I. Tangisan Malaikat

9 1 5
                                        

Black Angel

'Come back to me lady...'

Suara itu. Suara itu selalu menghantuiku. Astaga, ini mata ku yang rusak atau bagaimana?

Tuan Alfred Stafford menemuiku.

Dia memintaku kembali.

Bukankah dia sudah ku seret ke neraka?! Apa maksudnya ini?!

Author

Malam yang sunyi dengan semilir hawa dingin yang menusuk tulang membuat siapapun tak berani keluar dari tempat tinggal mereka.

Manusia dan hewan peliharaannya tak ada satupun yang keluar.

Waktu menunjukkan pukul 00.00 dini hari. Para malaikat hitam dengan senjata yang terpampang manis pada tangan mereka terlihat berkeliaran mencari target.

Black Rose. Julukan seorang malaikat berambut hitam dengan pedang di pinggangnya. Dia cantik, namun angkuh.

Didaerah yang cukup jauh di sebuah pegunungan, seorang pria tengah berdiri di balkon mansion nya yang menghadap langsung ke kota.

Gemerlap lampu dan keindahan kota yang maju itu membuatnya tersenyum tipis. Rambut pirang yang berantakan karena ditiup angin itu terlihat sexy dimata siapapun yang melihatnya. Iris dark blue yang dingin itu seolah terlihat menawan dan menyihir.

"Lady Marie Chess... Kapan kau kembali ke pelukan ku?" ujar pria itu sambil memandang kota.

"Black Rose..."

***

Malaikat hitam yang terlihat angkuh itu bertengger didahan pohon momiji. Sihir? Magis? Hal itu berlaku di kota yang misterius ini.

Iris berwarna merah itu sedikit memicingkan mata karena merasa bahwa ada yang memanggilnya.

"Apa itu benar... Tuan Alfred masih hidup? Tapi kenapa bisa?" gumam Marie dengan wajah datarnya.

Tatto bunga mawar yang berada di lengan kiri Marie berwarna merah sekali. Dan itu merupakan tanda bahwa tuan nya memanggil.

"Tugas menanti" lanjut Marie lalu mengepakkan sayap hitamnya sambil menggenggam pedang ditangan kanan.
.
.
.
.

Cambuk hitam yang dipegang Alfred terlihat cukup mengerikan bagi manusia biasa. Padahal bagi malaikat hitam itu adalah benda yang paling rendah daripada pisau cukur.

Pria berusia 20 tahun itu (dinilai dari penampilannya) masuk kedalam mansion dan menutup pintu balkon.

Kemeja putih yang melekat ditubuh atletis Alfred itu dilepas lalu dilemparnya begitu saja ke ranjang berukuran king size didekatnya.

Tatto mawar hitam pada pundak kanannya terlihat sangat jelas. Ditatapnya sebuah foto berukuran 10R pada meja rias.

"Marie... Kau tak bisa membunuhku" ucap Alfred sambil tersenyum.

"Karena aku lebih kuat darimu" lanjutnya sambil menyentuh cermin.

KRAK

Cermin yang baru saja disentuhnya langsung retak karena hawa dingin yang diluar rata-rata.

Seorang gadis bersayap hitam dengan pedang pada tangan kanan menatap datar punggung putih Alfred.

"Tuanku, mengapa kau masih hidup?" tanya Marie pelan.

"Tentu saja, dan kau tak perlu tahu" jawab Alfred sambil berbalik dan menatap Malaikat hitam itu.

"Kamu bukan manusia" Marie mengembangkan sayapnya dan bersiap melayangkan serangan kepada Alfred.

"Tenanglah istriku, aku bisa jelaskan ini" ujar Alfred sambil meregangkan otot lehernya yang terasa kaku.

'Istri...?' batin Marie sambil menghilangkan sayap dan pedangnya.

"Begitu lebih baik" lanjut Alfred sambil menghilangkan cambuk hitamnya.

"........" Marie hanya diam dan menatap datar pria dihadapannya ini.

Iblis terkutuk.
Rupanya lawan yang dihadapi Marie adalah seorang iblis. Meskipun begitu,kalau sudah kontrak... Malaikat hitam ini tidak bisa melukai majikannya.

Bila melakukan pelanggaran perjanjian, tamatlah riwayat Marie. Kepalanya akan meledak dan dia akan diseret ke dunia bawah untuk dijadikan budak setan.

Dan untuk majikan, mereka memiliki banyak keuntungan. Namun bila itu bukan manusia. Kalau manusia mungkin nyawa sudah melayang saat 2 hari sesudah perjanjian.

Kembali ke cerita.

Kini Alfred tengah memeluk tubuh Marie yang ramping itu. Mini dress hitam-putih yang dikenakan malaikat hitam itu terlihat cukup menggoda nafsu Alfred untuk memakan tubuh manis Marie.

"Kau masih terlihat cantik seperti dulu... Kulit putih yang mulus tanpa ada luka se cuil pun" bisik Alfred ditelinga kiri Marie.

"Malam ini, boleh kah aku memakanmu?" lanjutnya.

"Tidak boleh" tukas Marie sambil melirik ke kiri.

"Kenapa tidak boleh?" Alfred kembali bertanya sambil menatap wajah Marie.

"Aku... Tak mau!" Marie menatap tajam Alfred.

"Baiklah, aku tak memaksa... Sekarang aku mau tidur dulu"

Tanpa memedulikan wajah kesal Marie, Alfred menarik lengan wanita itu dan membawa nya ke ranjang.

'Iblis sialan' batin Marie sambil membelakangi punggung Alfred.

Bertolak belakang. Bagaikan Air dan minyak. Iblis licik dengan kharisma yang menjerumus. Bersama malaikat dengan wajah tenang yang mencoba menyelamatkan manusia dari godaan iblis.

Hei...

Sebuah dongeng mengatakan bahwa malaikat dapat membunuh iblis dengan cinta nya. Namun itu hanya mitos belaka.

Sebuah surat muncul dihadapan Marie. Dibukanya lipatan kertas itu disaat Alfred sudah benar-benar tertidur.

'Ini surat dari siapa?' batin Marie.

Dibacanya surat itu dengan teliti. Siapa tahu ada informasi rahasia yang terselubung. Kita takkan tahu bukan?

Kepada nona Marie Chess

Tak banyak yang bisa ku tuliskan pada secarik kertas ini. Aku hanya ingin kau jatuh cinta pada Alfred Stafford. Sudah banyak keluarga kita yang terbunuh ditangannya.

Begitu dia melemah, tolong tusuk perutnya dengan pedangmu. Dulu ibu angkat mu dibunuh oleh leluhur Stafford itu. Namun seorang malaikat hitam berjuluk 'Lily putih' berhasil membunuhnya lalu menghilang.

Kuharap kau paham dan cepat menyelesaikan hal ini.

Key

Tak peduli itu surat dari siapa, Marie menangis dalam diam karena mengetahui siapa pembunuh ibu angkatnya saat masih ditugaskan di bumi belahan timur.

Iris merahnya terlihat berwarna cukup gelap. Surat yang dipegangnya terbakar lalu menghilang.

'Kalau sudah begini tak ada jalan lain bukan?' batin Marie sambil menghapus air mata dengan kasar.

Iris merah itu berubah warna menjadi ungu tua.

Setelah mengatur nafas, Marie mencoba untuk tenang lalu memejamkan mata.

Berusaha terlihat seperti manusia. Marie memberanikan diri untuk mencari seseorang dialam mimpi nya itu.

Namun, siapa kah yang harus dicarinya? Siapa?

-bersambung-

Black Rose Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora