Prologue

43 7 2
                                        

Hanya ada reruntuhan bangunan yang berdiri di tengah kota yang tampak tak berpenghuni. Sejauh mata memandang, saat malam tiba hanya ada kegelapan. Satu-satunya cahaya adalah ratusan bahkan ribuan bintang yang bersinar terang di langit malam.

Kota itu tampak seperti kota mati. Tidak terlihat penduduk yang berkeliaran. Namun, sebenarnya mereka bersembunyi dalam kegelapan. Mereka yang selalu bersama dengan kegelapan, tidak berani untuk melawan kegelapan itu tanpa seberkas cahayapun.

Namun tidak semua dari mereka takut akan hal itu. Beberapa orang yang menggunakan tudung hitam yang menyamarkan keberadaan mereka dalam kegelapan tampak bergerak seolah sedang berkeliling melihat keadaan sekitar.

"Semakin lama, kota ini semakin mati Lux," salah satu dari mereka menghela napas. Mata merahnya tampak seolah menyala saat itu, "kalau kita tidak memanggilnya, maka kota ini akan benar-benar hancur..."

"Apa yang bisa kita lakukan? Ia tidak pernah lagi berada disana sejak kejadian itu," orang lainnya bermata hijauh hanya menghela napas dan dan menatap sekelilingnya, "kita juga memiliki kewajiban kita sendiri Sid. Aoisekai memang titipan dari orang itu tetapi kalau seperti ini, semua dunia akan berakhir seperti ini."

Keduanya tidak berbicara beberapa saat.

"Aku tidak bisa lagi melakukannya."

"Tunggu," pemuda bermata merah itu tampak menarik tangan orang bermata hijau di depannya saat ia akan pergi meninggalkan tempat mereka bertemu, "satu kesempatan ini."

...

"Beri aku kesempatan sekali ini, dan aku akan membawa Ryou kembali..."

To be Continue

To be Continue

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Alter WorldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang