SATU

55 4 7
                                        

Ddrrttttt ddrrrtttttt ddrrrtttttt
Ku buka mata perlahan, tanganku meraba-raba mencari dimana letak handphone ku saat ini.
Duukkk
"ah, sial" kataku sambil mengusap kepala yang baru saja kebentur tembok kamar sehingga membuat ku tersadar 100%.
Ddrrttttt ddrrrtttttt
"Hallo, assalamualaikum"
......................
"Iya kak, ke kampus"
......................
"Enggak kok, tadi aku habis dari kamar mandi, aku udah bangun dari tadi" kataku berbohong.
......................
"Iyaaa, enggak usah, uangnya masih ada, bentar lagi juga pulang, ini cuma mau ngelihat tes calon mahasiswa baru kak"
......................
"Iya, ok deh. Assalamualaikum" Kataku sambil mengakhiri telpon.
Yap, benar sekali, yang barusan telpon itu tadi adalah kakakku yang paling cantik dan super cerewet, dia selau mengabsenku setiap hari. Tanya inilah, tanya itulah, semuanya ditanyakan. Dia paling peduli dan yang jelas paling sayang sama adeknya yang bandel ini. Dia sangat tidak suka ketika aku bangun kesiangan, dan meninggalkan sholat subuh ku. Makanya aku terkadang harus berbohong demi untuk tidak membuatnya marah.

Aku adalah seorang anak rantau yang sedang berusah mencari ilmu sebanyak mungkin dari kota metropolitan ini. Sudah 6 semester ku lalui disini, dengan berbagai macam keadaan. Mulai dari senang karena punya banyak teman, suka keliling kota tanpa punya tujuan jelas, sampai pahitnya saat transferan uang telat datang. Semua sudah pernah kulalui. Maklum lah namanya juga anak rantau.

Aku tidak tinggal sendiri, disini aku ngontrak rumah bersama dengan teman-temanku. Rumahnya tidak terlalu luas, hanya ada 2 kamar, kamar mandi, dapur, ruang tamu dan beberapa meter ruangan kosong. Cukuplah untuk menampung kami berempat. Dari pertama kali kuliah sampai sekarang kami tidak pernah pindah kemanapun, ya tetap di rumah kontrakan tercinta ini.

Aku mencoba untuk bangun dan duduk bersandar di tembok. Perutku lapar.
Jam berapa sekarang ya, pikirku.
Kuambil lagi hp ku yang baru saja kuletakkan, ku teka tombol kuncinya.
08.43
Wajar saja kalau semua temanku sudah menghilang entah pada kemana.
Ku masukkan pasword hp ku. Ada 4 pesan, 2 miscall, dan bbm yang entah berapa banyak.

Kubuka sms satu persatu.
Anggi KCB
Dek, aku ke kampus dulu, mau ngumpulin tugas UAS.

Ya balas ku singkat.

Mboke KCB
Vit, jatah nasi tinggal buat kamu, habiskan terus masak lagi sebelum berangkat.

Ya singkat juga balasanku.

D11 Alfin
Nyil, ke kampus gak?? Bareng aku nggak?

Iya ke kampus pin. Aku bareng. Aku mau mandi dulu.

D11 Sandi
Deg dmna??

Kontrakan. Mau ke kampus. Kamu dimana san??

Aku segera menyambar handuk ku dan menuju kamar mandi, baru saja 3 langkah..
Ddrrttttt ddrrrtttttt ddrrrtttttt
"Arrggghhhh"
Aku kembali memungut hp ku di kasur.
"Hallo, assalamualaikum pak"
......................
"Iya pak, sudah, mau mandi terus ke kampus"
......................
"Belum pak, sebentar lagi sarapan, mau mandi dulu"
......................
"Iya, Walaikum salam"
Sama seperti kakak ku, bapak ku juga mengabsenku tiap pagi, sebelum beliau berangkat ke kantor. Beliau selalu mengecek apakah aku sudah sarapan atau belum, ya memang karena aku selalu bermasalah dengan perutku, tetapi aku paling malas untuk disuruh sarapan.

Aku meletakan kembali hp ku di kasur, ku lempar begitu saja. Aku kembali melangkah menuju kamar mandi.
Thhiinnnnn thinnnnn!!
Suara klakson motor
"Adekkk!!! Adekkk"
Ya Tuhan kapan aku mandi kalau begini terus.
Aku berbalik arah menuju pintu dan membukanya.
"Ya Allah pin, aku masih belum mandi. Masuk dulu aja"
"Iya, tapi bukain gerbangnya, ini di gembok"
Aku melangkah menuju gerbang dengan membawa kunci. Aku menyerahkan kunci ke Alfin tanpa membukakan gembok, lalu berbalik lagi menuju kontrakan.
"Aku mau mandi, nanti tutup lagi gerbangnya"
"Ok" Jawab alfin sambil memarkir motornya di halaman kontrakan ku.

********
Aku dan Alfin sudah tiba di gedung tempat tes praktek calon mahasiswa baru. Gedung Pertunjukan Sawunggaling.
Begitu banyak mobil dan motor yang terparkir. Begitu juga dengan antrian untuk tes prakteknya. Terlihat beberapa mahasiswa anggota HMJ tengah sibuk mengatur jalannya tes tersebut. Ada yang jadi tukang parkir, ada yang sibuk memotret, ada yang tengah wara wiri entah apa yang dikerjakan.
"Terus mbak, terus, sini mbak" kata seorang beralmamater mencoba memberi intruksi pada alfin untuk memarkirkan motornya ditempat yang telah disediakan.
"Aku gak mau kalau disuruh bayar" Jawab Alfin dengan ketus.
"Enggak enggak mbak, yang suruh bayar kan cuma maba" Jawabnya menjelaskan.
"Tumben ganteng" Kataku memuji.
"Jelas lho mbak, kan banyak maba, siapa tau ada yang nyantol sama aku" Jawabnya sambil berpose sok tampan.
"Iya in aja lah" Jawab Alfin sambil memutar tuas gas nya.

Aku berjalan dengan santai menuju pintu gedung, aku tau banyak mata yang memperhatikan ku. Bukan karena aku cantik, bahkan aku sama sekali tidak cantik. Cuma mungkin mereka sedang berfikir ini adek siapa kok diajak ke kampus, atau mungkin aku dipikir anak dosen yang sedang ikut ke kampus, sebagian lagi ada berfikir ngapain sih ini anak SD maen ke kampus, yang lebih parah jika ada berfikir bahwa aku anak yang sedang kesasar.
"Misiiii permisi" kataku supaya aku di beri jalan oleh para calon maba yang menggerumbul di pintu masuk. Mereka menatap ku aneh, seperti aku alien saja. Hah, biarlah, aku sudah sering di pandang aneh oleh orang lain

Hai hai guys.
Ini adalah cerita pertama ku. Aku butuh banget saran dan kritik kalian untuk cerita ku ini.
Kalau banyak typo atau salah kata mohon dimaafkan ya, hanya manusia biasa.
Semoga kalian dapat menikmati ceritanya, dan jangan lupa beri bintangnya.
Thanks!!

Tanpa Kosa KataWhere stories live. Discover now