Halo namaku jeremy, usiaku 15 tahun, aku baru saja pindah ke sekolah baruku, sebelumnya aku bersekolah di desa yang kecil, aku sering dikeluarkan dari sekolah ku karena sering bertingkah dan berkata aneh, seperti aku mengatakan bahwa kepala sekolah akan meninggal karena serangan jantung, dan mereka bilang bahwa aku membual dan tidak sopan, padahal aku melihat dengan mata kepala aku sendiri dan menceritakan semuanya, dan sampailah aku didepan pintu kelas dan memperkenalkan diri, saat aku memperkenalkan diri selalu sama, tatapan mereka padaku selalu sama, sinis dan ingin aku pergi, namun ada satu anak yang memberikan tatapan yang berbeda, dan mempersilahkan aku untuk duduk, "hei, perkenalkan aku anna" katanya, "jeremy" kataku.
Di saat jam istirahat ada sekumpulan anak yang menghampiriku, "hei anak baru" kata salah satu dari mereka "aku deni, senang bertemu denganmu" katanya lagi, saat aku melihat tatapannya, ia memiliki tatapan yang sama seperti orang-orang saat aku memperkenalkan diri dikelas, "jeremy" kusebutkan namaku padanya, "ayo ikut kami ke ke kantin" ajaknya, saat dikantin aku merasakan suasana yang berbeda dari sekolah ku sebelumnya, aku merasakan hawa yang hangat, tidak seperti biasanya yang dingin dan penuh kebencian, dan sesaat aku melihat bahwa salah satu nampan anak dijatuhkan oleh deni dan deni memukul anak itu "sudah kubilang berapa kali,daging ini miliku" katanya lantang, makanan yang ada di nampan itu tumpah semua, dan anak itu berkelahi dengan deni hingga mereka berdua terluka, namun aku sadar itu hanya yang seperti biasanya, cuma penglihatan yang cuma aku yang bisa lihat, dan semua masih normal, setelah 15 menit aku disana, tiba-tiba deni menghampiri salah satu anak dan menjatuhkan nampan miliknya kemudian memukul anak itu, anak yang tadi dalam penglihatanku, "sudah kubilang berapa kali,daging ini miliku" katanya lantang, dan aku berlari untuk memisahkan mereka "hei, jangan bertengkar, sudah sudah" katanku, "apa-apaan kau!?" tanya deni, "berhenti atau kalian akan terluka?" kataku, dan deni menatapku tajam, tapi aku tidak peduli, "baiklah kali ini kau lolos" kata deni ke anak itu, dan deni mengajak aku pergi.
Diperjalanan, ia bertanya "kenapa kau menghalangiku?!" "tadi aku melihatmu" jawabku "melihatku?" tanyanya bingung "aku melihatmu berkelahi dengannya dan kalian berdua terluka parah, dan orang tua anak itu datang kesekolah, kau diskors, dan hukuman membersihkan lingkungan sekolah 2 bulan" jawabku, "kau melihat dimana?" tanyanya lagi "di pengelihatan ku" jawabku, dia heran dan kami kembali kekelas. Aku pulang kerumahku dengan deni dan teman-temannya dan berpisah di persimpangan dekat stasiun.
YOU ARE READING
Future (Bahasa Indonesia)
FantasyJeremy, seorang anak yang bisa melihat masa depan 15 menit sebelum terjadi
