Asa

451 10 2
                                        


              Matahari menyembul malu di sela awan kemerahan, geliat pagi kurasakan terlalu awal hari ini. Masih ingin kupeluk malam menggantikan pelukan mesra kekasih yang hilang.

Hari ini, untuk kesekian kalinya kecewa oleh janji kekasih hati. "Ah entah dimana dirimu". Matahari dan bulan terus berganti, tapi tidak pernah ada angin yang menitipkan pesanmu untukku.

Pernah ada semburat ceria dihati ini, ketika kau limpahkan aku dengan kasih sayangmu. Saat itulah aku merasa menjadi perempuan teristimewa.

Kadang aku bertanya sendiri, haruskah ku kunci hati ini untuk terus menjaga rasa yang pernah kau berikan untukku. Sampai saat ini aku tidak pernah tahu jawabnya.

Ya Robbana, mungkinkah ini saat aku harus menerima semua garis tangan yang telah Kau tentukan untukku. Beri aku tambahan rasa ikhlas di hati untuk menerima semua suratan takdirku.

Kekasih hati, kudoakan kau bahagia di manapun kau berada. Aku akan selalu menunggu angin yang menyampaikan kabar tentang dirimu.

kumpulan cerita cintaStories to obsess over. Discover now