Langit dan awan

51 0 0
                                        

Prolog :

Kita seperti langit dan awan, bersama tapi tidak menyatu. (Sabiya Malaika)

Setiap manisnya pertemuan, pasti terselip luka yang lebih mendalam ketika perpisahan. Dibalik peristiwa manis, banyak kenangan yang berwujung menjadi rindu. Antara aku dan kau, atau terlepas pada diriku sendiri. Dan aku sadar, kini. Saat berada jauh diatas sini, aku menyadari. Kau adalah langit dan aku awan. Udara (waktu) lah yang mempertemukan aku denganmu. Meski tak bisa menyatu...

Kisah ku bermula disini...

Langit dan awanWhere stories live. Discover now