Prolog

96 2 0
                                        

Aku tidak tahu apakah yang kuperbuat ini benar, tapi aku menyukainya. Rasanya ini adalah surga duniaku. Aku tahu ini semacam dosa. Aku tidur dengan pria yang aku cintai namun aku tak memiliki ikatan resmi dengan pria ini karena aku masih mahasiswa, begitu juga dia. Namun kami masih memiliki batasan, kami saling berjanji tidak akan melakukan hal 'diluar batas' walaupun kami tahu apa yang sudah kami lakukan ini belum pantas dilakukan oleh pasangan tanpa ikatan suami istri.

Yang menjadi masalah adalah pria yang disampingku ini. Bagaimana tidak, dia memiliki kekasih lain. Sebenarnya bukan dia yang berselingkuh, melainkan akulah orang ketiga itu, bisa dikatakan aku adalah ular diantara hubungan mereka sebelumnya.

Kekasihnya tentu tidak mengetahui hubungan kami. Dia juga tak mengetahui bahwa kami terkadang tinggal didalam kamar yang sama. Hubungan mereka baik-baik saja.

Iggy adalah pria pertama yang sangat kucintai. Selama delapan belas tahun aku hidup, aku tidak pernah berhubungan intim dengan orang lain. Namun ketika aku mengenal Iggy, rasanya ia telah membiusku.

Hubungan terlarang kami baru berjalan tiga minggu. Aku tidak mau terburu-buru menyuruh Iggy memutuskan Karen, kekasihnya. Karena aku takut aku menjadi perusak hubungan mereka, ya, walaupun sebenarnya aku sudah menjadi duri percintaan mereka secara diam-diam.

Iggy bilang dia mencintaiku. Meskipun sudah setahun lebih berpacaran dengan Karen, ia tak pernah merasakan debaran yang sama seperti saat ia melihatku. Iggy sebenarnya ingin memutuskan hubungannya dengan Karen ketika hubungan terlarang kami dimulai, namun aku melarang, karena tak semudah itu, aku juga wanita, aku mengerti perasaan Karen nantinya.

Iggy sendiri tak pernah berpikir bisa berselingkuh dari Karen. Sebelumnya ia amat menjaga dan menyayangi Karen. Tentunya hubungan mereka bukan seperti hubungan yang kini tengah aku dan Iggy jalani. Mereka tidak pernah tidur bersama dan mereka belum pernah berciuman.

Itu juga sebenarnya yang membuat aku berpikir dua kali pada awalnya, ada kemungkinan juga Iggy berpaling padaku hanya untuk memuaskan hasratnya, tapi Iggy seringkali membantah apa yang aku katakan. Iggy mengatakan kalau dia benar-benar mencintaiku baik itu secara perasaan ataupun hasrat. Iggy selalu mengatakan bahwa setiap kali melihatku ia selalu ingin menciumku dan setiap kali ia disampingku ia selalu ingin mendekap erat tubuhku.

Aku juga menyukai Iggy. Mencintainya. Sangat. Tapi aku tak percaya kata-kata Iggy seratus persen. Aku tak mau patah hati. Tapi aku tak mau melepaskan dia. Aku ingin bersama dengan Iggy.

Akhirnya kami memutuskan bahwa untuk sementara hubungan kami seperti ini, begitu terlarang.

OBSESIStories to obsess over. Discover now