Sempurna...
Satu kata selalu aku ucapkan dalam hatiku. Kau memang hebat dalam hal mengambil hati orang. Wajahmu... Aku menyukainya.
Matamu...
Mata bulatmu memancarkan sinar yang siapa saja melihatnya pasti terhipnotis. Ditambah eyes smiles mu itu bisa membuat orang mati rasa dan kaku ditempat. Apalagi saat kau mengeluarkan aegyo mu yang puppy eyes ingin rasanya aku mengarungi(?)
Hidungmu...
Hidung mancungmu bisa membuat orang yang didekatmu rasanya ingin menggigitnya, apalagi saat gaya tengil dan centilmu.
Tapi lucu.
Pipimu...
Benda yang bulat itu sangat inginku makan dan saat benda itu menggembung ingin rasanya aku kecup dan ku gigit. Pasti rasanya manis seperti orangnya.
Bibirmu...
Benda kelewat sexy itu sangat menggoda siapa saja yang melihatnya ingin merasakannya bahkan lebih membuat orang terhipnotis daripada matamu. Sama seperti pipimu rasanya aku akan memakan benda itu. Saat kau mengerucut bibir sexy mu, sangat membuatku bergairah sampai aku harus menahan nafsu dan kekhilafanku.
Bahkan kau seperti anak kecil yang sedang ngambek. Apa kau lupa umur? Untung kau lucu, imut, manis, cantik.
Dan satu lagi yang aku suka...
Tubuh mungilmu..
Ya. Tubuhmu mungil pas untuk dipeluk. Pasti beruntung yang bisa memeluk tubuh mungilmu itu. Dengan aroma strobery rasanya seperti sedang memeluk permen raksasa.
Manis.
Aku ingin rasanya memeluk tubuhmu yang saat kau menangis. Kau pernah menangis saat kau rindu orangtua dan adikmu yang ada di thailand itu. Tapi malah si kelinci doyoung sialan itu yang beruntung.
******
Tapi akhirnya keobsesianku telah terkabulkan sekarang kau milikku... Malaikatku...
Aku berjanji akan menjagamu selama masa hidupku.
"Hyung... Isshh. Hyung kok melamun sih" suara itu... Yang membuatku ceria.
"Ihh... Hyung mah~"
"Eh... Ada apa tennie?" tanyaku. Lihatlah dia mengerucutkan bibir sexynya. Aigoo.. Aigoo..
Tuhan tolong beritahu aku caranya untuk bernafas. Ya tuhan rasanya aku mau mati. Eh jangan aku belum mau mati. Aku mau menghalalkan Ten ku dulu.
"Hyung dari tadi melamun. Melamunkan apa sih?" tatapan polosmu rasanya minta dipolosin dan itu bibirmya malah lebih dimajukan. Jadi khilaf pan.
"Aniya.. Tennie~" ucapku sambil mengelus rambut halusnya yang ia rawat selama menjadi trainee. Tapi aku akan merindukan rambutnya yang agak panjang *tapi bukan gondrong* ini. Manajer hyung jahat sekali ingin memangkas rambut cantik Ten.
Tapi Ten pasti bilang "gapapa hyung aku kan manly" aduh Ten kau itu benar mood makerku.
"Hyung bohong"
"Hehe... Iya hyung ngaku" aku ga bisa diginiin.
"Hyung melamunkan apa eoh?" bener dah kaga kuat.
"Hyung melamun karna hyung tak percaya bisa memilikimu Tennie" aku langsung menarik tubuhnya dan kupeluk tubuhnya dan ternyata benar tubuh mungilnya sangat pas untung dipeluk.
"Ih hyung tidak percaya padaku begitu?" Ten melepesakan pelukannya dari tubuhku.
Aku langsung membawa tubuhnya untuk mendekap lagi. Ku peluk erat tubuhnya yang ku yakinkan sekarang ia kehilangan nafasnya.
Aku masih punya naluri jadi aku memeluknya tidak terlalu kencang. Aku itu phobiaan, phobia kehilangan malaikatku.
