chapter I

93 1 0
                                        

Suara desir ombak di pinggir tebing yang tinggi seakan tidak dapat menghentikan amarah seseorang disana bahkan pertengkaran sepasang kekasih itu semakin mengkeruh.

"Dan aku ini bukan wanita yang dapat kamu bodohi bahkan seluruh dunia tahu kalau kamu ada main dengan anak magang itu kan?" Riri seakan sudah muak dengan segalanya bahkan dengan gosip yang mendera kekasihnya saat ini.

"Ri please dengarkan aku dulu semua yang kamu dengar di media itu salah kamu sendiri bahkan tahu kalau aku hanya mencintai mu seorang" daniel terus berusaha menjelaskan apa yang namun apa daya semua tidak di dengarkan oleh riri.

Sebuah truk melaju dengan cepatnya di area tebing dan karena kehilangan kendali dengan kendaraannya supir truk itu berusaha membanting stir agar tidak jatuh ke jurang namun apa daya truk tersebut malah menabrak bagian kiri mobil yang sedang daniel kendarai dengan kerasnya.

"Riri....." daniel melihat dengan jelas bagaimana tubuh riri terhantam oleh truk besar itu hingga kepalanya terbentur saat kaca mobilpun pecah bersamaan dengan terseretnya mobil daniel.

"Dan maafkan aku karena tidak mempercayaimu..." di saat terakhir riri ia berharap daniel akan memafkannya karena pertengkaran ini pun berawal dari ketidak percayaan riri pada daniel.

"Ri .. riri... bangun sayang... aaaaaaa" daniel yang frustasi berteriak dengan kerasnya di ujung jurang itu sambil menatap wajah riri yang sudah berlumuran darah dan tidak sadarkan diri.

Ternyata riri tidak dapat di selamatkan dari kecelakaan maut itu membuat keluarga satu satunya dalam hidup ini bagaikan kehilangan arah.

"ka riri... kenapa ninggalin cinta sendiri??" Cinta tidak kuasa harus kehilangan orang yang ia cintai lagi dan lagi.

"Sabar nta mungkin ini yang terbaik buat riri" santi sahabat cinta berusaha menenangkannya dengan mengusap punggung cinta yang masih terbaring di liang lahat milik kakaknya itu.

"Bahkan pacarnya ka riri yang sudah membuat kak riri seperti ini saja tidak datang untuk melihatnya terakhir kali, apa ini yang terbaik untuk ka riri san? " cinta terbawa emosi saat mengetahui bahkan pacarnya riri tidak datang ke pemakaman hari ini.

Semenjak orang tua riri dan cinta meninggal 3 tahun yang lalu karena kecelakaan pesawat mereka harus hidup mandiri.

Riri bekerja sebagai sekertaris di salah satu perusahaan ternama di jakarta sedangkan cinta masih kuliah dan karena cinta termaksud murid yang pintar serta berprestasi jadi ia tidak perlu repot untuk mencari biaya kuliah karena ia kuliah dengan uang beasiswa yang memberikan ia kuliah gratis bahkan uang jajanpun cinta mendapatkannya setiap bulan dari kampusnya.

Mulai hari ini cinta berusaha iklas dengan semuanya dan ia berjanji akan menjadi anak yang tidak membuat malu akan nama orang tua serta kakaknya, seminggu lagi cinta wisuda dan setelah wisuda ia akan hijrah ke jakarta untuk mencari kerja.

"Cinta....ayo nanti kita telat ke kampus kamu..." santi yang saat ini tinggal bersama dengan cinta di rumah sederhana mereka.

"Iya san ini sudah selesai.."cinta sibuk mengenakan kebaya berwarna biru laut dan hendak mengenakan high heels nya saat ini.

"Wow kamu cantik banget cin.. sumpah aku gak bohong " santi memuji kecantikan cinta yang memang memiliki kecantikan alami keturunan dari papa dan mamanya

"Akhhh ya sudah ayo san nanti kita telat" cinta berusaha tidak membahas itu dan segera berlari menuju kampus yang tidak jauh dari rumah mereka.

Cinta lulus dengan predikat cum laude , cinta sendiri sangat senang atas pencapaian akan kerja kerasnya selama ini dan seandainya kedua orang tua cinta dan kakak tercinta nya masih ada di dunia ini mereka pasti bangga padanya .

Mr. Perfect...Where stories live. Discover now