Daniel Anderson Milan 1

165 11 2
                                        

Pria itu masih setia duduk dikursi didepan mini bar yg berada di panthouse miliknya. Entah sudah berapa kali bahkan berapa botol alkohol yg ia tegak. Namun tak bisa sedikitpun minuman laknat itu bisa meredakan segala macam emosinya. Alih-alih ia merasa tenang yg ia dapatkan malah rasa panas dari emosi yg tidak bisa ia tuangkan dan ditambah rasa panas yg membakar tenggorokan dari whisky terbaik yg ia tegak.

Pria itu tak lain adalah Daniel Anderson Milan ia baru saja merasakan kecewa marah dan sakit hati dalam waktu bersamaan. Bagaimana tidak merasakan perasaan yg campur aduk seperti itu. Ia baru saja membuktikan apa yg selalu dikatakan oleh sepupunya. Awalnya ia tidak menyangka bila kekasihnya tega bermain dibelakangnya. Namun setelah ia membuntuti dan segalanya benar. Gisela nama itulah yg telah menorehkan luka untuknya. Padahal apapun yg wanita itu inginkan ia selalu memberikannya tanpa banyak bertanya apa lagi mengeluh. Baginya selama Gisela merasa bahagia ia rela melakukannya sekalipun tagihan credit card yg ia berikan pada Gisela selalu dengan nominal ratusan juta. Tapi apa yg ia dapatkan. Hanya penghianatan. Tak cukupkah dirinya bagi wanita itu hingga ia rela berpaling dari seorang Daniel Milan yg dimana selalu dipuja oleh kaum hawa.

Namun rasa sayang pada Gisela lah yg membuatnya tak bisa melihat kearah lain hingga dibutakan oleh rasa yg dinamakan Cinta . Dan Gisela juga lah yg mengubah seorang Daniel Anderson Milan yg selalu menebar senyum kini menjadi gunung es yg tak bisa dicairkan.
Tak ada yg mengetahui selain sepupunya apa penyebab pengusaha muda yg diminati itu seolah telah membangun benteng pertahanan yg begitu tinggi.

___

"Ayolah kalian sepupu terbaik gue, bantu kali ini saja gue lari dari perjodohan ini"seru Nick memelas.

Ya tiga saudara sepupu dari ayah dan ibu mereka itu tengah berkumpul didalam ruang kantor milik Daniel.

"Gue males. Lo bilang sekali-kali tapi lo nya berkali-kali minta tolong dengan masalah yg sama. Gak seru ah"penolakan itu dari Mark. Sementara si pemilik kantor masih sibuk dengan layar datar dihadapannya seolah tidak terganggu sama sekali dengan masalah yg tengah dihadapi oleh sepupupunya.

"Lagian lo itu kenapa sih gak mau aja dikawinin sama auntie Nes"pertanyaan Mark mampu membuat Daniel mengalihkan perhatiannya. Kini Daniel dan Mark sama-sama menunggu jawaban apa yg akan dikeluarkan dari mulut seorang Nickolas.

"Gue belum mau nikah"

"Auntie Nes gak nikahin lo bego! baru juga pertemuan kedua keluarga. lo kn bisa ikut dan ketemu dulu lah, kalo cocok kan tunangan lalu diterusin"seru Mark sambil menepis tissue yg melayang kearahnya.

"Kalo gue datang sudah pasti mama bakal mikir kalo gue mau dijodohin sama tuh anak temennya"semburnya pada Mark. "Dasar emak-emak rempong. Bukannya arisan uang, eh ini malah arisan perjodohan"gerutunya yg langsung dapat tatapan mengintimidasi dari yang Mulia Daniel karna diantara bertiga Daniel lah yg umurnya paling tua. Dan Nick hanya nyengir tak jelas. Sementara Mark hanya mencibir.

"Bantuin gue yayaya"dengan gayanya sok imut bin memelas Nick kembali memohon pada sepupunya. Namun gelengan kepala dari Mark lah yg menjadi pemandangan menyebalkan menurutnya. Kemudian setelah itu Nick dan Mark tersenyum miring dan menatap Daniel yg tengah sibuk.

Merasa ada yg memperhatikannya Daniel mengangkat wajahnya dan melihat binar bahagia penuh harap yg ditunjukkan untuknya. Dan Daniel tau apa arti dari tatapan kedua sepupu gilanya ini.
"Gue gak mau"hanya itu yg bisa keluar dari mulut irit dan wajah tampan tanpa ekspresi itu.

Sementara Nick masih berusaha keras memeras otak mencari cara agar sepupunya ini bersedia membantunya.

"Daniel gue mohon. Lagian diantara kita hanya lo yg menjadi harapan gue. Tolongin gue kali ini, please"mohonnya dengan tatapan mengiba yg diangguki oleh Mark. "Lagian lo betah banget ngejomblo, mau jadi bujang lapuk lo"ucapan bernada menggoda itu lagi-lagi diangguki oleh Mark.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 13, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

CerpenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang