Assalamualaikum, hay guys gimana kabarnya? Aku orang baru disini dan kepingin belajar nulis, cerita ini aku tulis karena atas permintaan sahabat aku supaya dibikin novel,aku sih suka banget. Tapi karena ini awal jadi agak masih abal-abalan deh ceritanya. Aku harap moga kalian suka sama cerita ini. Dan ide cerita ini bersumber dari kisah nyata yang udah aku edit dikit-dikit biar lebih rame.
Dan sekarang aku mau ngenalin mereka dulu satu-satu,soalnya mereka dah gak sabaran mau maju. Biarkan mereka ngomong tentang dirinya.
1. Assalamualaikum, namaku Muhammad Hasan Syarif, terserah kalian mau manggil apa, mau hasan atau syarif, atau muhammad. Kehidupanku semenjak lahir sampai sekarang berada dilingkungan penuh agamis yakni pondok pesantren. Belum lagi aby dan ummyku sangat memperhatikan pendidikan ilmu agamaku dan saudaraku. Maka dari itu kehidupan pondok pesantren sudah menjadi dunia paling indah dan unik dihatiku, karena tiap hari aku bisa bersama kitab-kitab kuning yg sudah kuanggap sahabat atau kekasihku paling setia. Tapi bukan berarti aku gak pernah sekolah formal, pernah sih sampai tamat smp. Itupun rasanya gerah, pokoknya inti kebahagiaan aku ada di sekolah pesantren. Makanya waktu mau disuruh sekolah SMP aku hampir mau nangis, karena demen sama sekolah mondok. Makanya ummi sampai pusing nyari sekolah formal tapi juga ada pelajaran seperti pondok pesantren, ya seperti pondok pesantren modern. Tapi bagiku pondok pesantren Salafiyah lebih bagus ilmunya bisa baca kitab. Aku pulang sambil nangis-nangis. " Ummy Syarif pingen jadi ulama yang bisa baca kitab ummyy... rengekku saat itu, ummy mungkin menangis terharu karena cita-cita semulia itu ada pada anak umur 12 belas tahun seperti aku, saat itu aku pulang dan sekolah ditempat pondok pesantren milik nenek moyangku. Tapi tak berlangsung lama, aku diantar lagi kepasuruan dan sekolah disana selama 6 Tahun. Nah itulah kisah hidupku yang hanya bergelut didunia ilmu agama dan segala tetek bengeknya. Pokoknya bagi ku cinta pertama ku adalah kitab dan kitab, dan tidak ada dalam kamus hidupku yang namanya wanita apalagi kata pacaran,dengar kata pacaran aja dah mau muntah, sebab kalian rata-rata sudah tau bahwa pacaran itu salah satu jalan mendekati zina. Bagiku wanita dalam hidupku cukup ummy, dan kelima saudara wanitaku, dan semua tante2ku yang perlu kukenal dalam kehidupanku. Klo masalah menikah aku tak mau memikirkannya,lagi pulakan aku masih muda baru 19 tahun. Masih banyak cita-citaku terutama ingin menginjakkan kakiku menuju tarim dan menuntut ilmu disana.Do'akan ya semoga cita-citaku yang mulia ini dikabulkan sama Allah, walaupun menuju cita-cita banyak halangan dan kalian akan tau sendiri halangan dan tantangan apa yg kuhadapi, sudah dulu ya masih banyak yg mau tampil,wassalam.
2. Rahmah Fitriyah
Hei semuanya Assalamualaikum, Aku anak sulung dari tiga bersaudara dari seorang ustadz yang dulunya mondok ditempat pondok pesantren Daar Ihsaan, yaa sebagai anak yang berbakti sama orang tua aku harus masuk pondok pesantren di Daar Ihsaan yang bagian puteri. Awalnya sih berat menjalani hari-hari dipondok, tapi mama tersayang selalu menasehatiku agar bertahan dan Alhamdulillah bisa bahkan gak kerasa dah 5 tahun, dan ditahun kelima ini ada rasa yang berbeda, emm apa ya? kalian bakal tau juga nantinya. Aku gak mau cerita sekarang, biar author saja yang akan membacakan skenario kisah ku ini. Dipondok ini aku bukan termasuk orang yang punya prestasi banyak, cukup termasuk anggota sepuluh besar disetiap kelulusan kitab. Menjadi seorang ustadzahpun dipondok ini bukan menjadi impianku, tapi mau bagaimana lagi jika bu nyai yg menyuruh, ya sudah aku menurut saja, dan orang tua ku pun mengizinkan saja. Padahalnya aku masih mau sekolah ke jawa klo bisa sampai tarim do'akan ya pemirsah. Dah dulu kelamaan masih banyak antrean wassalamualaikum daah.
