PART 1

48 4 0
                                        

-
Sinar matahari masuk disela sela tirai yang sedikit terbuka disebuah kamar, karna hari sudah mulai menampakkan cahayanya.
Sesosok gadis tengah terbaring dikasur dengan berbalut selimut tebal tidak juga kunjung bangun. Dia adalah Choi Aera, mahasiswi tahun pertama jurusan memasak di Universitas Seoul.
-
Matanya pun sedikit terbuka akibat seseorang membuka tirai kamarnya dengan sangat lebar hingga sinar matahari sangat pas menghampar pada wajahnya.
"Ya Choi Aera" suara sang eomma membangunkan sambil menepuk bokong sang anak.
"Obun eoh (lima menit)" menutup sekujur wajahnya dengan selimut.
"Ppalli ireona" menarik selimut dari wajah sang gadis"
"Eomma jjamkkanmannyo"
"Lihatlah jam, ini sudah jam berapa eoh"
"Memangnya jam berapa" membuka sedikit matanya.
"Jam 8" sang eomma melanjutkan.
"Mwo!" langsung bangkit dari baringannya. "Wae? Eomma tidak membangunkanku" mengacak rambutnya gusar.
"Ya! Eomma sudah membangunkanmu berkali kali, tapi tidak kau hiraukan"
"Aish na jinjja, aku sudah sangat terlambat" beranjak dari tempat tidur langsung berlari kekamar mandi.
-
Aera keluar kamar tanpa merapikan bajunya yang begitu berantakan karna tidak ditata rapi dan juga dia sudah begitu terlambat jadi tidak ada waktu untuk semuanya.
"Eomma appa na ganda" berlari sambil mengambil sebuah roti.
"Ya! Sarapanmu" tutur sang eomma"
"Tidak ada waktu" dia menjawab dengan roti yang mengganjal dimulutnya.
-
Tibalah Aera didepan gerbang fakultas dan sialnya pagar sudah dikunci rapat. Tentu saja dia sudah terlambat 30 menit. Dilihatnya sekeliling hanya dialah yang terlambat sendirian.
Habis sudah Aera. Bagaimana bisa dia begitu ceroboh dihari pertamanya mengikuti ospek. Tiba tiba telinga Aera menangkap suara yang begitu nyaring dari dalam pagar. Aera mendekat kearah sumber suara.
"YA! KAU YANG DISANA, CEPAT KEMARI" suaranya yang sangat keras bisa bisa melukai gendang telinga Aera.
"Aish tidak usah teriak aku bisa dengar" menggerutu dalam benaknya.
"Ya! Taehyung seonbaenim, bolehkah aku masuk" tersenyum memohon sambil melirik ke Name tag namja itu.
"Tidak boleh! Terima hukumanmu karna kau sudah terlambat.
"Ayolah! Kau tega melihat seorang Yeoja berdiri disini. Kau tidak khawatir aku akan pingsan" dengan sura manjanya.
"Kau tidak akan pingsan hanya karna berdiri disana. Aku akan mengawasimu dari sini.
"Ya! Nan yeojayo"
"Tidak ada bedanya. Mau kau yeoja atau namja, kalau kau sudah melakukan kesalahan kau akan dihukum. Itulah aturannya"
-
Suatu ide terlintas dipikiran Aera. Itulah satu satunya ide yang pasti akan dilakukannya apabila dia melakukan kesalahan. Karna pada tabiatnya Aera adalah salah satu murid yang selalu dicap guru sering terlambat datang kesekolah waktu dia sekolah dulu.
Aera yakin dengan dia pura pura pingsan dia akan dengan mudah masuk kedalam lingkungan kampus.
-
Aera paling bisa mengubah raut wajahnya yang awalnya fresh menjadi pucat pekat. Apalagi sekarang ini dia tidak sedang memakai liblos jadi kepucatan diwajahnya akan sangat jelas terlihat.
-
Perlahan lahan Aera mencoba membuat badannya lemas dan sesekali memijati kepalanya agar terlihat dia tidak baik baik saja. Tentu saja itu membuahkan hasil dan membuat Aera tersenyum bahagia didalam hatinya karna dia berhasil membohongi Taehyung.
-
Sekejap Aera langsung menjatuhkan dirinya ketanah dan langsung membuat Taehyung mengeluarkan kunci dari sakunya untuk membuka pintu gerbang.
Taehyung langsung menghampiri Aera yang terkujur ditanah dengan muka yang sangat pucat lalu menggendong Aera untuk membawanya keruang medis.
-
Begitu paniknya Taehyung yang membawa Aera sambil berlari kecil, tetapi yang digendong malah tertawa bahagia didalam hati sambil melirik lirik wajah Taehyung yang begitu paniknya.
"Aku berhasil" dalam benaknya.
-
