“appa.. eomma.. aku pulang” teriak yoona sambil berjalan memasuki rumah mewahnya. Namun tak ada sahutan.
Yoona menghentikan langkahnya tepat di ruang keluarga. “mereka kemana ? apa mereka sedang pergi ? tidak mungkin. Kalau mereka sedang pergi, lalu kenapa pintu di biarkan terbuka ? aaa.. ahjumma.. tapi kan ahjumma sedang libur. Lalu di mana appa dan eomma ?” kata yoona berbicara sendiri.
“mungkin mereka sedang berada di halaman belakang” kata yoona, lalu menuju halaman belakang rumahnya.
“appa.. eomma..” panggil yoona setelah sampai di halaman belakang, namun ia tidak juga menemukan keberadaan appa dan eommanya. Yoona berpikir mungkin kedua orangtuanya ada di kamarnya, yoona mencari ke kamar orangtuanya namun tidak ada juga. Yoona di setiap ruangan yang ada di rumahnya, namun tidak ketemu juga.
“appa..eomma.. kalian di mana ?” teriak yoona sambil berjalan menelusuri rumahnya.
“aku kan belum melihat di dapur, mungkin mereka ada di sana” kata yoona berbicara sendiri. Lalu bergegas ke arah dapur.
Tepat di ruang makan, handphone yoona terjatuh karena terlalu terburu-buru. Yoona membungkukkan badannya untuk mengambil handphonenya yang terjatuh di lantai. Yoona melihat ada darah di lantai.
“ini darah siapa ?” tanya yoona, lalu sedikit mendongakkan kepalanya melihat ke arah dapur. Yoona melihat appa dan eommanya tergeletek bersimbah darah di lantai dapur.
“ appa !!! eomma !!!” teriak yoona histeris, lalu berlari ke arah dapur lalu memeluk tubuh kedua orangtuanya secara bergantian sambil menangis histeris.
“appa, eomma ! bangun !!! jangan tinggalkan aku !” teriak yoona sambil menggoncangkan tubuh kedua orangtunya yang sudah tidak bernyawa lagi.
“tidakkkkk !!!”
Yoona terbangun dari tidurnya, dengan keadaan menangis dan keringat mengalir membasahi dahinya serta dengan nafas yang memburu.
‘huffft.. ini hanya mimpi’ pikir yoona bersyukur.
“yoona~a, kau baik-baik saja ?”tanya Mrs.Im yang duduk di pinggiran tempat tidur putrinya yoona.
Yoona melihat ke arah eommanya. “eomma..” ucap yoona lalu memeluk eommanya dengan sangat erat sambil menangis.
Mrs.Im memeluk yoona balik dengan hangat dan penuh kasih sayang sambil mengelus puncak kepala yoona.
“ada apa yoon ? kenapa kau menangis ?” tanya Mrs.Im
“aku bermimpi eomma, aku.. aku.. bermimpi eomma dan appa pergi meninggalkanku” ucap yoona sambil menangis.
Mrs.Im melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah yoona dengan kedua tangannya sambil tersenyum.
“aigoo, putri kecil eomma kan sudah besar sekarang. Sudah jangan menangis. Lagian itu kan hanya mimpi” ucap Mrs.Im seraya mengusap air mata di wajah yoona.
“tapi aku takut eomma” kata yoona sambil memanyunkan bibirnya seperti anak kecil.
“sudah.. sudah.. jangan menangis. Kau kan hari ini ada janji dengan ji chang wook-mu, kalau kau terus menangis kau akan terlihat jelek. Nanti ji chang wook-mu itu tidak mau dengan mu” ucap Mrs.Im sambil meledek putrinya.
“eomma..” protes yoona.
“sekarang kamu mandi, lalu kita sarapan. Appamu sudah menunggu di bawah” suruh Mrs.Im.
“iya..” jawab yoona malas. Lalu Mrs.Im keluar dari kamar yoona.
Yoona teringat kembali mimpinya, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.
“tenang yoona, itu hanya mimpi. Sekarang kau mandi supaya pikiranmu bisa lebih tenang” kata yoona berbicara pada dirinya sendiri lalu beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth
FanfictionIm yoona, seorang gadis yang memiliki kehidupan yang sempurna. Dia cantik, pintar, berasal dari keluarga kaya raya (caebol). Ia juga memiliki kepribadian yang baik, ramah, suka menolong orang lain. Hingga suatu hari terjadi suatu peristiwa yang memb...
