*kringkringkring*
Suara alarm ku terus saja berbunyi,tapi aku hanya terdiam tanpa mematikan alarm itu.
Sekarang tepat pukul 05.00 pagi.dari malam aku belum sempat tidur
Aku masih saja memikirkan orang yang benar aku benci sekarang
Tapi sebetulnya aku tidak membencinya,bahkan di hati ini masih tersimpan rasa cinta untuknya
Tapi karena kejadian kecil kemarin sore,untuk pertama kalinya dia menyakitiku dan aku tak tau keaadan apa yang sampai saat ini membuatku merasa aku seperti tidak di hargai.
Mulai dari itu,aku sangat membenci dirinya
Ya,Sangat!
"Rima,matiin dong alarm nya!masih ngantuk nih" teriak valeria sambil menutup telinga nya dengan bantal rapat-rapat
Aku berbalik mengambil jam itu lalu mematikannya
Yep,sekarang aku merasakan kantukku yang semakin mendatang
Sialan!mengapa dari tadi aku memikirkan orang yang jelas belum tentu memikirkanku
Dan sekarang aku merasa aku orang paling bodoh karena mencintainya
Aku bersekolah di dormitory school.Sekolah Asrama paling unggul di kota Viju
Aku punya teman kamar,dia bernama Valeria,sahabat ter baik ku.
Malam ini aku sama sekali tidak tidur,aku membaringkan tubuhku yang terasa sangat sakit dan tanpa ku sadari aku tertidur.
***
"Rima,bangun!udah setengah 7 nih,nanti kita telat loh!apalagi sekarang pelajaran Miss Carita,gue males kalo harus duduk di belakang"
Omel val agar aku segera bersiap siap.
Dan saat aku akan berdiri,
Arghh,yang kurasa kepalaku semakin berat,aku berjalan sempoyongan tapi sungguh,aku tak kuat.
"Val aku pusing" kataku sambil duduk kembali di kasur.val menghampiriku lalu dia memegang keningku
"Yaampun Rim,badan kamu panas banget" katanya kaget
"Yaudah kamu istirahat aja,aku panggilin staff kesehatan asrama ya" aku hanya mengangguk,val menyuruhku untuk tidur lalu memasangkan selimut agar panas di badanku sedikit menurun
Aku memejamkan mataku.
Tapi mengapa bayang bayang itu terus menghantui pikiranku
Aku tak tau harus apa
Tapi ini terasa amat sangat sakit.
Kejadian itu,
Kejadian yang sama sekali tak pernah terbayang olehku,tapi dia yang membuat itu menjadi nyata,dia yang tak pernah aku pikir akan seperti itu
Sungguh aku sangat benci.
Saat kemarin...
Aku berjalan menuju koridor kamar nya,saat berada di depan kamar itu,aku melihat dia menatap keluar jendela sambil memainkan hp nya.dia memunggungiku,bahkan dia tidak sadar ada aku di depan kamar nya
Aku baru saja mau mengetuk pintu kamarnya tapi ponsel dia berdering dan aku mengurungkan niatku untuk mengetuk pintu
Aku diam diam mendengar pembicaraan nya
Percaya atau tidak,ini pertama kalinya aku menguping pembicaraan orang lain tanpa se-pengetahuan nya bahkan terhadap pacarku sendiri aku belum pernah
Jangankan menguping,memeriksa handphone pacar ku sendiri hampir bisa dikatakan sangat jarang
Entah aku malas atau memang tak mau tau,tapi aku seperti punya kepercayaan tersendiri kepadanya
"Ya hallo vis?" Jawabnya,aku terus mendengar pembicaraan mereka,sesekali dia tertawa
Aku tak tau apa yang mereka bicarakan,yang jelas hatiku perih saat ada orang yang bisa membuatnya tertawa selain aku
Dan aku merasa sangat sakit setelah mendengar percakapan mereka via telepon
"Iya viska yang cantik,nanti sore kita ketemu di taman deket cloyard aja yaa"
"Damn!apa maksudnya ini?
Apa yang sebenarnya terjadi?" Batinku terus bertanya,aku tak mampu bicara apapun
"Iya sayang bye" dia mengakhiri panggilan itu
Aku tak kuat,sungguh rasanya lutut kaki ku tak mampu menahannya,aku hampir terjatuh tapi aku masih bisa bertumpu pada pintu.
Tuhann,
Rencana apalagi yang akan kau buat?
Dia membalikan badan dan
Boom!dia melihatku
Dia melihat wajahku yang penuh emosi
Saat dia akan mendekat,tanpa sengaja air mataku jatuh
Arghh,lagi lagi aku memperlihatkan sisi lemahku di depan nya
Mataku memanas karena aku terus terusan menahan tangisku
"Rima,aku bisa jelasin ini ke kamu" ucap nya menenangkanku
"Apalagi bum?apalagi yang mau kamu jelasin?" Tanyaku pelan
"Yang kamu denger itu gasama dengan yang kamu pikirin"
Aku tertawa sinis di depannya
"Terus apa?kamu pura pura akting?gitu?yay!bagus bum" jawabku seraya menepuk tangan seolah ini pertunjukan yang menarik
"Aku ngga ada hubungan apa apa sama viska dan kamu harus percaya itu" jawabnya
Oh jadi viska perempuan yang bicara di telepon tadi.
Lagi lagi aku tersenyum sinis
"Kamu kejebak bum,jadi kamu selingkuh sama viska?iya?"
Dia memegang rambutnya frustasi
"Tapi kamu salah paham kayanya yang" jelasnya
Aku?salah paham?
Aku memang selalu salah sekali pun itu bukan salahku
YOU ARE READING
Forgotten
Romance"Aku pikir kamu gabakalan nyakitin aku kaya cowo yang lain tapi aku salah" Rima,seorang perempuan yang dibilang perempuan sempurna tak pernah menyangka akan disakiti oleh orang yang dia sayang upaya nya untuk melupakan sedikit demi sedikit berhasil...
