Tampak wajah murung di muka Gadis keturunan jawa itu, ibarat senja yang merindukan malam dan si cebol merindukan bulan. Malam itu tiada bintang dan tiada bulan yang menemaninya, malam sangat sunyi baginya hanya suara alam yang menemaninya, dan seketika ada jangkrik lewat " krik krik ".
Nama dia Dara, Dara Zelma.
" Darr? " ada seseorang yang memanggilnya " daraaaa !" untuk kedua kalinya suara datang , " iyaa mah iya? "dara menyahut dengan wajah cemas dan panik. " ada apa? " sambungnya.
" ini bantuin mamah dong, mamah besok ada acara, nah mamah mau bikin kueh, bantuin mamah dong, ya anaku yang cantik "
pinta mamanya dengan nada menggoda.
" iya mah iya, dara bantuin. " . mereka segera menuju dapur, Ada 90 menitan dara dan di dapur dan dara mulai letih " maahh, Dara udahan dulu ya, dara udah capek. Pun dara juga mau ngerjain tugas dara, boleh ya mah?? " pinta dara memelas " yaudah sana, ini biar mamah aja yang Handle, pun sudah sudah mau siap" seru mamanya" yaudah ya maah, byee " dara melambaikan tangannya dan segera menuju kamar untuk mengerjakan Tugasnya.
Dara Zelma gadis bermata coklat dan berambut agak coklat dengan hidungnya yang mancung dan berbibir tipis, seperti Adelle . nama itu diberikan oleh sang ayah, namun sayang Ayah Dara meninggal saat dara SMP, dia meninggal gara-gara sakit Komplikasi. Dara mempunyai Kakak bernama Angi, kakaknya adalah sosok yang tegas dan bijak, dia sekarang juga jadi dosen di salah satu Perguruan tinggi di Yogyakarta, Dara dan Ibunya hanya tinggal bertiga di jakarta , hanya Dia, Ibunya dan Lek Ngino tukang kebun Dara dan Sopir Dara sekaligus.
Jadi gak heran kalo mamahnya meminta bantuan dara, orang gakada siapa siapa lagi. Dara anak yang suka musik, dia pandai dalam bermain Piano, dengan suara yang merdu juga, memang mirip Adelle , dan itu menjadikan Dara sebagai SuperStar di sekolahnya, di SMA 13 jakarta, sekolah yang terkenal dengan murid murid nya yang HighStyle dan anak orang Sugeh ( Kaya dalam bahasa Jawa) . Tapi lain dengan Dara, dia sangat sederhana, walaupun Alm.Ayahnya ada pabrik tekstil dengan luas ± 6Ha . Tapi hal itu tak membuat Dara sombong.
Pagi itu seperti biasanya Dara akan sekolah " Mah, dara pamit ya. Mau kesekolah dulu. Kunci motor dara dimana ya mah? " tanya dara pada mamah nya. " ada di gantungan samping pintu ke garasi nak, mamah lagi bungkus kue ini bisa ambil sendiri kan?? " ucap mamanya meledek " okemah makasih, ya bisa dong mah dara anak mandiri (Mandi Sendiri) :D jawab dara dengan bercanda.
" yaudah mah Dara pergi dulu, assalamualaikum " pamit dara segera " waalaikumsalam " mamanya pun menjawab salam Dara.
hari itu hari Senin, hari dimana Rata-rata anak sekolah itu malas kesekolah, entah karna liburnya kurang atau karna belum cuci sepatu,
Namun tampaknya hari itu hari yang sial bagi Dara, pasalnya Ban Dara Bocor di tengah perjalanan. Emang sih sekarang masih jam 7 kurang, tapi Dara sangat panik, padahal masuk masih ada 45 menit lagi, dan jarak motor dan sekolahnya juga udah deket " yaampun, mampus deh gue. Mana ban pake bocor segala lagi. " dengan muka cantiknya itu dara memasang muka khawatir, mungkin takut Ketinggalan upacara kali ya😁 .
Dan Dara pun mendorong motornya, pada saat itu pula ada seorang Pemuda memakai Helm Hitam yang menghampiri dara, Dara yang tak tahu siapa pemuda itu . Mulanya diam tapi saat Helm di buka " Daniel ? " Ucap Dara kaget, karna tak di sangka sangka dia bertemu sahabat kecilnya waktu dia masih di Yogya.
" loh? Daraa!? " Daniel pun juga terkejut ketika melihat orang yang ada di hadapannya itu Dara.
" lo kok bisa ada di Jakarta Dan? " tanya dara dengan bingung
" Motor lo kenapa Dar? Mogok? Kempes bannya? " tanya daniel tanpa menjawab pertanyaan dara tadi,
"Ban motor gue Bocor, mana hari ini Upacara lagi ntar gue telat pula, kan barabe " jawab Dara dengan perasaan campur aduk, iya kaya es campur :D
" tenang aja dar didepan sana ada Bengkel kok, sini gue bawa motor lo" tawaran daniel ke Dara
" lah motor lo gimana? Masa di tinggal? " Dara malah tambah pusing
" motor gue lo yang bawa motor lo biar gue yang tuntun "
" yah gak enak dong, mending kita sama sama tuntun aja " .
