SEVEN DAYS

203 6 0
                                        

Jiwaku telah lama hilang dalam lautan penantian. Tak ada setitik cahaya dalam hidupku, seperti halnya langit malam tak bertabur bintang dan pancaran sinar rembulan.

Liburan telah usai, kini saatnya kembali bersekolah.

Hari pertama setelah liburan, aku dikejutkan dengan murid baru di kelasku. Namanya Angel, Ia pindah sekolah lantaran Ayahnya pindah tugas.

"Kringgg, kringgg, kringg" bel istirahat berbunyi. Semua temanku di kelas datang menghampiri Angel. Mereka ingin berkenalan langsung dengan Angel, tetapi tidak denganku. Karena tentu saja aku gengsi.

"Kringgg, kringgg, kringgg, kringgg" bel pulang sekolah berbunyi. Aku segera pulang ke rumah dan aku melihat Angel yang telah dijemput oleh Supir pribadinya.

Sesampainya di rumah, aku selalu memikirkan tentang Angel. Kini aku dibuat penasaran olehnya. "Bodohnya aku tidak berkenalan dengan Dia", ucapku dalam hati.
Aku berniat tuk berkenalan dengannya esok hari. Aku harus melawan rasa gengsi itu.

"Richard ayo bangun nak, hari sudah pagi ! " ujar ibuku dari sisi tempat tidurku.
"Iya bu" jawabku dengan bergegas merapikan tempat tidurku dan sarapan bersama ayah dan ibu.

Setelah selesai sarapan. Aku berpamitan kepada kedua orang tuaku. Aku biasa ke sekolah dengan diantar Pak Wardiman, Dia supir pribadiku.
"Pak terima kasih ya telah mengantarkanku ke sekolah" ujarku.
"Iya nak" sahut Pak Wardiman.
Ia sudah ku anggap sebagai bagian dari keluargaku.

"Kringgg, kringgg" bel masuk sekolah berbunyi. Aku terlihat gugup menghadapi hari-hariku kini di sekolah, karena Angel duduk disampingku. Perasaan gelisah mulai menghantuiku, karena rasa penasaranku lebih kuat. Akhirnya aku memberanikan diri untuk berkenalan langsung dengannya ketika jam istirahat nanti.

"Kringgg, kringgg, kringgg". Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu telah tiba.
" Hai Angel, boleh aku berkenalan denganmu ? " tanyaku dengan gugup.
" Bukankah kemarin aku sudah memperkenalkan diriku di depan kelas ya " jawabnya dengan penuh keheranan.
" Maksudku bolehkah aku lebih jauh mengenalmu ? " tanyaku dengan raut wajah yang meyakinkan Angel.

"Oh" jawab Angel dengan singkat.
"Bagaimana kalau nanti sore kita bertemu di Taman Bunga ? " tanyaku.
"Aku kan baru pindah kesini jadi aku belum tahu Taman Bunga di sekitar sini" jawabnya.
"Baiklah nanti sore aku ke rumahmu saja" ujarku.
"Ok deh" sahutnya lagi-lagi dengan kata yang singkat dan membuatku semakin ingin mengenal lebih jauh lagi tentang dirinya.

Setelah Dia berikan alamat rumahnya. Ternyata rumahnya tidak jauh dengan rumahku. Setelah pulang sekolah Aku bergegas menemui Pak Wardiman yang sedang mengelap kaca mobil di garasi.
"Pak nanti sore tolong antarkanku ke Jl. Flamboyan No.13 Blok C" ujarku dengan wajah yang gembira.
"Siap deh" sahut Pak Wardiman.

Saat yang paling ditunggu telah tiba.
"Pak ayo kita berangkat" ujarku dengan penuh semangat.
"Ok" sahut Pak Wardiman.

Sesampainya di rumah Angel. Aku langsung membunyikan bel di dekat gerbang rumahnya. Tak lama kemudian keluarlah Angel dengan pakaian yang sopan dan tak berlebihan.
"Eh kamu ayo kita ke Taman Bunga" ujarnya sambil menutup gerbang rumahnya.
"Ok sip" sahutku dengan wajah memerah.

Aku dan Angel pun menuju ke Taman Bunga yang tak begitu jauh dari rumahnya. Di jalan menuju Taman Bunga, Aku dan Angel berbicara mengenai pelajaran di sekolah tadi.

SEVEN DAYSWhere stories live. Discover now