part 1

340 13 13
                                        

Setitik embun mengalir di hidupku
Memberikan sedikit rasa untuk hidupku yang kelam
Perlahan hidupku berubah, bahkan hampir kudapatkan kesempurnaan itu. Hingga akhirnya aku jatuh kembali, tanpa kutahu seberapa dalam jurang yang telah menelanku,
Sampai suatu ketika kulihat lagi cahaya itu. Mungkin kah aku akan terangkat lagi? Entah lah, semua terasa sangat berat untuk kutanggung sendiri, dan ku mohon...
_____________

"Driii......" Lina membuyarkan lamunan ku dan menghancurkan kata yang kurangkai sedemikian rupa di kepala ku
"Apaan si, kalo gue sakit jantung lo mau tanggung jawab apah"
"Ihkk, biasa aja dong, sensi banget"
"Udah deh.lo mau bilang apa, gue lanjut ngayal lagi nih ya"
"Ihk, diluar tuh lagi ribut, ada anak baru yang ganteng nya astagaaa gue aja sampe ngiler drii. udah kaya dewa tau gak dri, apalagi... Ihk adrii dengerin gue gak sih?. Lo kok biasa aja sih"
"Trus untung nya sama gue apa Angelina cantikkk? lah dia sekelas kok sama gue, sebangku malah. Biasa aja kali"

"What??? Dia sebangku sama lo" tiba tiba temen-temen ku muncul gitu aja di kelas ku.

"Kalian semua kenapa si, biasa aja kali"
"Ya ampun dri, lo dapat anugrah besar gitu dan lo masi bilang biasa aja" ntah kenapa rista yang biasanya diam juga ikut ngomong sekarang.
"Ntah ni si Adri, ngiri maks nih gue"
"Lah, kenapa jadi gue. Ambil aja, lah gue juga gak peduli"
"Kemakan omongan sendiri, baru tau rasa lo dri" Nora yang sedari tadi sibuk dengan novelnya juga ikut ngomong.
"Iya dri, Esra aja kemaren gitu pas belum jadian sama Dika. Ngaku nya biasa ajalah, gak selera lah ehkk ujung-ujungnya nya baper sendiri dia" tambah Rina
"Loh,kok bawa bawa nama gue si" Esra yang merasa namanya disebut juga ikut ngomong.
"Udah ya.. sekarang pada balik ke kelas gih, dua menit lagi bel loh, mau di hukum lagi sama tuh si physicopat"
"Ihk si Adri ngusir ya"
"Apaan, gue cuman ngingetin doang kok, ya terserah kalian si, gue juga gak peduli"
"Ya udah yok, malas gue ntar berurusan sama si physicopat. Amit-amit dah"
Sahut rista mengajak Rina ,Esra ,dan lina.

"Lah, lo ngapain masi disini, balik Sono ke bangku lo" kulihat nora berjalan ke arah bangkunya tanpa mengalihkan pandangan nya dari novel yg sedari tadi nempel ditangannya. Aneh.
Kadang gue mikir, Entah kenapa gue punya temen gila semua.

Teeeeeeet Teeeeeeet Teeeeeeet

Kulihat anak baru itu berjalan ke arah ku, apa sih ganteng nya. Ya iya sih lumayan, ya tapikan gak ada yg menarik dari dia. Lahk, pake senyum segala lagi, tebar pesona mulu, ihkkk yang ada gue mau muntah. tapi tunggu dulu, kayaknya senyuman itu gak asing deh, tapi mirip senyuman siapa ya. Tau ah..

Tak berapa lama seorang guru cantik masuk ke kelas ku. Dia guru kimia sekaligus wali kelas ku. Perlahan kudengar ibu Naomi mulai menjelaskan.
Kualihkan pandangan ku ke arah jendela. Entah sudah berapa lama aku dalam posisi ini namun kudengar bel pertanda pelajaran kimia telah selesai.
Ahkk, betapa bosannya.

'Semangat dri satu les lagi kok' , ku semangati diri ku sendiri yang entah kenapa kehilangan mood belajarku hariini.

"Lo ngantuk ya dri?" Kudengar suara anak baru itu berbicara pada ku
Siapa tadi namanya? oh.. Eric
"Hah? Nggak kok. Biasa, lagi gak mood aja" jawabku sambil sedikit tersenyum untuk sekedar menghargainya.
Ku alihkan pandanganku,pura-pura fokus mendengarkan penjelasan pak vino di depan

Teeeeeeeeeeeeeeeeet

Akhirnya. Kususun buku ku ke dalam tas, tak sabar untuk segera pulang dan tidur di kamar indahku.

"Dri, soal kerja kelompok kimia yang bareng temen sebangku, kapan kita ngerjainnya"

ya...itu suara Eric, si anak baru itu.
Wait! Tugas kimia?

