Kadal Mencari Ilmu

44 8 7
                                        

Suatu hari, seekor kadal bernama Kadal, jalan-jalan di sebuah desa yang jauh dari polusi. Kadal menghirup udara segar di sana. Tiba-tiba Kadal merasakan adanya hawa membunuh, dan apa yang ia rasakan memang benar. Terlihat seekor kucing yang sedang menatapnya dari atas pagar. Kucing itu bernama Acing. Acing langsung meloncat dan menerkam Kadal. Namun Kadal dapat lolos dari terkamannya. Kadal langsung melompat ke tembok dan merayap di dinding dengan kecepatan penuh menuju ke atap.

Kadal dapat merayap di dinding tak seperti kadal pada umumnya, karena dia merupakan keturunan dari kadal dan tokek. Di saat Kadal merasa tenang karena berhasil lolos dari terkaman Acing, ada kucing lain di atap yang sedang mengincarnya. Kucing itu bernama Wucing, dia adalah saudara sedarah daging dengan Acing.
"Splash!!!" Bunyi serangan dari Wucing. Namun serangannya hanya mengenai ekor Kadal. Kadal menyadari keberadaan Wucing pada detik-detik terakhir, sehingga ia selamat.

Kadal yang berhasil lari dari kematiannya itu pun terjatuh bebas dari tembok. Di bawah sana ada Acing yang siap menelan Kadal dengan membuka mulutnya. Kadal pun pasrah, karena ia tak bisa melakukan apa-apa di udara. Namun, sepertinya Kadal belum ditakdirkan mati di sini. Saat itu, berhembuslah angin kencang yang menerbangkan Kadal hingga terjatuh di pundak Acing. Wucing yang melihat Kadal di pundak Acing pun melompat dan menerkamnya. Terkamannya tidak mengenai Kadal, melainkan mengenai Acing.
"MEAWWW!!!" teriak Acing kesakitan.
Acing dan Wucing pun terlibat pertengkaran. Kadal pun melarikan diri dari kericuhan tersebut.

Kadal merasa lelah. Namun ia bersyukur karena masih bisa selamat. Kadal merasa haus dan memasuki sebuah rumah orang melalui sela-sela pintu. Kadal menemukan semangkuk air di sana. Ia merasa sangat beruntung dan langsung minum air di mangkuk itu. Di saat Kadal sedang minum air, bahaya pun menghampirinya. Kucing bernama Kecing milik orang yang tinggal di rumah tersebut sudah bersiap untuk menerkam Kadal. Kadal pun sadar akan bahaya yang mengancamnya. Namun, ia tidak bisa kabur karena kekenyangan air. Di saat kecing mau menyerang Kadal, terdengar suara," Kecing! Pus! Sini sayang!" Dan itu adalah suara majikan Kecing. "Meow!" Kecing tidak jadi menyerang Kadal dan menghampiri majikannya.

Sekali lagi Kadal selamat dari maut. Kali ini kadal lebih was-was dan berhati-hati dari sebelumnya. Kadal pun merayap ke atas tembok dan masuk ke belakang foto yang dipajang di sana. Di sana kadal bertemu dengan salah satu kerabatnya, yakni Caca si cicak. Caca sangat senang bisa bertemu dengan Kadal. Karena dia sudah terlalu lama sendiri di sana. Caca keluar sebentar dan menangkap beberapa nyamuk dengan cekatan menggunakan lidahnya yang terlatih itu. Caca memberikan beberapa nyamuk untuk disuguhkan kepada Kadal. Kadal menerimanya dengan senang hati kemudian memakannya. Kadal memakan Caca bukan nyamuknya. Karena Kadal tidak akan puas makan beberapa nyamuk kecil. Apalagi dia kelelahan. Dan dia butuh makanan untuk regenerasi ekornya yang putus.

Setelah Kadal memakan Caca, ia mendapatkan kemampuan "Silat Lidah" milik Caca. Itu adalah kemampuan untuk menggunakan lidah dengan cekatan dan maksimal. Namun bagi Kadal itu tidaklah cukup untuk bertahan hidup. Kadal memutuskan untuk pergi ke Rawa Jomblang untuk berguru pada Master Katak.

Rawa Jomblang berada di desa sebelah. Kadal pun berangkat. Namun ada yang menghambat perjalanannya. Kecing kembali lagi ke tempat itu bersama dengan anak-anaknya. Kadal tak berani melakukan pergerakan yang gegabah. Karena terkadang ada kucing yang memiliki kemampuan khusus yang bisa membuat hewan sejenis cicak jatuh dari tembok.

Kadal menunggu kesempatan agar ia dapat keluar dari rumah itu. Namun para kucing itu seperti berpatroli berputar-putar di sana. Kadal yang tak sabar menunggu pun akhirnya memutuskan untuk nekad. Dia merayap dengan cepat hingga atas pintu. Dan sepertinya para kucing itu tidak menyadarinya. Kemudian pintu terbuka, tampaknya ada orang yang masuk. Ternyata yang masuk adalah maling. Tapi itu tidak ada hubungannya dengan cerita ini, jadi Kadal pun keluar dan memulai perjalanannya menuju ke Rawa Jomblang.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 24, 2023 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Petualangan si KadalStories to obsess over. Discover now