Ku tahu celamu tak sengaja berjiwa
Amarah dan benci memberi kesempatan
Kita terlalu perasa
Jangan sia-siakan waktu untuk membenci
Satu jadikan tujuan kita
Hilangkan segala perdebatan yang sia-sia
Berlari ke arah yang sama bukan masalah
Semua punya ruang
Lukis yang kau mau
Karena ceritamu milikmu
(Anganku Anganmu – Raisa feat Isyana Sarasvati)
"Punya lo sudah sampai mana, Xa?" Lelaki berparas oriental dengan kulit sawo matang bernama Nanda itu bertanya pada Alexa. Mahasiswi Universitas Negeri Jember Jurusan Teknik Pertanian Semester 2 yang sekarang lagi sibuk mengetikkan sesuatu pada laptopnya.
"101, Nan." Jawabnya singkat tanpa mengalihkan pandangannya pada laptopnya.
"Lelet banget lo kayak siput. Gue aja sudah 156." Kata Nanda.
"Sialan lo. Itu kan lo sudah mulai dari kemarin. Lah gue baru mulai sekarang." Nanda hanya tertawa kecil mendengar jawaban nyolot dari Alexa.
Seperti biasa, suasana basecamp Event Organizer "PETROS" yang dikelola sekelompok mahasiswa ini selalu ramai kalau mereka lagi berkumpul. Entah berkumpul dalam rangka apa dan apa pun bahasannya, mereka selalu heboh sana-sini. Seperti sekarang, beberapa dari mereka yang bisa meluangkan waktunya berkumpul dalam rangka entrydata tamu House Party salah satu teman mereka yang ulang tahun kemarin. Dan kebetulan temannya itu mempercayakan Petros sebagai EO nya.
Eh, bukannya lo juga dari kemarin? Sama Anna kan?" kata Nanda tidak mau kalah.
"Kan pake laptopnya Anna kemarin. Ih, Nanda. Jangan-jangan lo ngigau kemarin ya? Makanya nggak sadar." Balas Alexa.
"Bukan ngigau, gue cuma tidur sambil jalan-jalan." Kata Nanda. Alexa tertawa terbahak-bahak.
"Suk, suk. Beli lampu yang 65 watt berapa, Suk?" salah satu dari teman mereka, bernama Sandy iseng menggoda Nanda dengan memanggilnya Suk. Berhubung Nanda adalah keturunan Tionghoa.
"Tahi, lo, San." Jawab Nanda sambil tertawa.
"Ih, parah si Sandy." Komentar Alexa tapi juga sambil tertawa.
"Rek, hari ini target berapa? Hayati lelah nih kalau harus kelarin semuanya sekarang." Salah satu dari mereka yang paling tua bernama Audi mulai membuka suara.
"Liat tuh matanya Nita sudah bengkak banget." Kata Alexa sambil menunjuk Nita. Membuat yang lain ikut tertawa.
"Sampai 200 deh. Kan kemarin sudah 100." Jawab Sia. Anggota tertua kedua setelah Audi. Sontak Alexa langsung tidak terima.
"Sialannnn.... Gue kan baru mulai dari satu sekarang. Masa harus ngejar ke 200 juga?" katanya nyolot. Sontak Sandy langsung tertawa terbahak-bahak.
"Bahahahahaa.... Makan tuh data sampe keriting. Bahahahaa... Bayangin si Alexa ngerjain sampai 200. Kita tinggal pulang aja yukk..." kata Sandy.
"Iya. Biarin si Alexa begadang disini. Sekalian suruh bersih-bersih aja. Mumpung basecamp lagi kacau. Ya nggak, San?" giliran Nita menimpali.
"Yo'i, Nit. Gantikan Bik Sumi yang pulkam. Lumayan lah, wajah mirip sebelas-duabelas." Balas Sandy.
"Dihhh, kayak wajah lo bagusan aja. Udah mirip sama satpam perumahan aja sok ngeledek gue." Balas Alexa. Nanda dan Audi seketika langsung tertawa.
YOU ARE READING
ALEXANDRA
FanfictionHari ini hujan turun... Untuk waktu kesekian yang tak dapat lagi kuhitung Dan untuk waktu yang kesekian juga, Hujan mengingatkanku akan segala pincang kakiku Aku benci hujan... Tapi terima kasih untuk berbagi rasa sakit denganku.
