Ketahuilah bahwa A adalah huruf awal. Tidak ada awal jika tiada akhir. Jika dilihat dari sudut pandang kehidupan, menurutmu bagian mana yang menjadi permulaan hidupmu. Apakah ketika kau terlahir atau pertama kali bernafas, pertama kali menangis, merasakan asi dari indra pengecapmu atau mendengar suara azan dari Ayahmu. Semua itu bisakah kau mengingatnya. Tidak!.
Sampai sekarang kita tidak tahu kerja otak manusia yang diciptakan tuhan dengan luar biasa hebatnya. Pernahkah kau berfikir jika kita mengingat hal itu semua?.
Kita tak bisa mengingat sampai batas usia tertentu. Pernahkah kau mengucapkan satu kalimat inti dari menyelesaikan kata permusuhan dunia. Terima kasih.
Untuk dia yang telah mengajarkan kita berbicara pertama kali. Jika tidak maka jangan pernah terlambat. Karena penyesalan akan datang belakangan. Mungkin petuah itu terlalu tua, klise. Tapi jangan pernah menganggapnya sebelah mata. Karena ketika sadar kau telah banyak kehilangan. Kesempatan tidak akan pernah datang kedua kalinya ketika kesempatan itu kehilangan waktu. Ketika kesempatan itu berubah menjadi bubur yang tak pernah bisa kembali ke keadaan semula. Mungkin kau bisa memperbaiki benda mati yang rusak. Tapi bagaimana jika yang rusak adalah jiwa. Bagaimana jika roh yang tak kasat menghilang dari raga.
Maka sebelum mereka yang kau sayang meninggalkan dunia dan kembali kepangkuan Tuhan. Lakukan tiga perbuatan yang membahagiakan hati. Peluklah mereka dengan hangat. Ucapkan satu kata yang melepas beban, Ma'af. Dan terakhir berterima kasihlah.
Untuk siapa saja yang membantumu hidup. Terutama seseorang yang berada dekat denganmu. Lebih dekat dari ragamu sendiri. Ibu dan Ayah. Lalu Kakakmu, Adikmu, Saudaramu, Sahabat dan Temanmu. Jangan lupakan musuhmu. Karena dia juga bagian dari hidupmu yang berharga. Tanpanya kau tidak akan tahu caranya hidup di dunia yang kejam ini. Maka tarik ke dua sudut bibirmu ke atas. Tersenyumlah. Karena senyum itu sederhana. Dan sedekah kecil untuk kebaikan diakhirat kelak.
#09 Mei 2017
VOCÊ ESTÁ LENDO
Abjad
DiversosBisakah kau terangkan pada layar yang ada dikepalaku?. Aku terlahir sebagai gadis aneh. Yang menyukai Abjad. Di dalam kepalaku mengalir huruf-huruf yang ingin kutuangkan dalam imajenasi liar. Tertulis rapi dalam tinta dan kertas. Karena aku gadis an...
