"Sialan gue kesiangan" Andara memaki dalam hati. Dengan segera ia menuju ke kamar mandi dan segera mencuci muka tanpa mandi terlebih dahulu.
"Nakk ayo turun, kita sarapan bareng" teriak bunda dari lantai bawah.
Andara segera memakai sepatu vans nya dan menjinjing tas nya menuju lantai bawah dengan mengikat rambut panjangnya yg tergerai rapi.
"Tumben belom berangkat, ada acara apaan kok ga kerja" tanya Andara sambil menyuapkan roti isi selai coklat ke mulutnya.
"bunda hari ini libur sayang, makanya bunda ada waktu buat bikinin kamu sarapan!" kata bunda
"Tumbenan amat, biasanya juga ga pernah kaya gini. Biasa nya juga ngerasa kaya anak yatim piatu. Ga punya siapa pun. Berasa jadi anaknya bibi sama bapak tukan kebun" jawab Andara dengan ketus.
"Bukan begitu nak. Maafkan bunda kalau kamu merasa sepeti itu, bunda ga bermaksud seperti itu" kata bunda mencoba menjelaskan pada Andara.
"Gaada maksud tapi faktanya kaya begitu kan, haha lucu. Udah, drama nya lanjut entar aja. Udah telat ini" Tanpa menunggu respon bunda, Andara segera pergi meninggalkan bunda sendiri di meja makan.
"Maafkan bunda nak" tak terasa butiran bening jatuh dari pelupuk mata bunda.
"Shittt! Gue beneran telat" Andara berlari menuju terminal. Tetapi ia melihat ada 2 orang pemuda yg seperti nya berasal dari sekolah lain sedang menodong pemuda yg satunya. Andara pun menghampiri mereka.
"Woy pada ngapain lo? " Andara menghampiri sambil berkacak pinggang.
"Mau apa lo? Ini gaada urusan nya sama elo" jawab salah satu pemuda.
"Setau gue ya, orang yg suka ngeroyok itu pantesnya disebut BANCI" Kata Andara sambil menekan kalimat "BANCI"
"Bangsat lo ya, lo nantangin kita" kata pemuda yg sudah naik pitam tersebut.
"Kalo iya emang kenapa" tanpa tedeng aling aling Andara langsung melayangkan bogem ke kedua pemuda tersebut. Bau amis langsung tercium, dua pemuda itu pun kewalahan dan segera pergi dari tempat itu.
"Urusan kita belom kelar njing" ancam pemuda itu.
"Oy pengecut lo" kata Andara sambil memungut tas nya dari tanah.
"M.. Mm... Mmm..makasih ya" kata vano.
"Santai, makanya lo ati ati. Disini rawan anak nakal" kata Andara sambil merapikan rambut nya.
"G.. Gg..guue Vano" kata vano sambil mengulurkan tangannya
"Gue Andara" Andara menyambut tangan vano.
"Gue udah kesiangan gue cabut dulu" Andara pergi meninggalkan Vano.
Sampai disekolah gerbang pun tertutup, satpam sekolah pun seolah tidak perduli.
"Satpam sialan"maki Andara dalam hati.
"Terpaksa gue lewat jalan rahasia" Andara bergegas menuju gerbang belakang sekolah yg jarang dijamah oleh siapapun. Andara pun melompat melewati pagar dengan mulus tanpa hambatan.
"Masih sepi" Andara segera berlari menuju kelas XI ipa 1 kelasnya.
"Ken, udah ada guru belom" tanya Andara pada Kenia.
"Pak abdul tadi ga masuk ra, jadi santai. Kenapa? Lo telat" tanya Kenia
"Gue tadi berantem" jawab Andara dengan santai
"Berantem dimana? " kata Kenia
"Di terminal" katanya dengan nada yg masih santai
"Gila lo, gara gara apa Ra" tanya Kenia masih penasaran.
"Mereka nodong" Jawabnya dengan santai.
Tak lama pak hamid datang membawa seseorang bersamanya.
"Selamat pagi anak anak" kata pak hamid penuh Wibawa.
"Pagi pak" jawab para murid serempak. Andara tak berminat melirik sekalipun
"Hari ini kalian kedatangan teman baru, silahkan masuk nak" kata pak hamid mempersilahkan.
"Silahkan perkenalkan diri kamu nak" kata pak hamid
"Selamat pagi, perkenalkan nama saya Vano Al-farizy. Panggil saja Vano" Vano menyunggingkan senyum nya yg membuat para wanita meleleh seketika.
"Baiklah, vano kamu duduk disamping Andara" vano beringsut duduk disamping Andara.
"Hay. Guee.... " kata vano menggantung
"Elo yg tadi nolongin gue kan" vano tampak sumringah.
"Diem lo, jangan kenceng kenceng " Mata Andara melotot.
"Makasi ya, gue kalut tadi itu sumpah" kata vano lagi.
"Gue bilang diem" kata Andara setengah berteriak sampai seluruh siswa memperhatikan mereka.
YOU ARE READING
When
RandomAndara gadis berparas cantik yg nakal, merasa hidupnya berubah semenjak bertemu dengan vano yg mampu membawa nya menuju hidup yg memiliki banyak warna dari yg selama ini ia jalani. vano pula yg mengajarkan ia bahwa hidup tidaklah berhenti pada satu...
