Chafter 1

205 32 4
                                        

Cup... Cup... Cup... Cup... Cup

'Eunghh...' gumam Luhan ketika merasakan jika sebuah benda lembut dan basah yang sedang bermain diwajahnya, terutama dibibirnya. Luhan berusaha untuk membuka matanya, tapi kepalanya sangat pusing seolah-olah melarang ia untuk membuka mata.

Tapi saat benda lembut dan basah itu terus memainkan bibirnya, Luhan baru sadar jika benda tersebut adalah sebuah bibir dan lidah. Otomatis Luhan langsung membuka matanya dan melotot kaget saat melihat wajah seorang namja yang sedang menciumnya.

Dan entah mendapat kekuatan dari mana Luhan mendorong namja itu sehingga namja itu terduduk dengan bertelanjang dada- apa bertelanjang dada?? Dengan gugup Luhan mengangkat selimbut yang menyelimbuti tubuh mungilnya yang ternyata tidak memakai sehelai pakaian pun.

Luhan langsung mendudukan dirinya tanpa memperdulikan rasa pusing yang masih bersarang dikepalanya, lalu memegang selimbut itu dan mengangkatnya tinggi-tinggi hingga dagu dan menatap tajam namja yang tengah memperhatikannya.

"Nu-nuguseyeo??" tanya Luhan yang terdengar sangat ketakutan walaupun wajahnya sedang menunjukan wajah marah yang terlihat menggemaskan.

Namja itu tersenyum sangat tampan lalu mendekatkan wajahnya ketelinga Luhan dan membisikan sesuatu yang membuat Luhan merinding karena namja itu meniup-niup telinga dan lehernya.

"Kau tidak mengenaliku??" bisik namja itu.

Luhan menatap namja itu dengan serius dan sedikit memiringkan kepalanya kekanan, kebiasaan jika Luhan sedang berpikir. Lalu tiba-tiba saja ada bayangan yang melintas dipikirannya yang membuatnya dapat mengingat namja didepannya tersebut.

Dia adalah Oh Sehun, si pengusaha terkenal yang semalam datang keacara perpisahan di kampusnya, bahkan Luhan masih ingat jika namja yang sangat diincar oleh banyak yeoja itu melambaikan tangannya pada Luhan saat semalam Luhan melihat kearahnya.

Tapi saat Luhan mencoba untuk mengingat kembali kenapa ia bisa berakhir disebuah kamar hotel dengan keadaan polos tanpa sehelai benang pun ditambah lagi ia tidak sendirian melainkan dengan seorang namja yang diidam-idamkan banyak yeoja.

Tapi hasilnya nihil, ia tidak dapat mengingat apapun yang ada hanya rasa sakit dan pusing yang menyerang kepalanya.

"Jangan terlalu dipaksakan itu hanya akan membuatmu semakin sakit kepala"

Luhan tidak menjawab ucapan Sehun, yang dilakukan Luhan sekarang adalah memegang kepalanya dengan kedua tangan mungilnya dan memukul-mukul pelan kepalanya yang terasa sangat sakit dan pusing itu.

Sehun yang melihat itu langsung memegang tangan Luhan, dan menatap Luhan khawatir.

"Apakah sangat sakit??" tanya Sehun lembut seraya mengusap kepala Luhan penuh kasih sayang. Dan dengan polosnya Luhan menganggukan kepalanya yang membuat Sehun tersenyum melihat keluguan Luhan.

"Mau aku buatkan sesuatu??" tanya Sehun lagi, kali ini Luhan menggelengkan kepalanya.

"Aku hanya ingin mandi, badanku sangat lengket dan bau" ucap Luhan yang lagi-lagi sangat polos dan menggemaskan yang membuat Sehun menggesekan hidung mancungnya dengan hidung mungil Luhan.

"Baiklah kau akan mendapatkannya" Sehun pun menjauhkan tubuhnya berniat untuk pergi meninggalkan Luhan dan membiarkannya melakukan ritual mandinya dengan tenang.

Tapi ketika beberapa langkah lagi ia akan sampai dipintu, ia mendengar ringisan kesakitan Luhan yang membuat Sehun membalikan tubuhnya lagi dan mendekat ke arah Luhan.

"Gwaenchana??" tanya Sehun khawatir saat melihat wajah kesakitan Luhan.

"Ini sangat sakit dan perih"

To już koniec opublikowanych części.

⏰ Ostatnio Aktualizowane: Jun 27, 2017 ⏰

Dodaj to dzieło do Biblioteki, aby dostawać powiadomienia o nowych częściach!

First LoveOpowiadania do pokochania. Odkryj je teraz