Tibanya diruang medis Taehyung langsung membaringkan Aera dikasur dan setelah itu dia berlari keluar untuk melaporkan kejadian itu pada seonsaengnim (dosen).
-
Taehyung adalah anggota BEM (badan eksekutif mahasiswa) jadi dia ikut ambil alih dalam acara ospek kali ini dan karna itulah dia ditugaskan untuk menjaga didepan pagar dan juga sesekali berkeliling mengawasi para calon mahasiswa yang tengah berbaris dilapangan.
-
Setelah berkeliling cukup lama akhirnya Taehyung menemukan saem (dosen). Dia adalah Kim saem dosen pembimbing ospek tahun ini. Seokjin terbilang masih muda karna diusianya yang baru 24 tahun dia sudah menjadi dosen di fakultas memasak ini.
"Jeogiyo" dengan sopannya dia memanggil Kim saem yang membelakanginya.
"Ye" berbalik menghadap Taehyung.
"Igeoyo. Ada calon mahasiswi tiba tiba pingsan didepan pagar dan dia sedang di ruang medis sekarang"
"Kenapa kau menemukannya pingsan didepan gerbang, apa dia terlambat"
"Ye saem. Tiba tiba saja mukanya berubah jadi pucat dan dia begitu saja langsung terbaring ketanah"
"Araseo, biar aku yang mengatasinya, kau kembali dengan tugasmu" menepuk bahu Taehyung.
"Gamsahamnida" membungkuk.
-
Seok Jin dengan cepat melangkahkan kakinya ke ruang medis. Didapatinya seorang yeoja tengah terbaring lemah diatas kasur. Entah kenapa Seok Jin tau bahwa Aera sekarang ini hanya pura pura pingsan.
-
Seok Jin memang tidak bisa ditipu oleh kebohongan yang selalu dibuat oleh mahasiswinya. Karna hampir setiap hari dia menemukan hal hal yang mirip dengan yang Aera lakukan sekarang karna ingin mencuri perhatian dari si saem tampan Kim Seok Jin.
"Ya! Haksaeng" melipat kedua tangannya didada.
"Ya haksaeng! Saya tau kau sedang pura pura eoh"
"Mwo, bagaimana bisa dia mengetahui aku pura pura" dalam benaknya.
"Baiklah, kalau kau tidak mau bangun. Saya akan menyirammu"
"Mwo menyiram! Neo nuguya?" tiba tiba langsung bangun.
"Apa begitu caramu membodohi sunbaemu sendiri, dan kau sudah terlambat dihari pertamamu" menatap sinis Aera.
"Ya! Apa pedulimu. Neo nuguya?"
"Nanti kau juga tau siapa saya. Sekarang juga kembali kebarisanmu Choi Aera ssi!"
"Na jinjja" turun dari kasur sambil mengumpat tidak jelas pada Seok Jin.
-
Dengan sangat kesal Aera berjalan menuju lapangan untuk masuk kedalam barisan. Baru kali ini dia gagal dalam rencananya hanya karna satu orang namja yang tidak tau dia itu siapa.
-
Aera lalu masuk dalam barisan kelompoknya, dan disana sudah ada yeoja yang dikenalnya sejak kecil yaitu Baek Seol Hee.
"Ya neo! Dari mana saja kau? Jangan bilang kau terlambat lagi" berbisik.
"Eoh, maja"
"Ya! Apa yang kalian bicarakan?" seorang sunbae menegur mereka sambil menyenggol lengan Aera.
"Aniyo, opseoseoyo sunbaenim. Mianhamnida" Seol Hee menjawab.
"Jangan ulangi lagi, atau kalian akan dapat hukuman araseo. Kembali menunduk!" dengan sangat tegasnya.
-
Disisi lain yaitu didepan sana Seok Jin telah berdiri dengan satu tangan memegang toa seperti ingin mengumumkan sesuatu.
"Perhatian perhatian semuanya, Ada sesuatu hal yang ingin disampaikan oleh Kim seonsaengnim. Tetap dalam kepala menunduk!" tutur ketua BEM Min Yoongi.
"Silahkan saem" lanjut Yoongi.
"Kamsahamnida"
"Selamat pagi semuanya" ucap Seok Jin.
"Selamat pagi saem" serentak semua menjawab.
"Siapa yang merasa namanya saya panggil harap maju kedepan. Choi Aera ssi!"
"Mwo wae wae?" dalam benak Aera.
"Ya! Kau pasti akan dapat hukuman eoh" lanjut Seol Hee.
"Ish na jinjja" berdecak kesal.
"Apa tidak ada yang mengaku yang namanya Choi Aera. Kalau tidak ada yang maju saya akan menyeretnya sendiri" dengan suara lantangnya.
"Ya! Ppalli, sebelum kau diseret oleh Kim saem" tutur Seol Hee.
-
Dengan malasnya Aera berjalan menuju kedepan masih dengan posisi menunduk. Sampailah Aera didepan semua teman temannya.
"Angkat kepalamu" kata Seok Jin
-
Betapa terkejutnya Aera setelah melihat Seok Jin. Karna namja itulah yang dia temui di ruang medis barusan.
