Angin berhembus, menghanyutkan mata untuk terpejam,dan suara burung memanjakan telinga,seolah mahluk-mahluk tersebut bernyanyi dengan sebuah ritme yang membuat bibir ini tersenyum. Begitulah Suasana di suatu desa bernama Corien,yang terletak di balik gunung,yang bernama "gunung bungkuk".
Sejenak ku terdiam dan membuka mata,karena seseorang memanggil namaku "Alardo....Alardo...." suara yang begitu ku kenal sejak pertama kali diriku menginjak bumi,ya siapa lagi kalo bukan Ibu-ku,aku bergegas turun dari pohon yang biasa aku pakai untuk menyegarkan pikiran.Seperti biasa Ibu-ku akan marah "Sudah Ibu bilang,jangan pernah lagi naik pohon,nanti kau bisa jatuh nak."
"Aku sudah cukup dewasa Bu,untuk bisa menjaga diriku sendiri.Kenapa Ibu tiba-tiba kesini?" sahutku keras kepala,tidak mempedulikan resiko jika aku terjatuh dari pohon.
"Kamu lupa hari ini hari apa?astaga nak,bagaimana Ibu-mu ini bisa menganggapmu seorang yang sudah dewasa,sedangkan kau saja lupa hari ini hari pertamamu sekolah,ingat kau itu murid baru".
Aku bergegas berjalan menuju rumah ku untuk menyiapkan diri pergi ke Sekolah baruku. Sekarang sudah jam 08.15 pagi, aku sudah telat satu jam. Cepat-cepat aku memakai seragam sekolah ku yang bajunya berwarna putih,dan celananya berwarna hijau rumput. Setelah aku sudah selesai menyiapkan diri ku untuk pergi ke sekolah,Aku membawa tas ransel kulit ku berwarna coklat ke sekolah.
Setelah tiba di depan pagar sekolah,aku terdiam melihat sekolah yang sangat besar dan megah tersebut. Sekolah ini memiliki dinding yang terbuat dari tumpukan batu-batuan berwarna abu-abu,serta mempunyai atap berwarna hitam. Perlahan aku melangkahkan kaki ke depan,dan aku disambut dengan tulisan besar depan sekolah yang bertuliskan "Welcome to Astronomy School"
*LANJUT KE CHAPTER DUA*
Semoga banyak yang mulai suka dengan ceritanya.
Kalau belum suka,baca dulu chapter selanjutnya.Siapa tau suka.
Karena cinta tidak selalu muncul saat pandangan pertama
*agak geli baca yang diatas*
Jika ada pertanyaan,saran,atau komentar,tinggal ketik di kolom komentar.
Saya dengan senang hati menerimanya.
Salam dari bulan di pagi hari.
YOU ARE READING
THE GREAT WAR OF ZODIAC
FantasyKetika pasukan Segitiga bermuda keluar dari dasar laut untuk menguasai,dan menghancurkan dunia. Bisa kah manusia dengan kekuatan zodiak mencegah itu terjadi? Hanya kemungkinan kecil untuk mencegah dunia ini hancur,karena sejak dari awal manusia-manu...
