5 tahun sudah Frame pergi dari kehidupanku, dan sudah 5 tahun ini hidupku hancur bahkan sangat hancur.
Setiap detik, setiap menit, setiap jam tiada sekalipun aku tak memikirkan dan berharap Frame kembali kepadaku.
5 tahun ini tiada hari aku tanpa mencari Frame, aku terus mencari keberadaannya namun tetap saja dia MENGHILANG. Dia menghilang seakan benar- benar lenyap dari dunia ini.
Kepergiaan Frame mebuatku mengalami Depresi yang parah, kalian ingat Choco? Hahaha anjing itu sudah ku bunuh dan ku jadikan daging panggang dia.
Hari- hari ku semakin lama semakin gila, aku semakin dilanda rindu yang sangat hebat.
Aku bahkan sudah terjun ke dalam dunia Narkotika dan rokok, tiada hari tanpa 2 benda itu disampingku.
Alkohol, Rokok, Narkoba sudah menjadi kawan baru untukku.
Goresan- goresan pisau ditanganku, sudah bagaikan penyambung nyawa baru untukku. Ini semua aku lakukan, tentu saja aku hanya ingin melupakan sosok Frame untuk sesaat saja.
Aku menyadari, aku memahami benda- benda itu hanya membantuku sesaat dan jika aku sudah mulai sadar lagi, seakan seluruh masalah ini terasa menjadi 2 kali lipat lebih menyakitkan.
Mungkin kalian bertanya- tanya, kenapa aku tak bunuh diri saja? Daripada aku harus mebunuh diriku secara perlahan- lahan dengan benda- benda itu.
Hmm... Jangan kira aku tak pernah mencobanya, aku sudah puluhan kali mencoba untuk bunuh diri. Namun... Disaat aku ingin melakukannya, bayangan sosok Frame selalu saja menghalangi niatku.
Bayangan sosok Frame yang sedang menanti penjelasan dariku, bayangan yang sedang menunggu kedatanganku.
Seluruh pikiran, hati bahkan jiwaku berpusat pada Frame.
Kenapa aku tak berusaha move on? Sudah pernah ku lakukan, bahkan aku sampai menjajakan diriku dipinggir jalan berharap ada orang yang mau melakukan One night stand bersamaku.
Jika biasanya aku menuntut bayaran, untuk kejadian ini aku tak menuntut aku menyerahkan seluruh diriku sepenuhnya kepada siapapun yang mau.
“AKU BENCI HIDUPKU!!”
Kalian bertanya tentang Tern? Hmm.... Dia telah hidup bahagia bersama istri dan anaknya skrang. Semenjak kejadian malam itu, ia dan aku tak pernah berhubungan lagi.
Aku pernah beberapa kali mengikuti dirinya dan aku tak berani mendekati dia lagi, aku cukup sadar dan tau diri.
“AKU TAK MUNGKIN MERUSAK KELUARGA ORANG”
Terkadang, aku iri melihat sepasang kekasih yang sedang bermesraan dan terlihat saling mencintai.
“KENAPA DUNIA TAK ADIL KEPADAKU?? “
Setiap hari aku selalu berdoa memohon kepada Tuhan agar dipertemukan lagi padanya, namun aku putus asa... Aku sudah muak Berdoa, aku seakan merasakan...
“BAHKAN TUHAN PUN TAK MEMIHAKKU”
Hari- hari ku terasa gelap, aku membutuhkan setitik sinar untuk menerangi kegelapanku.
Siapakah gerangan yang bisa membantuku? Aku sangat membutuhkan ini.
“BOLEHKAH AKU HIDUP BAHAGIA? WALAU HANYA SEMENTARA? “
Jika aku boleh bertemu dengan Frame lagi, aku akan melakukan segala cara agar aku dan dia bisa kembali bersama.
Aku yakin Frame masih menjaga hatinya untukku, aku yakin Frame masih menunggu kedatanganku yang entah sekarang dia ada dimana.
“CHUBBY, KAU DIMANA SKARANG? “
“DIMANAPUN KAU BERADA, AKU MENCINTAIMU”
“CUTTIE SAYANG CHUBBY”
Alasan aku bertahan hingga kini, alasan mengapa aku tetap mencintai Frame.
Karna aku yakin Frame juga masih mencintaiku, aku yakin Frame masih menantiku.
Keyakinan ku inilah yang mendorong semangatku untuk terus mencari keberadaan Frame.
Setiap malam, aku melakukan masturbasi seorang diri dengan hanya membayangkan Wajah tampan kekasihku itu.
“AKU RINDU BIBIR KENYALNYA”
“AKU RINDU RASA MANIS BIBIRNYA”.
“AKU RINDU AROMA TUBUHNYA”
“AKU RINDU MENATAP SENYUMANNYA”
“AKU RINDU PENIS BESARNYA”.
“AKU RINDU SEMUANYA”
Rindu.... Rindu..... Rindu.... Bagaikan hantu tak berwujud yang selalu menghantuiku.
Rindu yang selalu menyiksaku, rindu yang tak bisa ku tahan lagi.
“BOLEHKAH AKU MELEPASKAN RINDU INI? WALAU HANYA UNTUK SESAAT? “
“BIARLAH HANYA DI DALAM MIMPI, KU TUMPAHKAN SELURUH RINDUKU INI PADAMU SAYANG”.
=Bersambung=
CZYTASZ
FUCK 2 =END=
Romanslanjutan dari cerita "FUCK". bagaimana kisah mereka, saat akhirnya mereka harus bertemu lagi dengan keadaan yang berbeda.