3. Afifah.
Assalamualaikum haay semuanya kenalin nama gue Afifatur Rahmah aku dipanggil Afifah, klo menurut teman, gue ini tergolong anak-anak yang suka rame-rame waktu pertama kali mondok,wajarlah kan masuk pada masa kecil aku saat umur 10 tahun SD aja belum tamat, sudah dimasukkin kepondok tepatnya di Daar Ihsan. Untungnya saat pertama pisah sama orang tua aku gak nangis padahal umur segitu masih perlu orang tua. Hanya saja aku masih sulit tidur,kan biasanya sebelum tidur mama harus nemenin dulu, tapi untungnya, diasrama aku ada kakak yang sayang dan perhatian sekali sama aku, bahkan kakak 2 yang lain juga begitu. Makanya aku jadi betah tinggal dipondok selama 5 tahun dan sekarang aku termasuk salah satu aparat pondok ya diangkat sebagai imam dimushalla. Dan beberapa lama kemudian aku diangkat sebagai ustadzah. Dan banyak teman-temanku yang protes, dan banyak yang gak percaya, masa Afifah yg dulunya banyak ngelanggar peraturan pondok diangkat jadi ustadzah, klo Afifah bisa kaya gitu,aku bukan jadi ustadzh lagi, jadi bu nyai malahan. " Iya iya dengan senang hati aku terima kata- kata itu. Aku gak marah ko sama dia, mungkin dia bilang gitu karena saking gak percayanya aja. Tapi bagiku, aku tetap berusaha untuk lebih baik lagi sob. Dan semangat ku menjadi lebih baik lagi berawal semenjak ini, ya Semenjak aku bertemu dengan orang 2 baik dan masya Allah. Ya pokoknya aku minta doa dari kalian semua ya, semoga hidupku selalu dalam kebaikan.
Wassalam.
4. Alfia
Assalamualaikum, hay salam kenal semuanya, kehadiranku dalam cerita ini sebenarnya bukan kehendakku sendiri tapi mau bagaimana lagi author maksa he he, ya sudahlah klo dipaksa gak papa juga aku mau ko, sebenarnya diriku gak perlu diceritakan tapi itulah tanpa disangka-sangka ternyata aku pernah menjadi bagian dalam hidupnya ka , eh salah ustadz Syarif.
5. Hafidzah.
Assalamualaikum, halloo semuanya apa kabar,,,? pasti baikkan, pada dah sabar nih nungguin ceritanya Ka Syariif, aku panggil ka Syariif, kalian jangan ngiri ya. Asal kalian tau aja ya, aku ini dah dianggap adek angkatnya ustadz Syarif, aku aja gak nyangka sama sekali lo, saking banyaknya yang caper sok-sok baik sama beliau, aku cuma tampil apa adanya hanya niat belajar supaya dapat ilmu dari beliau, dan beradap serta berusaha agar bisa membantu apa yang bisa dibantu. Saat beliau minta jadi adek angkatnya, aku serasa melayang juga, do'akan ya sob moga hati aku baik-baik aja. Dan aku juga sangat berharap moga aja ehh..... Ah nda usah deh rahasia nanti kalian juga bakal tau kisah ku.
6. Ummi Muthamaiinah
Assalamualaikum.. disini saya berperan sebagai orang tua yang hidupnya penuh banyak lika-likunya, bagaimana tidak hidup dengan mengasuh sepuluh anak dan sekaligus mengelola pondok. Bagi saya kesuksesan anak dibidang agama,apalagi menjadikan anak sholehah itu adalah impian terbesar dalam hidupku. Makanya semua anak-anakku harus sekolah pondok, dan satu lagi pondok pesantren ini adalah merupakan amanat yang terbesar dari Al marhum kakek yang harus selalu kuhidupkan, bukan karena suatu kebanggaan karena sebagai keturunan ulama, tapi bagiku agama itu harus hidup dengan ahlussunnah wal jamaah, bila pondok pesantren disuatu daerah itu maju, maka maju pulalah agama didaerah itu. Mungkin itu sudah mencukupi dari gambaran kriteriaku yang selalu ingin berjuang sabar dan tabah, semoga aku bisa memajukan ilmu agama bersama suamiku yang sangat baik hati dan sabar . Doakan ya semoga kuat.
6. Kesembilan saudara ( Ka Raudhah, Ka Yasin, Ka, Munawwarah, Fahmi, Hafidzah, Jamilah, Ahmad, Muhammad, Faridhah sibungsu. Kalian pastinya akan meliat gimana karekter mereka.
7. Para peran pembantu yakni
Ustadzah, eh lebih enak nyebutnya kakak aja ya.
Ka Fathimah, Ka Aulia, Ka Vina, Ka Lily.
8. Peran pendukung dari para orang tua para pemain nantinya kalo mereka mau tampil.
9. Seluruh anak- anak santri terutama di golongan qaulul mukhtar. semuanya.
10. Para menantu ummi seperti abang alam, ustadz Abdullah, kaka Tia, ustadz Humaidi sama cucu seperti lutfi,naufal, mundzir dan rahimah, serta syarifah
Yups semuanya kira- kira dah habis gak ada yang ketinggalan kan. Ok selamat menikmati tolong do' a ya moga author bisa membawa mereka selamat
YOU ARE READING
Akhirnya Ku Menemukanmu
FanfictionSeorang anak kiai yang begitu semangat dalam menuntut ilmu agama didalam hatinya selalu terbit semangat untuk mencintai Allah dan Rasulnya. Dan sampai-sampai ia tak ada waktu untuk mengenal wanita sampai diusia dewasa. Kecuali ummi dan seluruh sanak...
