hari pertama

1 0 0
                                        

Hari senin hari dimana semua orang memulai aktifitasnya seperti biasa dan begitupun dengan rara wanita mungil dengan tubuh indah dan rambut yang selalu dia kuncir satu menjadikannya dia semakin terlihat cantik.
Jam menunjukkan pukul 06.00 wib

"Selamat pagi pah mah "rara menyapa kedua orangtuanya yang sedang sarapan dibawah.
"Pagi little angelnya papah"jawab adam sang ayah.
" pagi sayang, sini kamu sarapan mama udah siapin sarapan kesukaan kamu roti panggang"jawab yani sang mama.
"Wah pasti enak nih mah,tapi kayanya aku langsung berangkat aja yah pah mah dadahhhh..." jawab rara sambil menyalami kedua orangtuanya sambik berlari keluar rumah.
Kedua orangtuanya hanya bisa tersenyum melihat sikap ana semata wayang mereka.

Rara lebih suka berangkat sekolah jalan kaki karna terhindar dari macet dan sekolahannya pun tidak terlalu jauh ,walau rara orang terpandang tetapi dia tidak sombong seperti orang kaya lainnya.

Setelah sampai disekolah tiba-tiba saja
Brukkk
"Aww pelan-pelan dong kalo jalan"omel rara sambil bangun dan merapihkan pakaiannya.
"Sorry"jawab laki laki dengan postur tinggi dan tegap seperti atlet sambil berjalan begitu saja tanpa menghiraukan gadis yang dia tabrak
"Dasar cowo engga tau diri ,minta maaf kek atau engga bantuin gue bangun gitu.ini malah nyelonong gitu aja dasar enggatau sopan satun"teriak rara pada laki laki tersebut panjang lebar tanpa dihiraukannya.

Sepanjang jalan rara ngedumel sampai sampai dia tidak sadar kalo  sudah ada didalam kelas nadia yang melihatpun cuman bisa diam dengan sikap sahabatnya ini
"Kenapa lu pagi pagi udah kecut aja tuh muka"tanya nadia sambil memakan cikinya
"Kesel gue sama tuh orang gila pagi pagi udah ngerusak mood gue aja"oceh rara sambil ikut merampas ciki yang sedari tadi dimakan nadia
"Kesel sih kesel ciki gue jangan lu embat juga dong"omel nadia dengan muka yang mulai merah
"Maaf nad lu kan tau kalo gue lagi kesel suka laper heheh "jawab rara sambil tersenyum lebar tanpa dosa
"Sudahlah lupakan,tuh guru baru kita sudah datang"jawab nadia dengan senyum indahnya

Rara yang bingung dengan perubahan sikap nadia yang tadi marah marah tiba tiba bahagai sambil mengiikuti arah mata nadia dan rara yang melihat tiba tiba diam mematung karna siapa yang datang,laki laki yang tadi menabraknya tanpa meminta maaf.

"Selamat pagi anak anak" sapa sang laki laki yang tak lain adalah axel
"Pagi pak jawab anak anak dengan senyum yang begitu indah namun berbeda dengan rara dia malah lebih fokus pada bukunya axel yang melihatpun hanya bisa senyum mengejek
"Baik anak anak perkenalkan nama bapak axel bramasta kalian bisa panggil bapak axel ,bapak guru bahasa indonesia kalian sementara sampai guru lama lakian kembali "jawab axel dengan suara aga kencang agar rara bisa mendengarnya tapi pemikiran axel salah dia tetap acuh dan tak acuh

Jam istirahatpun tiba...

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 12, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

pertemuanStories to obsess over. Discover now