Sesampainya di Bengkel Dara menagih jawaban Daniel atas pertanyaan Dara tadi " Lo belum jawab pertanyaan gue, lo ngapain ada di Jakarta? " tanya dara dengan ngotot sambil menatap Daniel sinis dan memegang pundak Daniel
" lo tuh ya, dari kecil sampe sekarang gak berubah tingkat pengen tau nya tinggi banget istilah nya itu KeBang ( KepoBanget) " celetus Daniel dengan candaan
" ya gimana gak kepo coba, tiba tiba gue ketemu Sahabat SD lama gue di sini " jawab dara dengan kening mengkerut
" Gue pindah disini pas SMP Dar, gue tinggal sama Oom gue, " jawaban daniel membuat dara semakin bingung, iya kaya Upin bingung saat bayangan Ipin menghilang ,
" Nah Ibu Bapak sama kakak lo gimana? Baik baik aja kan? "
" Ibu , Bapak gue baik Dar, cuman Kakak gue meninggal, "
" Kakak lo meninggal kenapa dan? "
"Kakak gue meninggal karena Sakit, Sehari sebelum dia Wisuda " ucap pemuda itu dengan raut wajah sedih
" Maaf ya dan gue gaktau, oh iya sekarang lo sekolah di mana? "
" gue sekolah di SMA 8 dar, kapan-kap. "
Belum sempat daniel melanjut kan ucapannya dara sontak langsung histeris ketika melihat Arloji sudah pukul 6.56 WIB
" duh mampus gue " ucap Dara sambil menepuk jidat
" kenapa Dar? " tanya daniel heran
" 19 menit lagi gue masuk, nah motor gue pasti lama siapnya... "
" ooh, lo khawatir ya. Mending gue anter deh lo kesekolah " ucapan Daniel itu membuat Dara kaget, entah karena apa,
" Lah emang lo gak sekolah? Gakusah deh takut ngerepotin " tolakan Dara tak di hiraukan Daniel.
"Udah naik aja " cetus Daniel supaya Dara cepat naik, dan Daniel mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, dengan gaya ala Valentino Rossi. Tentu saja membuat Dara takut , sambil menutup mata dia berdoa supaya tidak terbang melayang ke atas awan sambil mabuk kepayang.
" Dan kurangin kecepatannya dong, gue takut " pinta Dara agar Daniel mengurangi kecepatan motornya " Daniel hanya tertawa
" Dar, udah sampe nih di Sekolah lo. " ucap Daniel sontak membuat dara kaget dan berfikir Kenapa tiba tiba sudah sampai apakah dia menggunakan jurus Seribu bayangan milik Naruto? Atau makan Mie sedap kari ayam turbo? Banyak pertanyaan konyol nan aneh di fikiran Dara
" What? Udah sampe? " ucap Dara kaget dengan muka seperti habis mendapatkan Pajero Sport dari atas langit.
" Udah gih masuk. Ntar lo telat " Daniel tak ada basa basi lagi dia langsung pergi meninggalkan Dara.
" Dannnn, Makasiiih" teriak Dara, karna dia belum sempat berterima kasih pada Daniel tadi.
Siang itu, sekitar jam 2 siang murid SMA 13 pun pulang. Karna hari ini guru rapat jadi mereka pulang cepat, dan Dara berniat mengambil motornya di bengkel, namun sangka tak di sangka rupanya ada Daniel menunggu Dara di dekat Gerbang.
" Lo ngapain disini Dan? " tanya Dara.
" Nungguin lo , ayok naik " seru Daniel meminta Dara untuk segera menaiki motornya. Lalu mereka bergegas pergi menuju bengkel, sesampainya di bengkel
" Dan makasih ya, dan maaf gue udah ngerepotin elo "
"iya gakpapa Dar, oh iya ntar malam ada waktu gak? "
" ada sih, emang kenapa? "
" gue pengen main kerumah lo, sambil mau bawa lo ke suatu tempat "
" mau di bawa kemana? "
" ke penghulu beb :D "seru Daniel dengan candaan.
" Oh my god? are you seriously? " ucapan Dara menbuat Daniel tertawa
" ya enggak lah, lagian siapa yang mau sama lo. Oh iya alamat rumah lo dimana Dar? "
" Rumah gue di cipete, dibelakang SMP Al-Ikhlas " .
"Yaudah gue balik dulu Dar "
Sore itu Dara bercerita pada Ibu nya mengenai Daniel, Sahabat kecil Dara sewaktu di Yogyakarta.
"Mah, mamah inget Daniel gak? "
