Edelweis

14 2 1
                                        

Katanya ia abadi,
Katanya ia tak pernah mati,
Tetapi seringkali tak dihargai,
Dibiarkan sendiri hingga debu datang menghinggapi,
Iyakah begitu yang katanya Edelweis?

Kalau begitu,
Tak jauh beda dengan Saya?

Saya hanya ingin dilihat
Bahwa disini ada sosok yang benar-benar menunggumu,
Menunggu hatimu,
Lalu kamu masih mau bilang kalau hatimu mati rasa?

Bukan
Bukan mati rasa!
Kamu hanya tidak mau untuk membuka hati kembali,
Kamu hanya berfikir bahwa kamu akan memgalami pedih patah hati lagi,
Atau
Memang hati keras kepalamu itu memilih untuk menunggu juga?
Iya menunggu,
Tapi bukan saya yang kamu tunggu
Melainkan dia,
Yang katamu sudah membuat hatimu layak seperti pecahan gelas,
Tapi tetap kau tunggu untuk kembali.

Di akhir,
Selamat untuk kamu yang akan menunggu.
Dan,
Selamat untuk saya yang selalu akan menunggu.

APRILTahanan ng mga kuwento. Tumuklas ngayon