*SCENE 1
"Kreeek...." bunyi pintu kelas yang sangat tidak diharapkan SinB. Semua pandangan beralih ke SinB, yang terlambat datang kesekolah. SinB tersenyum tipis, dan segera duduk di tempat duduknya. 5 menit kemudian, terdengar suara sepatu dengan langkah tegas yang. menghampirinya. Suasana kelas menjadi tenang. Jantung SinB derdegub begitu kencang. Tangannya bergetar begitu keras. Yang dipikirkan SinB hanyalah saem yang datang kepadannya dan akan memberinya sanksi. "Ya Tuhan, tolong... tolong... tolong... tolong... tolong... saya Tuhan... Jaebal... jaebal... jaebal... jaebal..." seru SinB dalam hati ketakutan.
Tetapi, suara itu tiba-tiba menghilang. Dengan keberanian yang dipaksakan, SinB menoleh ke belakang. "Mwo?" tanya Suho, dengan suara yang dingin. SinB menatap Suho dengan wajah yang kesal, dan segera menghadap ke depan.
SCENE 2
"Wush... Wush... Wush..." tiupan angin membelai rambut SinB. Daun-daun pun berjatuhan mengiringi langkah SinB, seakan mereka mengerti akan perasaan SinB, dan mencoba menghiburnya. SinB sangat lelah hari ini. Semua kegiatannya tidak berjalan dengan baik. Ditengah perjalanan pulangnya, SinB menemukan bangku yang tampaknya sangat nyaman. Ia beristirahat sejenak menghilangkan rasa penatnya. Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara memanggil namanya. Ternyata mereka adalah EunHa, dan Yerin. Mereka datang menghampiri SinB, dan bercerita bahwa tadi, saem berjalan kearah SinB, dengan wajah yang menakutkan. Suho tau bahwa saem akan menegur SinB. Suho menghentikan saem dengan alasan meminta saem mengambilkan hasil belajarnya, untuk kuliah. Tentu saja, saat SinB menghadap belakang, saem tidak ada. Karena saem pergi mengambil hasil belajar Suho, hingga jam mengajarnya selesai.
SinB tersenyum malu. Ternyata Suho yang selalu bersikap dingin padanya, sangatlah peduli kepadanya. "SinB..." suara lembut memanggil namanya. "Aku.... aku..... aku sangat-sangat berharap kau mau jadi pacar ku." Seorang pria, dari belakang menyatakan rasa hati nya, kepada SinB untuk mau menjadi pacarnya. SinBberbalik badan. Ternyata dia adalah Suho. Ternyata Suho selama ini yang menjadi malaikat pelindung SinB. Suho yang selalu membantu SinB tanpa disadari oleh SinB. Seluruh bukunya, tertulis angaka dua puluh dua, yaitu nomor urut SinB. SinB mengangguk dansegera memeluk Suho. Semua teman-temannya kegirangan, dan tak menyangka, bahwa Suho, dan SinB yang selama ini selalu bersikap dingin, satu sama lain, kini telah menjadi sepasang kekasih.
YOU ARE READING
Twenty Two
RomanceSinB yang sering terlambat, sangat takut akan ditegur saem. Tetapi saem tidak marah hari ini. Ia malah bertemu dengan Suho, pria yang selalu bersikap dingin padanya. Lalu kemana saem?
