Mungkin dahulu aku pernah jatuh cinta. Rasanya biasa.
Kemarin-kemarin aku juga pernah jatuh cinta. Sama aja.
Namun, lain dengan sekarang. Rasanya aneh. Menggebu. Ada hasrat untuk selalu ingin menjaga. Menjaga perasaan agar tidak hilang. Dan tidak di ambil orang.
Belum pernah aku jatuh lebih dalam. Sekeras ini.
Aku tulis ini sambil dengerin lagu yang di ciptain Melly Goeslaw, judulnya Menghitung Hari.
Liriknya, "jangan kau beri harapan padaku seperti ingin tapi tak ingin. Yang aku minta tulus hatimu, bukan pura-pura..."
Dalem banget yaa.
Oiya, aku belum kenalan. Namaku Fara Putra Malik. Karena nama Ayahku Malik, jadinya aku di beri nama Fara Putra Malik. Kata Ayahku, biar nantinya aku gak ketukar sama anak orang. Atau paling tidak saat jalan-jalan ke mall dan tiba-tiba aku menghilang, Ayahku bisa langsung menuju pusat informasi dan mengatakan, "Pemberitahuan, di cari Fara Putra Malik, Putranya bapak Malik, terakhir di lihat di depan musholla perempuan..."
Iya, aku memang pernah hilang waktu jalan-jalan ke mall dulu. Karena aku salah masuk musholla. Aku malah masuk ke musholla perempuan.
Aku dua bersaudara. Punya adik perempuan yang usianya beda 15 tahun denganku. Itu karena ketika aku duduk di bangku SMA, aku gak sengaja bilang ke Ayahku,
"Ayah, kenapa aku gak punya adik?" Kataku.
"Kamu lagi main tebak-tebakkan?" Balas Ayahku.
"Bukan, yah. Aku serius. Kenapa aku gak punya adik?"
"Memangnya kamu bisa ngurus adik?"
"Memangnya ayah bisa bikin adik?"
"Bisa! Kamu yang belum bisa!!!"
Beberapa minggu kemudian ibuku bilang kalau aku akan punya adik. Ayahku tersenyum sinis kepadaku yang aku bales dengan senyum palsu.
"Tuh, kan, apa Ayah bilang. Ayah bisa bikin adik."
Aku hanya diam sambil seolah-olah aku ikuti gerakan mulutnya. Meledek.
Aku anak durhaka saat itu. Tuhan maafkan aku.
Sambil dengerin lagu-lagu karya Melly Goeslaw, aku coba menulis ceritaku. Cerita dimana saat aku mulai mengenal dia. Wanita yang selalui menghantui pikiranku. Nampaknya ini akan jadi cerita cinta...sedih misalnya, atau lucu. Semoga aja...
YOU ARE READING
Mengapa Cinta?
RomanceRindu tak terbalas. Cinta tak berujung. Aku bingung. Sedikit curhat pada hujan. Wahai hujan, semoga kau tak bosan mendengar ceritaku.
