Pagi yang Panas

7.4K 218 14
                                        

"Ohhh, shh, M-masterhh."

"Yes Baek?"

"Ahkk, M-master faster please, ahhn."

"I can't hear it."

"Ohh Master, help me. Tusuk lubangku yang mehh-menjijikan ini dengan penismu yang besar dan berurat. Ahhk, sampai kakiku patah s-sekalipun-"

Slap- slap-

"Kyahh, Master~"

Crott

Kaki Baekhyun merengkuh kuat badan masternya, matanya terpejam dan badannya membusur. Baekhyun sedang menikmati detik-detik ia melayang di langit ke tujuh.

Lalu setelah ia sadar tatapan dingin masternya.

"Enak? Setelah kau kotori dan membuat kusut setelanku."

"M-master," cicit Baekhyun.

"Aku bahkan belum mengizinkanmu orgasme."

"Ma-"

"Aku mau kau eksibisionis di kantorku."

"M-"

"Tidak ada penolakan. Tunggu di sini."

Sehun beranjak dari ranjang besarnya dan kembali dengan membawa setelan kemeja putih tipis dan celana kulit hitam yang panjang.

"Nah pakai ini."

"B-baik Master."

"Koreksi, sekarang Oh Sehun, Sehun."

"Baik S-sehun."

"Anak pintar."

2 menit kemudian.

Baekhyun keluar dengan kemeja putih semi transparan dan celana kulit warna hitam yang ketat. Sangat cocok untuk bentuk kakinya yang indah.

 Sangat cocok untuk bentuk kakinya yang indah

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Babe, no underware please."

"T-tapi-"

"Aku juga no underware sayang, jadi lepaskan celana dalammu."

"B-baiklah Sehun."

Sehun diam-diam menyeringai, mungkin berpikir untuk menyetubuhi Baekhyun sembari menempuh perjalanan menuju kantor? Atau di beri blow job saat rapat nanti? Ah, Sehun sudah tidak sabar rupanya.

"Wah, Baek, kau terlihat, hot."

"Terimakasih S-sehun."

"Nah, sekarang ayo kita berangkat ke kantor." Kata Sehun sambil menghadiahi Baekhyun remasan kencang di bokongnya.

Setibanya di kantor-

Tap- tap-

Sehun berjalan melewati lobby kantor yang ramai. Saat memasuki gedung, para karyawan mulai membungkuk; memberinya hormat yang begitu besar.

Mereka tidak tahu kalau di balik sosoknya yang bijaksana dan adil ada sisi kejam dan rasa ingin mendominasi yang tinggi.

Sedangkan Baekhyun terus mengekorinya sampai masuk ke ruangan Sehun. Oh Sehun berjalan santai menuju meja kerjanya lalu mulai menata dokumen yang sedikit berserakan di mejanya; menyingkirkannya dari meja.

"Baekhyunee, kemari," titah Sehun sambil menujuk meja kerjanya.

Baekhyun lalu duduk manis di atas meja seperti anjing yang menunggu perintah tuannya.

"Hhh, kau manis sekali sih. Aku ingin memakanmu."

Sehun mengelus perpotongan leher Baekhyun dan menghembus napasnya di sana.

"Eunghh, S-sehun."

"Hmm, aku butuh hiburan."

Sehun menggamit jemari lentik Baekhyun, lalu membimbingnya menuju gundukan besarnya. Gerakan memutar ke kanan lalu ke kiri, ke atas lalu ke bawah, sampai tangan Baekhyun bergerak bukan atas kendali Sehun dan semakin liar.

"Aah S-sehun, a-aku meng-menginginkanmuhh, ahhn."

"Yeah, mendesahlah bitch. Cari kenikmatanmu sendiri."

Dan setelah berkata seperti itu, Sehun menghempaskan tubuhnya di kursinya lalu duduk diam mengamati Baekhyun dengan intens.

"Aahh. S-sehunn," Baekhyun mendesah kecewa.

Ia turun dari meja lalu mulai menggosok gosokkan bulgenya ke paha Sehun. Sampai keringat membuat kemejanya menjiplak nipple mengeras Baekhyun. Masih tidak puas, Baekhyun menggenggam jemari panjang dan besar milik Sehun, lalu ia masukan ketiga jarinya ke dalam mulut hangatnya.

"Uffttt, uhhmmp."

Usaha keras Baekhyun masih terlihat seperti "Ia bermasturbasi dengan mayat hidup yang sedang turn on."

"Ahh ahh ahh, S-sehunn, masihh-masih kurang. Ahhnn, Sehuuunn ahh."

"Bitch, apa hanya ini usahamu? Terus lah melompat dengan bokong jelekmu, teruslah gesek penis rusakmu itu!"

"Ahh M-master."

Dan hanya perkataan tajam Sehun yang dapat memancing precumnya keluar.

Plak-

"Ini di kantor bitch. Mau kuhukum ha? Kau mau telanjang di depan karyawanku kan? Lalu berlari-lari mengitari kantor, haha, jangan lupa penis kecil dan rusakmu mulai berwarna kemerahan menggantung di antara pahamu yang jelek."

Baekhyun semakin terangsang dengan seiring tajamnya perkataan Sehun lalu ia mulai mempercepat gesekkannya di paha Sehun.

"Ahhhnn M-masterr."

Crott-

Sprema membasahi celana Baekhyun, mengalir sampai paha dalamnya.

"Kau tunggu hukumanmu di sini. Aku mau rapat. Kalau kau kabur dari kantor, akan ku perkosa di air mancur itu," Kata Sehun sambil menujuk air mancur dekat dengan lobby kantornya.

Gulp-

Baekhyun kembali terangsang membayangkan ia bersama masternya bersetubuh dihadapan banyak orang, lalu banyak kamera yang mengabadikan momen panasnya itu, kemudian-

"Pikiranmu kotor sekali Baek."

"S-sehun."

Lihatlah, bagaimana usaha Baekhyun menyembunyikan semburat merah di pipinya. Ia malu sekali ketahuan berpikiran mesum di depan masternya.

"45 menit lagi aku kembali. O ya di dalam pintu itu ada ranjang besar, bisa kau pakai untuk tidur jangan lupa dikunci kalau kau sudah masuk."

"Ya Sehun."

Sehun tersenyum bangga lalu mengusak rambut lembut Baekhyun.

.

.

Gmn chingu ? Lanjut? Atau end?

gomawo udah sempetin baca, chu~

Slutty SlaveWhere stories live. Discover now