya. Kau tidak akan bahagia jika terus memandanginya yang bahkan tidak bisa membuka kedua matanya. Kau berhak bahagia dengan namja lain. "

Dia salah. Justru yoojung sangat bahagia bisa melihatnya meskipun dia tidak melihatnya. Kebahagiaan yoojung adalah sehun dan dia juga berharap sehun bahagia.

Ditatapnya lagi namja tampan dengan kulut pucat itu. Namja itu tak bergeming sedikitpun kecuali nafasnya yang terdengar beraturan.
"Karena kita sama-sama pernah terluka, aku harap kita bisa mengukir bahagia bersama."

##

Kebahagiaan itu ada didepan mata, namun terasa amat jauh. Yoojung melihat seyum manis itu lagi, tapi ia tak tahu harus tersenyum atau menangis.

Tersenyum untuk melihatnya atau menangis karena semakin dekat waktu untuk berpisah. Pada akhirnya ia menarik bibirnya untuk tersenyum. Senyuman yang mungkin ia berikan untuk hari terakhirnya.

"Bisakah kau menemaniku hari ini?" suara yag hampir satu bulan ini tak terdengar akhirnya bisa ia dengar lagi. Yoojung mengangguk masih dengan senyumnya. Setidaknya ia bisa menguatkan hatinya untuk menjaganya sekali lagi.

Yoojung mendorong  sehun yang berada di kursi roda menuju taman rumah sakit. Salju pertama tahun ini tidak terlalu deras.
Sehun medongak kearah langit dan butiran salju mengenai wajah pucatnya. Senyumnya masih tertahan meski gurat kesedihan itu juga terlihat.

"Gwaencgana? Udara disini sangat dingin." ujar yoojung  dengan kekhawatirannya. Sehun menggeleng sembari menatap yoojung hangat.

<yoojung p.o.v>

Angin tertiup dan sepertinya itu akan membawanya pergi jauh. Jadi hari ini aku akan berada disisinya dan melindunginya lagi. Aku berdoa agar doaku sampai kesurga. Aku berdoa untuk cinta kejam yang tak bisa aku hetikan ini.

Aku menatap namja dipangkuanku saat ini lekat. Wajahnya sangat tenang saat jedua matanya tertutup. Aku berharap bisa melihatnya dalam waktu yang lama.

"Yoojung-ah!" matanya terbuka perlahan, menatap tepat dimaik mataku. "Gomawo." ucapnya lagi tanpa menatap kearahku. Ia hanya menerawang kearah lagit.

"Kenapa berterima kasih?" tanyaku sembari mengelus surai hitamnya.
"Karena kau tetap bersamaku. Kau terus berdiri menatapku, berdoa untukku dan tetap disampingku...." sehun menatapku lagi dengan wajah sendu. "Yoojung-ah! Bisakah kau melepaskanku?" aku mengerutkan keningku tak mengerti. Sehun kembali memalingkan wajahnya kearah lain.

"Orang itu menyakitimu dan membuatmu sedih. Aku juga sama sepertinya. Aku hanya ingin kau bahagia dengan orang yang benar-benar menyayangimu dan bisa melindungimu." aku menggeleng.

"Ania..." sehun menatapku lagi. "bahkan jika hidupku hancur hanya ada satu orang, hanya ada satu orang untukku. Aku akan selalu berada disampingmu. Aku mencintaimu, aku akan bersamamu.... Aku akan selalu menjagamu." tagan sehun terangkat untuk menghapus jejak air mata yang entah sejak kapan mengalir. Dan aku melihat senyum itu lagi.

"Untuk itulah aku berterima kasih padamu. Aku minta maaf karena tidak bisa melindungimu. Tidak bisa berdiri disampingmu dan menemanimu. Yoojung-ah! Bisakah aku memelukmu."
A

ku hanya bisa mengangguk dan dengan cepat membawanya kedalam pelukanku.

"Gomawo. Saranghae yoojung-ah!"
Isakanku tertahan. Tangan yang memelukku terkulai. Aku mempererat pelukanku berharap bisa menghangatkan tubuhnya yang mulai dingin.

Tidak. Aku tidak akan menahannya. Jika sehun bisa bahagia dikehidupan selanjutnya, maka aku akan mengantarnya dengan bahagia.
Ya. Aku bahagia tidak lagi melihatnya menahan rasa sakit yang teramat. Aku bahagia karena dia bahagia.

"Sehun-ah! Aku mengirimmu dengan kebahagiaan. Aku harap kita akan bertemu dikehidupan selanjutnya."

END......

Thanks untuk yang udah baca.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 06, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

winter loveStories to obsess over. Discover now