Prolog

42 3 0
                                        

Purnama berpendar terang. Cahayanya merambat melalui awan awan kelabu di sekitarnya. Segerombolan gagak beterbangan di langit. Menimbulkan kesan malam yang menyeramkan. Di salah satu pohon besar, seekor burung hantu bertengger. Mata bulat tajamnya mengamati apa yang terjadi di bawahnya.

Nun di tengah hutan sana, seorang perempuan tengah berlari.

Terdengar suara derapan kaki yang terburu buru.

Di barengi dengan suara nafas yang memburu.

Perempuan itu berlari sekuat tenaga. Ketakutan membuncah di dadanya. Raut wajahnya menampakkan kepanikan. Butir demi butir keringat berjatuhan dari dahinya. Kaki kakinya sudah lecet, Namun ia terus berlari. Sekencang kencangnya yang ia bisa. Sekarang ini, yang ada di kepalanya hanyalah satu. Meloloskan diri.

Perempuan itu menoleh ke belakang, memastikan kalau 'Dia' sudah tak mengejarnya lagi. Perempuan itu pun lalu berhenti sejenak. Kedua tangannya tertumpu pada lutut, dan dengan susah payah ia mengatur nafasnya yang tersengal. Berpuluh puluh meter ia berlari, untuk bisa kabur dari-nya. Makhluk itu sudah tidak tampak. Perempuan itu pikir ia sudah berhasil lolos. Namun ternyata, ia salah.

Seketika itu juga sebuah sambaran cahaya berwarna hijau menyambar wanita itu.

"Arrrghhh !" jeritnya, kesakitan.

Dari kejauhan terdengar suara dedaunan kering yang diinjak dan suara langkah kaki yang kasar. Makhluk itu masih mengejarnya. Perempuan itu terbelalak, meskipun merasa kesakitan, ia berusaha berlari lagi. Bagaimana pun juga, ia harus Bisa lolos dari makhluk itu. Kalau tidak, akibatnya akan sangat fatal.

Dengan tampak kesakitan perempuan itu kembali berlari. Sementara itu, Makhluk mengerikan yang tengah mengejarnya, mengangkat tangannya yang keriting dan berkuku tajam. Lalu dari sana, muncul cahaya hijau besar, Seperti Bola aliran listrik yang menjalar.

Makhluk itu menggeram. Lalu dengan sekali hentakan, ia memukulkan tangannya ke tanah, lalu bola listrik itu menjalar, membelah tanah, dan membakar pohon pohon yang terkena sambarannya.

Dan perempuan itu menjerit seketika saat cahaya listrik hijau itu menyambar kakinya.

"Arrrghhh !"

Dia tersungkur ke tanah. Kakinya sudah tak Bisa berlari lagi, karena terluka parah. Darah tak henti hentinya keluar dari luka itu. Dan kali ini, ia tak bisa kemana mana lagi. Sekarang, perempuan itu terjebak. Tamatlah riwayatnya. Apa yang harus ia lakukan ?

Makhluk itu tertawa. Tawa yang sangat mengerikan sehingga memamerkan lekuk senyum yang amat menyeramkan. Mata merah menyalanya bersinar di tengah gelapnya hutan. Kuku kukunya yang tajam, seakan siap menerkam. Dan Tubuh besar itu, Semakin mendekat ke arah si perempuan.

Perempuan itu mengeluarkan sesuatu yang tampak Seperti tongkat kayu.

"Ruinamous !" Dia mengucapkan mantra.

Dari ujung tongkat itu, cahaya putih timbul lalu menyambar tubuh besar Makhluk itu. Namun hal itu tak ada gunanya sama sekali dan malah membuat tawanya Semakin menggema.

Tangan keriting berkuku itu kemudian mencengkeram leher si perempuan. Membuatnya mengerang kesakitan. Makhluk itu mengangkat dia hanya dengan satu tangannya. Si perempuan berusaha melepaskan diri, tapi cengkeramannya terlalu kuat. Mata merahnya menyala dan menatap tajam. Tangannya mencengkeram lebih kuat. Dan seketika itu juga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat menyakitkan.

Tiba tiba sebuah suara berbisik. Perlahan, sangat perlahan, namun semakin lama semakin terdengar jelas dan mendesis.

Habisi ! Bunuh ! Lenyapkan !

Mendengar bisikan itu, Makhluk mengerikan tersebut semakin menggila. Ia berteriak sejadi jadinya, lalu menggeram dengan suaranya yang berat dan berkata.

"Matilah Kau !"

Lalu sebuah jeritan terdengar menggema di langit malam yang kelam.

~oOo~

The WitchWhere stories live. Discover now