"Neo!" dengan wajah kesalnya.
"Apa begitu caramu menghadap dosen" Seok Jin menjawab.
"Mwo! Saem" bergumam sambil memalingkan wajahnya kesamping.
"Semuanya angkatlah kepala kalian dan tatap teman kalian ini. Dia sudah terlambat dan berani membodohi sunbaenya disini" lanjut Seok Jin.
-
Semuanya mengikuti kemauan Jin dan semua mata tertuju pada Aera. Sedangkan yang ditatap hanya menunduk sambil menahan malunya.
"Siapa suruh menunduk, angkat kepalamu" dengan tegasnya Seok Jin berbicara.
-
Aera mengangkat kepalnya dan dia langsung menatap Seok Jin dengan tatapannya yang sangat kesal karna dia sudah dipermalukan oleh namja itu.
"Apa lagi yang kau tunggu, minta maaf lah kepada semuanya karna kau sudah melanggar aturan" kata Seok Jin.
"Mwo! Aku tidak salah buat apa aku minta maaf eoh" menjawab Seok Jin tanpa merasa bersalah.
"Ya! Kau berani melawan saem" kata Yoongi menyambung.
"Ya! Dia hanya saem, bukan Tuhan. Buat apa aku menuruti kata katanya"
"Baiklah kalau itu maumu haksaeng. Kau akan mendapatkan hukumanmu setelah ini. Kembali ketempatmu" lanjut Seok Jin.
"Dan kau ketua, awasi dia" memerintah pada Yoongi.
"Ne saem" Yoongi mengiyakan.
-
Jam istirahat pun tiba. Para sunbae membagikan kotak makanan kepada seluruh calon mahasiswa. Terkecuali Aera, dia tidak mendapatkan makan siangnya karna ini sebagian dari hukumannya.
"Ya! Sunbaenim, makan siangku?"
"Kau tidak menerima makan siangmu hari ini, karna kau sedang dihukum" lanjutnya sunbae itu.
"Dan kau jangan berani berani memberi dia makan. Kalau kau melakukannya kau juga akan mendapatkan hukuman" melanjutkan perkataannya pada Seol Hee.
"Ya! Hukuman macam apa itu eoh" menyaringkan suaranya.
"Ya! Jaga sikapmu. Aku ini sunbaemu" lanjut sunbae itu.
"Aku tak perduli. Berikan jatahku" menatap tajam sunbae itu.
"Ya! Neo. Kau berani melawan" membentak Aera.
-
Bukan Choi Aera namanya kalau dia tidak berani melawan. Dia terkenal dengan sikapnya yang menantang siapa saja yang memperlakukan dia semena mena.
"Ya! Jung Yerin, aku tidak takut padamu" berdiri.
"Mwo! Neo" menatap tajam mata Aera.
-
Begitupun sebaliknya Aera juga menatap mata Yerin dengan tatapannya yang begitu tajam. Sampai sampai dia ingin memukul Yerin tapi ditahan oleh Seol Hee.
"Ya! Geumanhae Aera ya. Kau akan menambah masalah kalau melawannya" memegangi tangan Aera.
"Aku tak perduli, dia duluan yang mulai"
-
Tiba tiba saja Seok Jin menghampiri Aera dan Yerin yang sedang berdebat hebat.
"Ya ya! Geumanhae, neo tto (kau lagi) rupanya. Kenapa kau selalu membuat masalah" menyalahkan Aera.
"Mwo! Na tto (aku lagi)" aku tidak akan berbuat seperti ini kalau dia tidak mulai neo ara" membentak Seok Jin.
"Beraninya kau!"
"Wae? Apa kau akan menghukumku lagi" Aera sudah sangat geram.
"Aera ya" Seol Hee mencoba menenangkan.
"Memang apa yang sudah terjadi Jung Yerin ssi?"
"Saya tidak memberinya makan siang karna dia dihukum saem" Yerin membela dirinya.
"Mana ada hukuman seperti itu eoh"
"Ada! Saya yang menyuruhnya untuk tidak memberimu makan siang" lanjut Seok Jin.
"Mwo! Neo! Wah daebak. Bisa bisanya dosen menyuruh mahasiswinya tidak makan hanya karna dia terlambat" membentak Seok Jin"
"Neo! Tidak bisakah kau lebih sopan dengan dosenmu sendiri"
"Wae? Kau tidak suka" menjawab Seok Jin.
"Saya akan menambah hukumanmu, kau harus...
"Tambah sesuka hatimu, karna aku tidak akan mengikuti ospek ini lagi mulai detik ini" mengambil tasnya lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Aera ya" berteriak Seol Hee memanggil.
-
Aera tidak pernah berfikir dia bisa masuk ke fakultas ini dan bertemu dengan saem yang sangat dibencinya sekarang. Karna jurusan ini tidak pernah dia inginkan sebelumnya. Dia terpaksa mengambil jurusan memasak hanya karna keinginan ibunya.

Bersambung...

                                   #####

Jangan Lupa Votmennya ya 😄😊

LOVE RECIPESWhere stories live. Discover now