"Tentu saja tidak chagi... Aku hanya berfikir betapa beruntungnya aku bisa milikimu" aku merasa kepala ten bersandar didadaku. Bisa ku dengar deru nafasnya yang teratur seperti menghirup aroma tubuhku. Ah manisnya.
"Kau tahu tennie... " Ten mendongak. "Dulu itu aku stalkermu tau. Aku itu fanboymu" Ten tersenyum. Bisa ku pastikan pipinya memerah. Aigoo lucunya.
"Kok aku tidak tau hyung?"
Aku mendengar ten yang bicara didepan dadaku memang suaranya kecil tapi aku bisa mendengarnya.
"Bagaimana kau bisa tau chagi... Kau saja selalu sibuk bersama jaehyun, doyoung, dan yang lainnya. Sedangkan aku.. Aku dianggurin, kan sakit rasanya Ten" Ten terkikik geli dan malah memukulku untung pukulannya seperti elusan.
"Iss hyung lebay sekali sih. Aku kan tidak tau. Bahkan aku takut saat kau menatapku seolah aku ini musuhmu "
Jadi dia takut saat aku tatap begitu? Apa aku menyeramkan? Padahal setiap bertemu aku selalu tersenyum.
"Kau takut atau gugup Chagiya~ "
Aku tau dia itu gugup bukan takut, masa wajah tampanku ini ditakuti sih.
"Iss hyung geer". Aigoo dia lucu sekali eoh. Ten membenamkan wajah cantiknya didadaku lagi.
"Ten kau lucu sekali sih. Rasanya hyung ingin memakanmu"
"Ih masa hyung tega sih mau makan ten" tuhkan aku jadi khilaf.
"Emang... Hyung ingin makan ini" ku kecup kedua matanya.
'Chup'
"Lalu ini" sekarang ke hidung mancungnya.
'Chup'
"Dan ini" kini kedua pipi gembilnya
'Chup' 'chup'
"Dan ini juga" kini sasaranku pada bibir cherry nya.
'Chup'
Sepertinya aku ketagihan, ku lumat benda yang pernah ku obsesikan itu. Rasanya manis memang benar manis seperti permen.
Aku tersenyum ten membalas lumatan dariku.
"Eungghh... Hyungghh"
Erangan itu membuatku semakin aku nafsu tapi aku tidak tega kalau ia kehabisan nafas karna ku. Kan kasihan juga aku, harus main solo.
Dengan terpaksa aku harus menghentikan aktifas panas tadi.
"Jja kita tidur. Kalau kau tidak mau....
Ia seperti menunggu ucapanku.
Akan ku makan kauuu... "
"Yak hyung mesum! "
"YAK! KALIAN BERISIK!" upss sepertinya tadi ada induk singa.
"Dengar induk singa ngamuk. Jja kita tidur"
Ku bawa tubuhnya untuk rebahan di kasur kita yang lumayan besar. Dan tak lupa membawa tubuhnya untuk memeluk tubuhku. Ia menaruh kepalanya didadaku dan mencari kehangatan di sana.
"Good night hyung~" ucapnya dengan suara seperti anak kecil. Kiyowo.
"Night too My Angel" aku mengecup pucuk kepalanya dan menyusul ten ke alam mimpi.
"SIAPA YANG KAU SEBUT INDUK SINGA LEE TAEYONG!!! "
"jaljjayo taeil hyung~" sepertinya aku harus benar-benar tidur.
End
Apa ini? Wk ff baru
Ga tau ini Bagus atau engga 😂😂 minta kritiknya dungs
Ff ini mengarah ke AllxTen nantinya
Maafkeun yg ff yg dulu ga bisa up otakku udh Mentok njay 😪😪😪
Budayakan Vote and Comment
YOU ARE READING
TEN
RandomNo prolog Mungkin mengarah ke allXTen Random Warning: bxb, yaoi. Jangan dibaca kalo homophobic
