prolog

197 4 0
                                        

Pertemuanku dengannya yang tanpa di sengaja membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi berbeda dengan dia yang dingin dan acuh padaku, ya mungkin dia seorang gay.pikirku

Tapi masa sih dia gay.batinku

Tapi dia seorang pria tampan dan kalau di lihat dia itu sangat berwibawa.

Kembali aku tersadar dari lamunanku karena bunda yang tiba-tiba memegang pundaku dan tersenyum manis padaku.

Aku sekarang berada di sebuah mall terbesar di kota surabaya ini. Niatnya sih cuma anter bunda ketemu temennya, eh malah aku yang ketemu pria tampan ini.

Haduh meleleh hati adek bang.batinku

"Sayang itu diajak dika jalan sebentar loh"seru bundaku

Ya pria tadi bernama dika mahendra putra wijaya. Seorang CEO dari sebuah perusahaan terkenal milik wijaya corp di kota surabaya ini bahkan di seluruh asia. Dia putra pertama dari tiga saudara. Adik perempuannya yang bernama marisha mahendra putri wijaya masih kuliah jurusan akuntansi semester dua. Sedangkan adik kecilnya yang bernama aldevon mahendra putra wijaya masih duduk di bangku sma kelas 1.

Dan aku adalah rasya malvika putri aditama. Gadis yang masih berusia 23 tahun yang menempuh pendidikannya di prodi manajeman di semester delapan ini. Aku putri kedua dari keluarga aditama, kakakku seorang dokter di sebuah rumah sakit terbesar di kota ini. Kakakku juga sudah mempunyai dua anak yang sangat lucu bagiku. Yah aku hanya dua bersaudara saja, karna bunda dulu tidak bisa hamil lagi akibat kecelakaan yang menimpanya 6 tahun silam.

"Kita mau kemana mas?"tanyaku
"Terserah"jawabnya datar dan kembali menatap layar ponselnya
"Oke baiklah, aku ingin kita ke situ"sahutku sambil menunjuk sebuah toko boneka

Tanpa menjawab perkataanku,dia dengan mudah melenggang pergi begitu saja.
Setibanya di toko tersebut aku mulai memilih-milih boneka yang aku suka dan aku juga membiarkan si dika wajah datar itu melihat boneka disekelilingnya. Tapi dari tadi dia hanya mengikutiku saja sambil sesekali menjawab pertanyaan yang ku ajukan .

"Ini saja bagus"katanya sambil menunjukkan sebuah boneka teddy bear yang tidak terlalu besar.

"Yasudah ayo kita ke kasir"sahutku dengan mengambil boneka itu dari tanggannya, lalu tanpa melihatnya aku melenggang pergi menuju meja kasir.


------------------------------------------------------

Maaf ya readesrs typonya bertebaran

Malam minggu ini jangan lupa baca trus vote sama comen ya

Thank you
From: author tersayang:-D

will you merry meStories to obsess over. Discover now