Tora: Ibu, maafkan aku selama ini. Aku mencintaimu.
Ibu: Kenapa kau mengirim sms Tora? Dan kenapa kau me-reject telepon ibu? Ibu khawatir. Dimana kau?
Tora: Aku di rumah. Di kamarku. Sembunyi di dalam lemari. Ku pikir kau sudah tidur saat aku tiba tadi ibu.
Ibu: Aku tidak menyadari kedatangamu. Baiklah, aku akan ke kamarmu.
Tora: Tidak! Demi Tuhan jangan bergerak ibu!
Ibu: Kau kenapa Tora?
Tora: Kita tidak boleh menimbulkan suara sedikitpun! Atau kita akan mati ibu!
Ibu: Aku tidak mengerti maksudmu Tora.
Tora: Ibu, matikan TV nya!
Ibu: Aku tidak menyalakan TV dan tidak ada suara TV Tora.
Tora: Sial, dia muncul lagi.
Ibu: Dia? Siapa yang kau maksud?
Tora: Dia di tangga ibu! Aku mendengar langkah kakinya!
Ibu: Aku semakin tidak mengerti Tora.
Tora: Tidak! Tidaaak! Dia sudah disini. Di dalam kamarku ibu!
Ibu: Oke Tora, kau benar-benar membuatku takut. Aku ke kamarmu sekarang.
Tora: Jangan ibu! Larilah! Pergilah ke Gereja!
Ibu: Tora, kau malah membuat ibu kesal. Jika kau mempermainkanku, aku tidak akan mengijinkanmu pergi ke acara sekolah minggu depan!
Tora: Dia! Dia di hadapanku ibu! Wajahnya sangat mengerikan!
Ibu: Dia siapa? Kau benar-benar membuatku takut Tora! Ini tidak lucu!
Tora: Sial. Dia melihatku!
Ibu: Oke, kau benar-benar membuatku kesal Tora. Aku ke kamarmu sekarang!
Tora:
Ibu: Aku sudah di ruang tengah Tora.
Tora:
Ibu: Aku menaiki tangga.
Tora:
Ibu: Tora buka pintunya! Aku sudah lelah mengetuk pintu kamarmu!
Tora:
Ibu: Baiklah, aku akan menerobos kamarmu menggunakan kunci cadangan.
Tora:
Ibu: Bersiaplah mendapatkan hukuman anak nakal.
Setelah berhasil membuka pintu kamar anaknya. Sang ibu pingsan.
ESTÁS LEYENDO
The Dialogue
De TodoDia, Lo, Gue Dialogue! Bukan tentang tiga orang. Apalagi tentang cinta segitiga. Bukan! Ini isinya dialog semua tanpa narasi wakakakak. Jangan salah paham ya!
