Prolog

22 3 0
                                        

"monster sialan!" umpatnya setelah seorang lelaki seumurannya melepas ikatan kain yang membekap mulutnya.

Raut takut sekaligus marah terpampang jelas di wajah gadis itu. Ia ingin melarikan diri dari tempat pengap yang hanya disinari oleh lampu remang-remang. Namun, ikatan di tangannya dan kedua tangan lelaki di depannya yang mencengkram kuat bahunya, mengurungkan niat gadis malang itu untuk kabur.

"lepaskan aku!"

"jangan terburu-buru,——"


Bisiknya sensual di dekat cuping telinga sang gadis. Seringai jahat terukir di bibir tebal lelaki itu.




"——permainan kita baru saja akan dimulai"


——

Hy all~
Ini cuman prolog gadanta.
Kami juga penulis pemula.
Jadi kritik dan saran sangat dibutuhkan.

nb.  :  This story is slow update. mengingat para author yang sangat sibuk. And stay tune for our next chapter  (^o^)

Ketchup manjah from

para author-nim 💙

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 03, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

You Can Call Me Monster Stories to obsess over. Discover now