Sekitar tahun 2014 bertepatan dengan tahun ajaran baru, di salah satu sekolah Madrasah Aliyah Negri di wilayah sukadiri di tepi kali H. Anjan, yakni salah satu kecamatan di kabupaten Tangerang.
Terdapat salah satu kelas dengan jurusan keagamaan, yang mana di dalamnya berisi 42 orang siswa dengan bermacam-macam talenta dan tingkah laku yang sangat beragam.
Yang mana kelas ini, kelas pertama yang menjadi korban keganasan kurikulum 2013. Yang menuntut para siswa untuk langsung menentukan jurusannya masing-masing.
Dengan di komandoi oleh salah satu wali kelas terhormat dan tersabar yakni bapak Sabrawi absalsa. Akhirnya mampu membimbing dan membentuk pribadi Family of Agama menjadi kelas dengan solidaritas yang tinggi.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Berkat polesan dan tangan dingin beliaulah Family of Agama mampu mengeluarkan potensi terbaik dalam diri masing-masing siswa".