"Lah, tugas kimia yang mana?"
"Yang tadi dikasi buk Naomi, lo gak denger ya"
"Oh, ituuu. Gue denger kok" ucap ku, yang tentu saja sepenuhnya berbohong. Aku bahkan tak mendengar sedikitpun penjelasan buk Naomi.
"Jadi kita ngerjainnya kapan Rii?"
"Terserah lo aja deh, datang aja ke rumah gue. Nanti gue Line atau WA ke lo ya. Oke byee"
"Adrii"
"Apalagi sih ric" jawabku dengan nada lebih tinggi. Ngeselin bgt sih, lama-lama sok akrab nih anak
"Gue kan gak punya kontak lo"

Aduh! Gue kok jadi bego gini si

"Ehk, sorry ric, gue lupa"
Ku ambil HP yang diberikannya
"Udah. Nih HP lo. Gue balik duluan ya,byee"

Ku arahkan kaki ku menuju parkiran tempat temen-temen ku biasanya nunggu.
Nah itu mereka!

"Lama bgt si dri, ngapain aja Lo sama Eric?" Lah ini Rista kenapa ngomong gitu. Pasti nora nih yang ngasi tau.
"Apaan sih, orang gue cuman ngasih Nomor gue doang kok"
"Apaa, kalian udah tukeran nomor HP ya dri?" Lina tiba-tiba teriak, entah kenapa alay nya kumat hari ini.
"Yah, gue kalah start dong" Esra juga kayaknya ikut kumat
"Udah udah, kita mau kemana hariini" sahut Rina yang sudah duduk di kursi kemudi
" Ya Pulang bego, kita itu udah kelas 12. Belajar jangan jalan mulu"
"Idih, Lo kesambet apa dah nor, ngomong ngaur gitu. Besok itu Sabtu jadi gak papa dong jalan"
"Terserah Lo dah"

setelah sedikit perdebatan akhirnya disini lah kami sekarang, menghabiskan waktu di salah satu pusat perbelanjaan yang tak jauh dari sekolahku, Setelah itu langsung lanjut makan.
Entah sudah berapa toko yang tadi kami masuki, yang pasti ini kaki udah pegel dari tadi

"Pulang yuk, kaki gue dari tadi udah pegel nih"
"Ya udah yuk, lagian udah sore"
Karna hari ini yang bawa mobil itu cuman Rista jadi terpaksa deh kita dianterin satu-satu. Lagian rumah kita emang satu arah semua sih.

Akhirnya, nyampe juga depan rumah.
"Bye bye cantik, gue duluan ya. Thanks riss"
"Hmmm, udah buruan turun sana"
Aku turun dari mobil Rista dan langsung masuk ke dalam rumah ku.

"Hay ma" aku berjalan ke arah mama yang sedang sibuk dengan tamannya lalu kucium kedua pipinya
"Udah pulang sayang"
"Udah ma, papa mana?"
"Lagi di taman belakang sama kak Riana"
"Hah? Kak Aya pulang"
"Iya"

Aku langsung berlari ke arah Taman belakang, kulihat papa sedang tertawa dengan kak Aya
"Kak Ayaaaa, kok gak bilang bilang si mau pulang" aku langsung memeluk kak Aya
"Ihk Adri, kakak tuh udah mandi. Kan jadi bau lagi nih dipeluk-peluk"
"Kaka apaan sih, 3 tahun gak pulang pulang, ehk pas pulang marah marah cuman karena dipeluk adek sendiri"
"Yah, adek kakak ngambek segala, sini sini dicium dulu, sensi amat orang cuman bercanda juga"
Cup cup
"Udah dicium kan, sekarang kamu naik. Kamu mandi, ganti bajunya trus turun biar kita makan bareng"
"Oke boss" jawab ku penuh semangat

Setelah makan malam aku naik lagi ke atas, badan ku udah mau remuk satu harian jalan.
Ku ambil HP ku untuk melihat beberapa notifikasi.
kubuka notif yang muncul dari aplikasi Line ku

'Andreas bramerick Nandika add you tobe a friend'

Andreas Bramerick Nandika: Mlm dri, bsk gue datang ya kerumah Lo, buat ngerjain kimia
20:35 a.m

Luciya Adriana Dinata :
Terserah
20:40 a.m

Setelah membalas chat Erick, ku letakkan HP ku meja.Tak berniat untuk membalas chat dari teman-teman ku yang sedari tadi memenuhi notifikasi ku, aku pun langsung menarik selimut ku dan masuk ke alam mimpi ku.

_________________________________

Luvvv luvvv
Ini cerita ku yang pertama. Mau di bilang ancur, absurd ora peduli.
Jangan lupa Voment yups. Don't be silent reader guys😘😘

Damn It !!!Where stories live. Discover now