Pertemuan kecil

27 0 0
                                        

Saat itu aku masih sekolah dasar. Aku saat itu menyukai seorang anak pindahan dari bandung. Entah itu hanya rasa suka atau hanya sebuah rasa kagum saja. Ooh ya. Anggap saja namaku Hanu.
Aku hanya anak biasa. Yang sejak sekolah dasar mungkin hanya cuma rata rata. Aku mempunyai saudara yang cukup banyak yaitu ada empat. Untuk beli jajan di sekolah pun aku berbagi dengan adikku. Saat kelas enam, ada murid pindahan dari bandung yaitu seorang murid perempuan dan aku tidak menyangka kalau dia memilih sekolah di sd aku. Jarak sd aku dengan sd yang lain tidak jauh, hanya dibatasi oleh lapangan kecil dan tk.
"Perkenalkan, namaku riani. Aku pindahan dari kota bandung"kata dia saat baru masuk kelasku dengan bahasa indonesia yang fasih. Aku yang mendengar ia berkata seperti itupun aku menjadi takjub dan mungkin aku menyukainya untuk yang pertama kalinya.
"Hei, nu. Aja ngelamun"kata firman padaku.
"Eh. Ora koh" kataku dengan kaget.
"Koe ngelamunin apa hah?? Apa riani yah?? Hahahaha" goda temanku.
"Jere sapa? Sok tahu luh" jawabku.
"Riani ayu ora menurutmu nu?? Tanya temanku yang sekali lagi.
" menenglah. Aja berisik bae. Nganah lunga" kataku dengan nada mengusirnya.
Memang menurutku riani adalah gadis yang cantik. Sudah tiga bulan sejak pertemuan kecil tersebut, aku mulai gencar untuk mencari nomer hpnya. Setelah mendapatkannya aku pun mengirim sms padanya yang tak terbalas olehnya. Hatiku sangat senang walau hanya mengirim sms saja. Saat beberapa minggu kemudian aku mendengar dia berpacaran dengan anak sd lain. Saat itupun aku tak mempedulikannya lagi.
Akhirnya ujian kelas 6 pun usai dan sekolah mengadakan perpisahan. Saat itu pula aku baru mengetahui bahwa ia telah pergi tanpa mengucapkan perpisahan dengan semua anak. Aku pun juga meninggalkan kenangan di desa dan aku menuju asrama di kota untuk melanjutkan sekolah.

Selamat Tinggal Yang KeduaStories to obsess over. Discover now