PROLOG

266 17 5
                                        

Natasya berlari dengan tergesa ke sebuah tempat yang tadi diberitahukan oleh Rima, sahabatnya. Begitu tiba, ia langsung menghentikan langkahnya. Natasya sadar dan ingat bahwa Rima bilang alamat itu adalah sebuah rumah sakit tempat Adrian, kekasihnya dilarikan setelah mengalami kecelakaan. Namun kenyataannya tempat yang kini ada di hadapannya adalah sebuah Taman yang tampak sudah disulap dengan berbagai hiasan yang begitu indah. Natasya pun melangkahkan kakinya memasuki taman itu. Taman itu dikelilingi oleh pagar yang sudah dihias dengan bunga mawar putih, itu bunga kesukaannya, dan juga lilin yang menyala cukup temaram membuat suasana begitu romantis jika saat ini hatinya tidak sedang kacau. Dan di tengah Taman itu ada sebuah meja dengan dua kursi yang diposisikan berhadapan terletak di tengah-tengah hamparan kelopak bunga mawar putih yang dikelilingi oleh deretan lilin yang diformasikan membentuk hati. Ini semua sangat indah. Namun ia sadar bahwa tempat ini bukan seharusnya tempat ia berada. Mungkinkah ia salah alamat??? Seharusnya kini ia berada di rumah sakit untuk melihat kondisi kekasihnya. Rasa cemas dan khawatir kembali membuncah dalam dirinya saat teringat kekasihnya. Ia harus secepatnya meninggalkan tempat itu dan mencari rumah sakit tempat Adrian berada. Namun, baru saja ia membalikkan badannya dan hendak berlari menuju mobilnya, seseorang yang sedari tadi begitu dikhawatirkannya telah berdiri di hadapannya dalam keadaan yang sangat baik-baik saja membuat tubuh Natasya langsung mematung seketika. Pria itu bahkan berpenampilan sangat rapi dan tampan, berbeda dengan dirinya yang berpenampilan acak-acakan karena tergesa dan sangat mengkhawatirkan keadaan Adrian sehingga membuatnya tidak sempat berdandan. Apa maksud semua ini??? Apakah ia bermimpi??? Bukankah tadi Rima bilang bahwa Adrian kecelakaan??? Lalu bagaimana bisa pria itu kini berdiri di hadapannya bahkan dengan senyum manisnya. Dan sebelum Natasya sempat berpikir lebih jauh, pria yang ada di hadapannya itu sudah berlutut lalu tangan kanannya menggenggam sebelah tangan Natasya, sedangkan tangan kirinya memegang sebuah kotak beludru yang terbuka dan menampilkan cincin yang begitu indah.
.
"Marry me??"
.
.
.
.
Segini dulu guys. Typo bertebaran. Jangan lupa vote dan komentarnya ya...

MEMORYWhere stories live. Discover now