I Need To Stop

16 0 0
                                        

Sinar matahari menembus melalui sela-sela dedaun di pohon yang rindang manandakan pagi telah tiba.
Mira,gadis berusia 17 tahun yang tinggal di sebuah kos-kos an sedang mendengarkan lagu melalui headsetnya sembari menunggu bis yang akan ia kendarai untuk pergi menuntut ilmu. Padahal orang tuanya memberikan motor tetapi ia tidak ingin menggunakannya karna dia merasa nyaman menggunakan transportasi umum seperti bis dan angkot,dia menggunakan motor hanya untuk keperluan mendesak sajak seperti bangun kesiangan.

15 menit menunggu bis yang menuju ke arah sekolahnya pun tiba, dia mengembangkan senyuman kecil menandakan lega karena penantiannya sudah berakhir. Satu hal lagi yang membuat Mira selalu ingin naik bis adalah karena dia bertemu dengan seorang laki-laki yang telah mencuri hatinya yang masih polos karena dia belum pernah sama sekali pacaran,bisa dikatakan dia adalah cinta pertamanya. Mira tidak jatuh cinta karena parasnya yang memang tampan dengan lesung pipit di pipi bagian kanannya yang membuat laki-laki itu terlihat lebih manis saat tersenyum. Mira jatuh hati padanya karena sikapnya yang baik.

FLASHBACK

Mira bangun agak siang jadi dia mendapatkan bis yang lumayan ramai sehingga dia tidak mendapatkan tempat duduk dan tentu dia harus berdiri dengan tas yang ia gendong didadanya.

"Duduk disini bu" ujar seorang laki-laki yang mencoba memberikan tempat duduk kepada seorang ibu-ibu yang baru saja berdiri di sebelah Mira.
"Terima kasih nak" ucap ibu itu berterima kasih kepada pemuda itu. Mira memandangi laki-laki itu dengan heran dan sedikit kagum karena tidak banyak remaja yang ingin mengalah dan rela memberikan tempat duduknya untuk orang lain walaupun sebenarnya Mira sering juga memberika tempat duduknya.
Saat Mira sedang sibuk memandangnya,tiba - tiba..
Citttttttt.....
Pak supir mengerem mendadak membuat tubuh Mira terkejut dan hampir saja jatuh kesamping kalau saja pria yang dipandangnya tadi tidak memegang tangannya. Mira merasakan tangan hangat pria itu menyentuh kulit mulusnya yang dingin,mata mereka saling berpandangan seakan waktu berhenti berjalan. Mata berwarna coklat itu membuat Mira seakan terhipnotis olehnya,sampai pandangannya terhenti karena pria itu berbicara padanya.
"Gak papakan?" ucapnya sambil tersenyum yang memperlihatkan lensung pipitnya itu. Mira terkejut karena laki-laki itu membuyarkan lamunannya.
"Ah iya,gak papa kok. Makasih ya" ucap Mira sambil melemparkan senyuman manisnya. Laki-laki itu hanya tersenyum mendengar jawaban Mira. Setelah laki-laki itu membuang pandangannya dari Mira,mata Mira mencari-cari nama yang seharusnya ada didada laki-laki itu, tetapi nama laki-laki itu tertutup oleh tas gendongnya, Mira hanya bisa mengetahui bahwa ia berasal dari SMU Seni 1 yang terkenal akan bakat-bakat para muridnya. Saat hendak turun,laki-laki itu berkata pada Mira "Hati hati ya" dan Mira hanya membalasnya dengan senyuman dan anggukan kecil karena ia sudah cukup terhipnotis oleh laki-laki tersebut. Setelah Mira turun,ia melihat kearah laki-laki itu yang masih berdiri di dalam bis. Ia masih terkesima oleh laki-laki itu sampai sahabatnya yang juga berada di halte bis menepuk pundaknya membuatnya terkejut dan hampir memjatuhkan ponsel miliknya.
FLASHBACK END

Dari situlah Mira bisa menyukai laki-laki itu dan selalu bersemangat untuk naik ke bis. Tetapi tidak setiap hari Dewi Fortuna memihaknya karena hanya beberapa kali saja Mira berada dalam bis yang sama dengan pria idamannya itu. Meskipun beberapa kali berada dalam satu bis,tapi Mira tidak berani mengajaknya bicara dan ia hanya menjadi Secret Admirer nya saja.

Mira juga menceritakan hal ini kepada sahabatnya yang bernama Sara. Tetapi percuma saja karena Sara pasti tidak bisa membantunya mencari siapa laki-laki pencuri hati sahabat baiknya dari SD itu dan Sara hanya bisa mendengarkan ceritanya saja.

Suatu hari Sara main kekos-kos an milik Mira yang di fasilitasi lengkap karena itu kos-kosan VIP yang memiliki satu kamar mandi di dalam dan AC,biaya perbulannya pun sangat mahal,tapi Mira tidak harus membayar itu karena kos-kosan itu milik orang tuanya walaupun orang tuanya tinggal tidak jauh dari kos-kosan Mira,Mira tidak ingin tinggal di rumah orang tuannya yang memiliki fasilitas lebih lengkap dan besar bak istana karena orang tuanya sering bertengkar,bahkan orang tuannya sudah membujuk Mira untuk kembali tetapi ia tidak mau dan orang tua Mira meminta Sara untuk sering-sering datang ke kos an Mira untuk menemaninya agar ia tidak sendirian bahkan mereka memberi Sara satu kamar kos gratis di samping kamar Mira tetapi Sara tidak bisa karena Sara tidak di perbolehkan oleh orang tuannya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 23, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

I Will Forget You (One Shoot)Stories to obsess over. Discover now